Menjaga Etika di Media Sosial

0
745
Mohammad Hamzah Zaini

Oleh : Mohammad Hamzah Zaini
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISIP,UMRAH

Di kehidupan zaman milenial ini manusia tidak bisa dihindarkan dengan keberadaan media sosial atau yang lebih kita kenal dengan sebuatan medsos. Tiada hari tanpa membuka medsos. Hampir semua orang memiliki akun medsos, baik itu facebook, twitter, instagram dan sejenisnya. Celakanya banyak yang punya akun lebih dari dua.

Medsos saat ini telah menjelma menjadi gaya hidup karena seiring mudahnya mengakses internet dengan hanya menggunakan gaget semua informasi bisa diakses dari semua kalangan. Tak lepas dari itu kita melihat banyak anak muda yang menghabiskan waktunya untuk menatap layar gaget hanya untuk melihat apa yang sedang trend atau melihat keseharian artis idolanya dan banyak lagi tentang itu.

Tidak hanya bagi orang kota, melainkan internet sudah sangat mudah menjangkau masyarakat hingga pelosok desa bahkan di daerah-daerah terpencil sekalipun sangking maraknya media sosial. Media sosial awalnya diciptakan untuk mempermudah jalannya komunikasi dan berbagi informasi tanpa batasan jarak dan waktu. Namun kenyataannya, justru banyak sekali oknum yang sengaja menyalahgunakan media sosial.

Baca Juga :  Derita Muslim Rohingya Duka Kita

Internet memiliki dampak yang nyata terhadap kehidupan kita, oleh sebab itu tidak bisa lagi dikatakan sebagai dunia maya. Meskipun ada konsekuensi bagi pihak atau oknum yang menyalahgunaakan mesia sosial, sepertinya itu tidak membuat para oknum jera atau bahkan takut.

Maka kita sebagai pengguna haruslah bijak dalam memanfaatkan media sosial.Karena banyak orang dari segala umur dan kalangan menjadi konsumsi internet dimedia sosial, melihat apa yang kita bagikan dan kita posting dalam sebuah status. Alangkah lebih baik kita memikirkan terlebih dahulu apa yang akan kita bagikan apakah itu menjadi manfaat bagi orang lain atau menjadi boomerang bagi kita sendiri, Seorang pengguna media sosial yang baik haruslah memperhatikan etika ketika berbagi di media sosial. Namun tidak jarang pula di kalangan remaja terutamanya media sosial justru kadang menjadi tempat memaki, marah, mengumpat dan bahkan ada pula yang membagikan gambar- gambar yang tidak seharunya dilihat oleh publik.

Baca Juga :  Phubbing in Millennial

Kadang candaan atau guyonan di media sosial akan menjadi permasalahan yang serius jika ada salah satu pihak yang merasa dirugikan atau dirusak nama baiknya. Salah satu yang menjadi permasalahan ialah guyonan atau candaan dimedia sosial jika ada salah satu pihak yang merasa dirugikan atau nama baiknya di rusak akan timbul masalah dengan melanggar Undang-Undang Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi danTransaksi Elektronik ( UU ITE ). Pasal 27 ayat 3 UU ITE, yaitu “setiap orang sengaja tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.” Kurangnya kearifan dan minimnnya pengetahuan mengakibatkan saling hujat, menebar fitnah yang menyebabkan perpecahan dan perseteruan.

Baca Juga :  Pembangunan Mesti Berkelanjutan

Dari kasus ini, dapat dipahami bahwa media sosial memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya yaitu efektif dalam memberikan informasi kepada siapapun, kelemahannya dapat mengakibatkan perpecahan apabila kita sebagai pengguna tidak bisa bijak dalam memanfaatkannya.Kembali lagi kepada pengguna sendiri positif maupun negatif dampak dari internet, membangun atau merusak itu sangat tergantung kepada penggunanya. ***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here