Menkes Kirim Dokter Spesialis ke Kepri

0
1524
TEKEN MoU: Wabup Bintan H Dalmasri Syam menandatangani MoU penugasan dua dokter spesialis di Jakarta, Rabu (22/11) malam lalu. f-istimewa/humas pemkab bintan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengirimkan 16 dokter spesialis untuk bertugas selama satu tahun di Kepri. Para dokter ini disebar di rumah sakit daerah di Kepri.

TANJUNGPINANG – BERDASARKAN data dari Dinas Kesehatan Pemprov Kepri, penyebaran dokter spesialis ini bertugas di Bintan, Anambas, Natuna dan Lingga. Di RSUD Provinsi Kepri di Bintan ditempatkan dokter spesialis Obgin satu orang. Di RSUD Tanjunguban ditempatkan dokter spesialis penyakit dalam dan bedah. Khusus di Bintan ditempatkan 3 orang.

Untuk Anambas, ditempatkan di RSUD Palmatak yakni anak, dokter spesialis Obgin, anak dan penyakit dalam. Di RSB Jemaja Anambas ditempatkan dokter spesialis Obgin. Total ditempatkan di Anambas 4 orang.

Di Natuna ditempatkan di RSUD Natuna yakni dokter spesialis anak 1 orang. Di Lingga ditempatkan di RSUD Dabo yakni dokter spesialis bedah, anestesi, penyakit dalam.

Di RSUD Encik Maryam Lingga ditempatkan dokter spesialis Obgin, anestesi, bedah, anak dan penyakit dalam 5. Khusus di Lingga ditempatkan 8 orang.

Bantuan tenaga medis di RSUD Tanjunguban tersebut merupakan program Wajib Kerja Dokter Spesialis (WKDS) untuk rumah sakit pemerintah di daerah dari Kemenkes RI.

Penugasan dua dokter spesialis di Bintan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) 90 kepala daerah bersama Sekretaris Jenderal Kemenkes RI dr Untung Suseno Sutarjo di Grand Emeral RedTop Hotel, Jakarta, Rabu (22/11) malam lalu.

Baca Juga :  ASN Nyabu Harus Beri Efek Jera

Penandatanganan ini dihadiri Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek, Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam, Kadis Kesehatan Bintan dr Gama Isnaeni, Kabid SDK Subiyanto dan Direktur RSUD Bintan dr Benni Antomy MKed (An) SpAn.

Dr Gama Isnaeni Kadiskes Bintan menerangkan, RSUD Bintan telah mengusulkan beberapa dokter spesialis untuk menambah jumlah tenaga medis yang diperlukan di RSUD Bintan. Karena, Bintan sudah punya beberapa dokter spesialis. ”Namun, kami usulkan untuk ditambah. Tahun ini kita mendapatkan dua orang tambahan dokter spesialis penyakit dalam dan spesialis bedah,” sebutnya.

Dalmasri Syam, Wakil Bupati Bintan menyambut baik dengan nota kesepahaman penempatan dokter spesialis ini.

Wabup berharap keperluan tenaga untuk penanganan medis di Bintan, dapat terpenuhi. Hal ini tentunya harus diimbangi dengan kesiapan dari Pemkab Bintan. Terutama untuk segera melengkapi fasilitas pelayanan RSUD, peningkatan pelayanan.

”Kami yakin mampu untuk mewujudkan Bintan yang sehat, jika semua pihak baik pemerintah daerah maupun masyarakat saling menjalankan perannya masing-masing,” jelasnya.

”Kami siapkan optimalisasi pelayanan medis, sebagai antisipasi segala kemungkinan. Masyarakat pun harus mampu membiasakan gaya hidup yang sehat. Tahun ini kita dapat dokter spesialis penyakit dalam dan bedah. Tahun depan kita targetkan untuk dokter spesialis jiwa,” ucapnya.

Baca Juga :  Percepat Jadi Konstituen, Ketua SMSI Pusat Sambangi Dewan Pers

Direktur RSUD Bintan dr Benni Antomy MKed (An) SpAn menyampaikan rasa terima kasih atas penugasan dua dokter spesialis dari Kementerian Kesehatan itu, ke Pemkab Bintan.

Selanjutnya, RSUD Bintan ingin menjajaki kembali kerja sama untuk penyediaan dokter spesialis jiwa.

”Kami dari RSUD Bintan sudah ada komunikasi untuk menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa di Pekanbaru. Apakah nanti dalam bentuk penyediaan dokter spesialis jiwa di RSUD Bintan, atau dalam bentuk kerja sama lain, akan kami jajaki lagi,” kata Benny.

Nila Farid Moeloek mengatakan tingginya jumlah usulan yang masuk dapat menghasilkan kesimpulan minimnya tenaga spesialistik di beberapa daerah di luar wilayah pusat.

”Kita lebih fokus ke daerah perbatasan, namun tetap memberikan prioritas pada RSUD di daerah lainnya. Tahun 2019 akan kita persiapkan lebih matang lagi,” tambahnya di sela memberikan sambutan sebelum membuka acara.

Usman Sumantri selaku Ketua Panitia yang juga Kepala Badan PPSDM Kemenkes RI mengatakan, usulan yang masuk dari berbagai daerah mencapai angka yang sangat tinggi.

Baca Juga :  Mbak Tutut: Saya Akan Dampingi Transmigran Memajukan Bangsa Ini

Namun demikian, putusan penerimaan usulan oleh Komite WKDS tetap melihat hasil visitasi rumah sakit pengusul berdasarkan berbagai kriteria.

”Kriterianya beragam, mulai dari kesiapan rumah sakit, infrastruktur penunjang dan lainnya. Ini diharuskan agar kehadiran dokter spesialis yang dibutuhkan bisa mencapai hasil yang efektif,” terangnya saat menyampaikan laporan.

Pemberian bantuan tenaga medis dokter spesialis tersebut merupakan pemerataan tenaga kesehatan yang dituangkan dalam nota kesepahaman antara pemerintah pusat dan daerah. Tujuan dari nota kesepahaman ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan spesialisasi di daerah melalui WKDS sehingga dapat meningkatkan akses masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan spesialistik.

Sebelum penempatan dokter spesialis tersebut, telah dilakukan visitasi ke-155 rumah sakit yang mengusulkan kebutuhan dokter spesialis. Hasilnya, direkomendasikan sebanyak 111 rumah sakit di 102 kabupaten/kota yang akan menjadi lokasi penempatan WKDS angkatan ke lima ini.

Untuk mengisi rumah sakit tersebut, nantinya akan diberangkatkan sebanyak 206 dokter spesialis ke berbagai daerah yang rencananya akan dimulai Desember mendatang.(TUNAS-YENDI-JENDARAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here