Menkeu Janji Permudah Urus Izin Ekspor-Impor

0
861
KUNKER: Menteri Keuangan RI Sry Mulyani berbincang dengan petinggi Bea Cukai saat kunjungan kerja ke Karimun, Jumat (8/9). f-istimewa

KARIMUN – Menteri Keuangan RI Sry Mulyani Indrawati meminta semua pengusaha ekspor-impor untuk menjalankan aktivitasnya secara legal. Terlebih di Kepri, banyak aktivitas ekspor impor yang ilegal. Kegiatan seperti itu sangat merugikan negara. Karena itu, ia menegaskan, siapapun yang melakukan kegiatan ilegal akan ditangkap.

Namun, ia juga berjanji tidak mempersulit pengurusan izin-izin kegiatan ekspor impor. Bahkan, jika bawahannya seperti di Bea Cukai mempersulit, maka diminta dilaporkan kepadanya. Hal ini disampaikan Sry Mulyani saat melakukan kunjungan kerja ke Kanwil DJBC Khusus Kepri Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Jumat (8/9) kemarin.

Amanah ini pun diminta agar dijalankan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan baik. BC harus memberikan kemudahan kepada pelaku usaha mengurus persyaratan kegiatan ekspor dan impor. Ini merupakan tindaklanjut rapat terkait penertiban imporĀ barang berisiko tinggi (PIBT) di antara kementerian yang membahas kegiatan yang ilegal menjadi legal.

Kementerian Keuangan melalui Bea dan Cukai berkomitmen mereka yang sekarang melakukan kegiatan ekonomi ekspor dan impor harus dibantu. Soal komoditas beras dan gula, diatur Kementerian Perdagangan.

Bea dan Cukai tidak mempersulit mendapatkan seluruh perizinan yang diminta. Tetapi ada kalanya kebijakan itu dari Kementerian Perindustrian, Perdagangan, Pertanian dan Perekonomian yang dianggap pelaku usaha mempersulit proses terbitnya perizinan.
Tujuan dari aturan atau kebijakan yang dibuat tidak lain untuk menjaga ekonomi masyarakat.

Kementerian Keuangan bersama dengan kementerian lainnya berkomitmen mempermudah dan mengubah kebijakan untuk pelaku usaha. Ini menjadi salah satu paket ekonomi yang akan diberikan Kemenko Perekonomian untuk mengatasi kesulitan di bidang ekspor. Beras dan gula adalah barang yang diatur, dalam hal ini Bea dan Cukai melaksanakan aturan yang dibuat kementerian dan lembaga lain.

Ia mengakui dampak dari penertiban barang impor berisiko tinggi, seperti daerah yang pasokan beras dan gula kurang .berdampak tidak baik. Atas dasar itu, ia meminta pelaku usaha berbenah diri menyiapkan segala persyaratan untuk dapat melakukan kegiatan ekspor dan impor. Jika ada pihak yang mempersulit proses perizinan dapat membuat pengaduan langsung kepada kementerian. Ini untuk menghindari adanya kegiatan ilegal yang berdampak tidak baik bagi ekonomi.

Pada kesempatan itu, ia juga memberikan hibah berupa kapal kepada Pemkab Karimun dan sembako kepada yayasan di Batam. Serta melakukan pemusnahan barang bukti tegahan pakaian kemasan balpres sebanyak 8617 ball. Saat berkunjung ke Kantor BC Karimun, Sry Mulyani juga mengekspos tangkapan hape. (yon)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here