Menjaga Aset Bersejarah Kota Tanjungpinang

0
186
Rahmad Rianto

Oleh: Rahmad Rianto
Bekerja di Kanwil DJPB Prov. Kepri

Aset bersejarah merupakan aset tetap yang dimiliki atau dikuasai dan dilindungi oleh pemerintah yang karena umur dan kondisinya serta mempunyai bukti tertulis sebagai barang/bangunan bersejarah.Aset bersejarah yang salahsatunya adalahbangunan cagar budaya merupakan warisan yang penting dan nilainya sebagai sumber sejarah maupun bagi inspirasi kehidupan bangsa di masa kini dan masa yang akan datang sehingga diperlukan upaya-upaya pelestarian yang dilakukan terhadap aset bersejarah tersebut.

Kota Tanjungpinang yang saat ini merupkan ibukota Provinsi Kepulauan Riau memiliki banyak aset bersejarah berupa cagar budaya,seprti benda, situs, bangunan dan kawasan cagar budaya yang tersebar di wilayah Kota Tanjungpinang,aset-aset bersejarah tersebut saat ini sudah dikembangkan sebagai tempat wisata sejarah, disamping itu dapatkita perhatikan bahwa di KotaTanjungpinang banyak berdiri bangunan-bangunan bersejarah seperti bangunan peninggalan Belanda, peninggalan kerajaan, dan peninggalan etnis-etnis tertentu yang masih tetap terjaga dan terawat dengan baik dan masih digunakan untuk kegiatan-kegiatan pemerintah daerah dan masyarakat.

Beberapa bangunan bersejarah yang kondisi bangunan masih terawat baik antara lain adalah 1. Gedung Daerah, dan bangunan gedung disekitarnya, yang terletak tepi laut dekat pelabuhan laut.Walau sudah dilakukan renovasi namun tetap tidak merubah bentuk aslinya.Gedung daerah tersebut saat ini masih digunakan untuk kegiatan-kegiatan akbar pemerintah daerah serta masyarakat umum. 2. Monumen tugu Proklamsi yang terletak didepan Gedung Daerah.Kondisi gedungmasih asli dan tetap terpelihara dan saat ini dijadikan objek wisata. 3. Masjid Raya Al-Hikmah.

Saat ini menjadi Masjid Agung,masih digunakan untuk beribadah umat muslim Kota Tanjungpinang, 4. Gedung Sekolah SMP Bintan.Bangunan yang terletak diseberang jalan Masjid Al-Hikmah, masih digunakan untuk kegiatan pendidikan anak sekolah, 5. Gedung Sekolah SD Negeri 1 Tanjungpinang. Terletak di jalan Ketapang yang saat ini masih tetap terpelihara dan digunakan untuk gedung Museum Sejarah Kota Tanjungpinang. 6. Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) masyarakat dulu menyebutnya dengan sebutan gereja ayam (karena diujung bangunan gereja tersebut ada patung ayam), 7. Vihara Bahtra Sasana terletak di Jalan Merdeka. dan banyak bangunan bersejarah lain di masih terawat dengan baik dan masih tetap digunakan baik oleh Pemda maupun masyarakat Kota Tanjungpinang.8. Bangunan gedung Kantor Bendahara Negara (KBN) yang saat ini menjadi gedung KPPN dibangun oleh pemerintahan Belanda dan sampai saat ini masih dapat dimanfaatkan.Bangunan lain yang saat ini menjadi tempat Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah Tugu Pemberantasan ButaHuruf yang sekarang dikenal dengan nama Tugu Pensil. Disamping itu bangunan tua yang masih berdiri kokoh adalah Penjara (Lembaga Pemasyarakatan) terletak di Kampung Jawa Tanjungpinang yang saat ini masih digunakan dan terpelihara dengan baik. Salah satu tempataset bersejarah di Kota Tanjungpinang yang juga menjadi tujuan kunjungan wisatawan adalah Pulau Penyengat di pulau Penyengat masih banyak terdapat peninggalan bangunan bersejarah yang masih terawat baik salah satunya adalah Masjid Raya Sultan Riau, Balai Adat Pulau Penyengat, dan Makam para Raja-Raja.

Keberadaan bangunan bersejarah yang sebagian besar telah beralih fungsi dan mengalami perubahan,bangunan-bangunan lama dihancurkan diganti dengan bangunan ruko, mall, dan kantor-kantor bank.Pada tahun tujuhpuluhan bangunan bersejarah peninggalan Belanda masih banyak berdiri di sekitar jalan Teuku Umar Tanjungpinang, contoh bangunan lama yang digunakan untuk SMP Negeri 2 Tanjungpinang, Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP), Sekolah-sekolah Dasar,namun saat ini semua bangunan tersebut tidak lagi kita lihat.Bangunan bersejarah itu berubah menjadi Mall, Ruko Swalayan dan kantor-kantor Bank.Hal ini karena terletak ditengah kota dan tempatyang strategis apabila didirikan bangunan yang modern untuk dijadikan pusat perdagangan.Penghapusan bangunan lama tentunya sudah dilakukan dengandengan seijin pemerintah daerah setempat maupun dengan pemerintah pusat.Hal ini dilakukan bertujuan untuk membangun aktivitas perdagangan.

Dibalik keadaan tersebut saatnya kita dan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk menjaga, melindungi dan merawat sisa-sisa aset bersejarah berupa cagar budaya yang masih kita miliki, untuk bisa terhindar dari aktivitas perekonomian yang saat ini sudah semangkin tinggi yang dilakukan oleh pihak-pihak yang kurang mengerti akan keberadaan cagar budaya yang harus dilindungi. Aset-aset bersejarah yang masih bisa kita selamatkan tentunya perlu perhatian khusus dan dilakukan pemeliharaan secara rutin oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang hal ini dilakukan tentunya bertujuan untuk menambah nilai tambah terhadap aset bersejarah tersebut dan disamping itu dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Tanjungpinang.

Situs-situs sejarah yang masih tertinggal dan terancam punah keberadaannya seperti Istana Kota Piring, makam Daeng Celak, dan Istana Kota Rebah, dan lain-lainhal ini bisa terjadi dikarenakan adanya kegiatan ekonomi seperti sisa-sisa galian tambang, pembukaan lahan untuk tujuan tertentu, pembangunan ruko, serta pembangunan rumah-rumahtempat tinggal dan juga bangunan-bangunan lainnya, diharapkan ini harus bisa ditanggapi serius agar kejadian pembongkaran bangunan lama dan aset-aset bersejarahuntuk tujuan tertentu tidak terulang kembali pada saat ini.

Untuk menjaga kelestarian bangunan peninggalan sejarah tersebut dan upaya-upaya yang harus dilakukan agar tidak dirusak oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab, maka peran pemerintah daerah dan masyarakat sangat dibutuhkan dan terutama Pemerintah Daerah Kota Tanjungpinang berkewajiban untuk melindungi, dan merawatnya dengan melakukan kerja sama dengan instansi yang menangani keamanan dan hukum.

Dari sisi perlakuan akuntansi pengawasan dan pengendalaian aset bersejarah dapat dilakukan dengan melakukan pencatatan sebagai inventaris aset tetap, aset bersejarah tidak disajikan dalam neraca namun aset tersebut harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.alasan tidak disajikan dalam neracaaset bersejarah adalah nilai kultural, lingkungan, dan sejarahnya tidak mungkin secara penuh dilambangkan dengan nilai keuangan berdasarkan harga pasar, disamping itu karena tidak bisa ditentukan dengan nilai harga, maka peraturan dan hukum yang berlaku melarang atau membatasi secara ketat pelepasannya untuk dijual, tidak mudah untuk diganti dan nilainya akan terus meningkat selama waktu berjalan walaupun kondisi fisiknya semakin menurun, disamping itu aset bersejarah sulit untuk mengestimasikan masa manfaatnya.Untukbeberapa aset bersejarah atau bangunan cagar budaya dapat mencapai ratusan tahun, aset bersejarah diharapkan untuk dipertahankan dalam waktu yang tak terbatas.

Kota Tanjungpinang sebagai kawasan yang mempunyai aset budaya yang sangat penting dan strategis, untuk menunjukan sebuah identitas dan jatidiri sebuah kota, maka perlunya upaya pelestarian dan pemanfaatan dalam rangka penyelamatan aset budaya tersebut. Seiring dengan Kota Tanjungpinang telah menjadi sebuah daerah ibukota Provinsi Kepulauan Riau, maka perlu membentuk pusat pemerintahan daerah yang memberikan nuansa kebanggaan daerah, nilai-nilai kebudayaan melayu sebagai landmark.Pemerintah Kota Tanjungpinang perlu tetap melestarikan budaya dan benda-benda berupa bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi aset Kota Tanjungpinang. ***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here