Menjembatani Batam Kota Digital

0
517
Kadis Infokom Pemko Batam (kemeja biru), Salim saat mengikuti kegiatan Telkomsel di Batam. f-martua/tanjungpinang pos

Telkomsel Percepat Era Online & Transaksi Nontunai

Program gerakan nontunai yang telah booming di Batam tidak sekedar meningkatkan kualitas pelayanan saja. Juga memudahkan masyarakat, dunia pariwisata dan industri dalam segala transaksi dan pelayanan.

Oleh : MARTUA BUTAR-BUTAR, Batam

PERUSAHAAN telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel mengambil peran dalam sistem digitalisasi dan gerakan nontunai yang berjalan di Batam.

Berbatasan dengan negara maju Singapura, mendorong Indonesia untuk mengimbangi kemajuan negara tersebut melalui sebuah pulau di perbatasan dengan negara tetangga itu yakni Batam.

Pulau Batam yang dikenal dengan kota industri dan pariwisata, menyadari sistem digitalisasi di segala bidang wajib menyeluruh agar Batam melaju cepat. Batam menyiapkan diri menjadi kota cerdas, kota digital.

Butuh terobosan lewat digitalisasi pelayanan, untuk bergerak lebih maju. Infrastruktur dibangun dan disiapkan untuk mendukung program digital. Tidak hanya Pemko Batam, namun Badan Pengusahaan namun Badan Pengusahaan (BP) Batam juga menyiapkan sistem online dalam pelayanannya.

Mulai dari pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) lahan, hingga belakangan diterapkan host to host di Pelabuhan Batuampar. Tugas berat diemban Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), untuk menyiapkan infrastruktur dalam mendukung pelayanan secara online di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

Terutama di Pemko Batam, pelayanan langsung bersinggungan dengan pelayanan terhadap masyarakat. Tidak hanya perizinan yang dilayani di Mal Pelayanan Publik (MPP), KTP elektronik (KTP-el), bantuan nontunai dan lainnya.

Persiapan pelayanan dengan sistem online ini, mendorong Batam membangun sistem dalam mewujudkan kota digital, kota cerdas. Hingga mendorong Pemko Batam, bekerjasama membangun kota cerdas dengan pemerintah Kota Yokohama Jepang.

Letter of Intent (LoI) telah ditandatangani. Sehingga pemerintah Yokohama memberikan bantuan infrastruktur pengembangan teknologi, alih teknologi dan pengembangan kota hijau. Batam optimis bisa menjadi kota cerdas, karena sudah didukung infrastruktur teknologi informasi di semua lini kehidupan masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Batam, Salim, menyebutkan, program yang mereka jalankan menuju ‘Batam Digital Island’. Tidak heran, ketika ada kegiatan berbau teknologi informasi, Salim rajin hadir.

Demikian saat Telkomsel menggelar kegiatan bertajuk my business exhibition di Batam, sebagai solusi  enterprise mobility terlengkap bagi korporasi, September 2018 lalu di Batam. 

Tidak hanya bagi korporasi atau perusahaan di Batam, tawaran itu juga dimaksudkan untuk pemerintahan di Batam dan Kepri. Dengan sistem digital yang ditawarkan, diyakini akan memudahkan bisnis dan layanan secara digital.

”Kami mau melihat peluang peningkatan pelayanan kepada masyarakat, investor dan wisatawan. Layanan yang bisa dibangun lewat sistem digital di Batam, kerja sama dengan operator, seperti Telkomsel,” beber Salim.

Baca Juga :  Warga Anggap Satgas TMMD Orangtua Angkat

Salim terlihat berinteraksi dengan para penjaga konter layanan Telkomsel. Diantaranya ada konter touch to talk, digital advertising, tcash dan lainnya.

Dia terlihat serius memperhatikan demo layanan yang diperlihatkan penjaga konter. Kehadiran pengusaha, elemen pemerintah hingga masyarakat di lokasi, tidak mengganggu konsentrasi Salim.

”Sekarang perizinan-perizinan sudah banyak online. Masyarakat bisa mengakses secara online. Kita ingin pelayanan lain juga bisa kita terapkan digital,” ujar Salim.

Pemko Batam juga membantu pengembangan industri 4.0 lewat internet untuk segala (IoT) dengan layanan internal dan lintas lembaga pemerintahan dan swasta. Aplikasi-aplikasi layanan dikembangkan di bawah koordinasi Salim, sebagai Kadis.

Dimana, Batam sendiri kini sudah memiliki aplikasi dalam jaringan (daring) atau online, hingga seratusan. Sistem-sistem itu, sebagian besar dijalankan di Mal Pelayanan Publik (MPP) dan bisa diakses masyarakat luas.

Baik itu aplikasi perizinan dan non perizinan. Lebih banyak dari aplikasi itu, berbasis Android dan bisa unduh melalui Playstore.

Kominfo Batam juga membangun modul pelayanan perizinan dan non perizinan. Diantaranya ada Aplikasi Perizinan Online Kecamatan (APOK), aplikasi pengaduan masyarakat (Apekesah), perizinan daring, pendaftaran rumah sakit, administrasi kependudukan, dan sebagainya.

Selain itu informasi bisa dilihat di situs resmi www.batam.go.id. Data informasi publik juga sudah dimuat di website Dinas Kominfo dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).

Dukungan Kominfo ini menjadi kunci mendukung Batam sebagai gerbang investasi, sentra industrialisasi berbasis ekspor, basis logistik, hingga kota  Meeting, Incentives, Conference and Exhibition (MICE) dan pariwisata.

Diakui Salim, dukungan perangkat lunak atau software sangat penting, namun tidak kalah penting juga, operator telekomunikasi. Seperti halnya dengan dukungan Telkomsel dengan kekuatan sinyal jaringan 4G, hingga sistem layanan software, seperti T-Cash. 

”Kami menyiapkan sistem untuk membantu masyarakat, investor dan wisatawan. Telkomsel sangat membantu, karena jaringan internet bisa diakses masyarakat hinterland (pesisir). T-Cash ini juga penting untuk membantu digitalisasi di Batam,” bebernya.

Pemko kini bahkan menyiapkan terobosan-terobosan layanan bagi masyarakat mainland (perkotaan). Kominfo memberikan dukungan untuk menyiapkan sistem parkir online atau e-parking.

Sistem disiapkan untuk diterapkan awal tahun 2019 ini. Awalnya, diterapkan di 100 titik parkir yang berada di kawasan Batam Kota dan Nagoya, Batam. Penerapan E-Parking juga menggandeng Telkomsel, melalui T-Cash. Sistem dibangun dengan mengintegrasikan antara e-parking Batam dengan T-Cash Telkomsel.

Nantinya, aplikasi e-parking akan bisa diunduh melalui Playstore, untuk digunakan pengguna parkir. Selain itu, ada aplikasi khusus untuk juru parkir (Jukir). Selain itu, ada aplikasi khusus untuk Dishub dalam mengontrol jukir dan masyarakat selaku pengguna. 

Baca Juga :  Natuna Pondasi Maritim Nasional

Menariknya, T-Cash milik Telkomsel ini kini tidak hanya bisa digunakan pelanggan operator telekomunikasi ini saja. Namun kini sudah bisa digunakan pelanggan di luar operator Telkomsel. Sehingga semua pengguna e-parking bisa memanfaatkan sistem online itu nantinya.

”Pertama masyarakat harus men-download dulu aplikasinya di Playstore android. Nama aplikasinya e-parking Batam. Download juga T-Cash Telkomsel. Sistem ini kita harapkan dapat meningkatkan pendapatan dari parkir hingga Rp30 miliar di tahun 2019,” ungkap Kepala UPT Parkir Dinas Perhubungan Kota Batam, Alexander Banik.

Keberadaan T-Cash yang bisa diakses semua operator ini, kini menjadi sistem penting mendukung program Gerakan Non Tunai (GNT) yang digalakkan pemerintah Indonesia.

Layanan ini juga sudah dimanfaatkan PT Adhya Tirta Batam (ATB), yang melayani kebutuhan publik Batam, dalam pembayaran air bersih. 

PT ATB menggandeng Telkomsel, melalui layanan Cashless Payment T-cash, dengan kehadiran fitur pembayaran tagihan air. Fitur tagihan itu akan tercantum pada aplikasi T-Cash Wallet. Tinggal unduh aplikasi T-Cash Wallet melalui App Store ataupun Play Store. Kemudian, login dengan nomor handphone.

”Ini untuk kemudahan penggunaan uang elektronik. T-Cash membantu pelanggan melakukan monitor saldo, pembayaran dan pembelian, berbagi uang, bayar merchant, dan cek promo,” kata General Manager Sales Region Sumbagteng Telkomsel, Ihsan.

Kemudahan pemanfaatan layanan Telkomsel juga dirasakan pegawai Humas Pemko Batam, Tiurma Panjaitan yang di belakang ponselnya terlihat stiker merah dengan huruh T, sebagai simbol T-Cash.

T-Cash ini sudah sekitar dua tahun setia menemani dan membantu Tiur. Stiker T-Cash membantu Tiur saat berbelanja di mini market, seperti di KFC, Indomaret, Alfamart dan lainnya.

”Saya pakai T-Cash yang stiker. Lebih simpel dan tidak ribet. Jadi kalaupun tidak bawa dompet, tidak masalah,” kata Tiur, menceritakan pengalamannya dengan T-Cash.

Kelebihan menggunakan T-Cash, sehingga dia sampai saat ini menggunakan stiker itu, karena banyak diskon. Untuk mengisi T-Cash, Tiur terbantu dengan sistem internet banking.

”Biasanya dikasih diskon atau potongan harga. Kalau kayak di KFC, potongan harga Rp10 ribu. Dia sistemnya tab jadi scan barcode-nya kita tinggal masukin PIN,” imbuhnya.

T-Cash sendiri merupakan layanan keuangan digital dari Telkomsel. Saat Telkomsel my business exhibition yang digelar di Batam, Vice President Corporate  Account Management Telkomsel Primadi K Putra mengaku, pihaknya mendukung program pemerintah dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dan percepatan keuangan inklusif di Indonesia.

Baca Juga :  Pembangunan Janda Berhias Mandek

Lewat T-Cash, Telkomsel memberikan kemudahan bertransaksi dan menabung melalui telepon genggam, khususnya bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan lembaga keuangan formal.

Telkomsel juga sudah melakukan kerja sama dengan sejumlah perbankan untuk layanan T-Cash. Dengan demikian, banyak pilihan untuk masyarakat. Kerja sama Telkomsel dengan perbankan untuk mengembangkan layanan keuangan terhubung antara T-Cash dan bank dengan memanfaatkan telepon genggam. Tak perlu harus transaksi manual.

”Kita bisa banyak tawarkan kemudahan ke Pemko Batam seperti untuk mengontrol sampah, parkir, pajak dan lainnya. Kami juga membantu meningkatkan performa bisnis dan melakukan transformasi digital untuk kebutuhan bisnis koorporasi dan masyarakat,” kata Primadi.

Terkait dengan gerakan non tunai ini, Kepala Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, mengapresiasi. BI Kepri sendiri diakui, gencar mendorong transaksi nontunai di daerah perbatasan ini. BI Kepri giat mempromosikan financial technology (fintech).

Menurut Gusti, penerapan transaksi nontunai diharapkan bisa memberikan kepuasan dan banyak kemudahan. Dengan non tunai, efisien dan mempercepat proses transaksi. Penggunaan transaksi nontunai juga lebih akurat dibandingkan secara tunai.

”Kita mendorong gerakan nontunai, untuk efisiensi dan keamanan,” harapnya.***

Kembangkan IoT Dukung Indonesia 4.0‎
Saat di Batam, Vice President Corporate Planning Telkomsel Andi Kristianto, (25/7/2018) mengungkapkan program pengembangan ekosistem Internet of Things (IoT) sebagai program mentoring dan bootcamp bagi para startup, developer, maupun system integrator dengan para pemain industri. Telkomsel juga memperkenalkan NB-IoTLab pertama di Indonesia. 

Lab itu dihadirkan sebagai fasilitas bagi inovator TINC untuk memanfaatkan konektivitas NB-IoT serta melakukan uji coba produk IoT yang mereka kembangkan. Lab IoT menawarkan ekosistem yang mengumpulkan developer, innovator dan industry player untuk bekerjasama dan menghadapi tantangan nyata.
‎‎
Dijelaskan, Telkomsel secara konsisten meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan untuk menghadapi tren IoT yang sedang berkembang secara global.‎ Program TINC kami inisiasi untuk menciptakan ekosistem IoT yang matang, yang dapat mendukung terciptanya produk siap pakai yang juga layak jual secara bisnis bagi masyarakat.

“‎IoT telah merevolusi gaya hidup serta menggabungkan dunia fisik dengan dunia digital, yang selanjutnya menawarkan sejumlah peluang dan tantangan baru bagi kalangan bisnis, pemerintahan, dan juga konsumen perorangan,” beber dia.***

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here