Menjaga Kebersihan Pemukiman di Pelantar

0
332
Kondisi permukiman Tanjungunggat. f-dokumen/tanjungpinang pos

MBS Kepada dinas yang terikat, tolong dijalan tambak disediakan tong sampah sehingga tidak mengotori jalan dan agar masyarakat setempat dan pengunjung bisa hidup sehat. Terima kasih.
+6287894491313

Kami ingin Lingkungan yang Bersih
Assmlkm dinas kebersihan dan pertamanan kota tanjungpinangping… tolonglah minta tong sampah untuk di pelantar2 masyarkat pesisir di RT 01, 02, 03, 04 RW 05 kel Tanjungunggat, minim tong sampah agar sampah tidak berserakan di bawah pelantar. Sebenarnya kami tak ingin diberi label kampung kumuh. Mohon dukungan pemerintah.
+6281261008748

Tanggapan:
Dalam Musrenang masalah kebersihan selalu disampaikan. Khususnya untuk permukiman yang ada di pelantar. Dari Musrenbang itu kita akan fokus untuk pembangunan di kawasan kumuh agar menjadi permukiman yang sehat, penataan drainase pada kawasan rawan banjir, penyediaan transportasi massal, peningkatan usaha masyarakat serta pengelolaan sampah.

Tahun ini, ada anggaran Rp 60 miliar dari Satker PU Kementerian, dan sisanya sekitar Rp 15 miliar dari APBD Pemko Tanjungpinang untuk peningkatan kawasan kumuh agar menjadi permukiman yang sehat di Tanjungpinang. Sesuai SK Wali Kota Tanjungpinang 2015 lalu, ada tujuh kawasan kumuh di Tanjungpinang. Daerah yang masuk kawasan kumuh yakni kawasan pesisir Pantai Impian, Tanjung Ayu Sakti, Tanjungunggat, Kemboja, Senggarang, Kampung Bugis dan Tanjungpinang Timur.

Untuk tahun 2018 ini, dua cluster atau empat kawasan yang menjadi perhatian penataan. Cluster pertama yaitu kawasan Kampung Bugis dan Senggarang. Sedangkan yang kedua akan dimulai dari Tanjungunggat dan Kemboja. Pak Gubernur juga pada Musrenbang itu menyebutkan bentuk kebersamaan yang dilakukan oleh para stakeholder di pemerintahan adalah agar satu ide dalam merencanakan pembangunan hingga hasilnya bisa terarah.

jadi pembangunan akan merata dan bukan hanya terfokus pada satu bagian saja tapi satu tujuan. Dengan tema ”Peningkatan Infrastruktur Penunjang Aksesibilitas dan Lingkungan” ini bentuk sinergitas Pemko, Pemerintah Provinsi dan Pusat yang bersama-sama memprioritaskan infrastruktur sebagai penunjang untuk kesejahteraan masyarakat.

Jadi ada beberapa atensi pembangunan di Kota Tanjungpinang pada Musrembang Tahun 2018 ini, di antaranya, peningkatan usaha masyarakat, pengelolaan sampah, peningkatan kawasan kumuh, penataan kembali drainase pada kawasan rawan banjir, penyediaan transportasi massal. Strategi pembangunan harus terus kita upayakan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tanjungpinang secara merata.(bas)

Raja Ariza
Penjab Wali Kota Tanjungpinang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here