Menjaga Kelestarian Penyu Agar Tak Langka

0
71
PELEPASAN anak Penyu atau Tukik disalah satu pantai di Pulau Serasan. f-istimewa

NATUNA – Keberadaan Penyu laut di dunia semakin langka, maka perlu adanya pengembangan populasi Penyu yang dapat berkembang biak kembali demi kelestarian dilautan.

Pulau Serasan merupakan salah satu tempat favorit bagi Penyu laut untuk berkembangbiak.

Dengan letak geografis pantai berpasir di Pulau Serasan dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, menjadi kesukaan Penyu betina sebagai tempat bertelur.

”Kita bangga, pulau serasan masih menjadi tempat favorit bagi Penyu laut, untuk bertelur dan berkembang biak. Namun hanya sekian persen saja yang dapat kembali kelaut,” kata Cherman, ketua LSM Lembaga Pengelola Sumber Daya Pesisir (LPSDP) pada sejumlah wartawan, Minggu (14/7).

Ia menceritakan, selama melakukan aktivitas konservasi Penyu laut di Serasan, rasa suka dan duka sering dialami mulai dari keberhasilan melepaskan tukik kelautan bebas dan menurunnya populasi Penyu karena banyaknya telur yang hilang dan tidak jadi menetas.

”Kita melalui LPSDP yang bergerak pada perlindungan dan pelestarian Penyu laut, dan sudah berdiri sejak tahun 2012 silam. Alhamdulillah, sudah banyak tukik yang kita lepas di laut. Namun karena populasi Penyu semakin berkurang di Serasan, kita ingin sosialisasikan kembali kemasyarakat untuk tidak mengambil telur Penyu untuk diperjualbelikan. Karena ada sanksi tegas jeratan hukum,” jelasnya.

Sekarang ini banyak Penyu mulai efektif bertelur pada Mei hingga September dan terdapat dua jenis Penyu di Serasan yakni Penyu Hijau dan Penyu Sisik.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan sosialisasi dan mengkampanyekan untuk melindungi Penyu kepada masyarakat.

”Saya mendesak pihak kecamatan dan desa untuk bisa konservasi Penyu. Telur Penyu dikasih masyarakat kepada kami dan kami mau menampungnya, tapi lahan tidak ada untuk konservasi, biaya pakan juga tidak ada. Kami tidak sanggup. Kami tidak punya support anggaran dari provinsi hanya dibantu fasilitas. Tetapi dana untuk operasionalnya tidak ada. Telur yang sudah diberikan, kami balikkan lagi ke kecamatan maupun desa, karena ketiadaan pakan bagi penyu yang telah menetas,” paparnya.

Sampai hari ini, kata Cherman, Serasan masih menunggu titik terang dan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Natuna untuk keseriusan mengusulkan Serasan sebagai salah satu titik konservasi Penyu kepada Kementerian Kehutanan.

”Selain itu, kita juga mendesak provinsi dan pemerintah pusat untuk menetapkan Pulau Serasan, terutama Pantai Sisi sebagai titik konservasi, karena sudah ditetapkan sebagai destinasi pariwisata dan memiliki sumber daya Penyu,” tutupnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here