Menko Incar Kapal Selat Malaka

0
736
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun bersama Menko Maritim Luhut Panjaitan di atas kapal saat meninjau aktivitas di perairan Batam, Kamis (15/3).f-istimewa/humas pemprov kepri

Pusatkan Lego Jangkar di Pulau Nipah

Titik lego jangkar di Batam akan dikurangi dari sebelumnya 17 lokasi dan akan ditetapkan menjadi 3 titik. Pulau Nipah akan dijadikan pusat lego jangkar. Ini untuk mengincar kapal-kapal super jumbo yang berlayar di Selat Malaka bisa parkir/lay up di sana.

BATAM – Menteri Koordinator Kemaritiman RI, Luhut B Panjaitan mengatakan, potensi lago jangkar sangat besar di Batam, karena berdekatan dengan Selat Malaka sesuai laporan Kepala Pelabuhan dan Perhubungan Laut serta Bea Cukai.

”Jadi Pulau Nipah akan kita mainkan menjadi angkring area dan di situ mungkin dibuat oil tank dan sebagainya,” ujar Luhut, Kamis (15/3) di Batam usai meninjau aktivitas lego jangkar di perairan Batam yang saat itu didampingi Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Luhut mengatakan, pemerintah pusat akan mengurangi lokasi lego jangkar di Batam yang saat ini berjumlah 17 lokasi. Sehingga ke depan lokasi lego jangkar akan dijadikan menjadi tiga.

Tiga lokasi itu belum termasuk di perairan Galang yang sebelumnya direncanakan dilakukan pendalaman alur, dengan cara menyedot pasir lautnya. Salah satu lokasi yang direncanakan adalah di perairan Pulau Nipah.

”Kita akan pangkas menjadi tiga lokasi lego jangkar. Salah satunya di Pulau Nipah,” tegas Luhut.

Meski demikian, pihaknya masih akan membicarakannya dengan Gubernur Kepri. Pernyataan itu dikeluarkan Luhut setelah berkeliling dengan menggunakan kapal patroli Bea Cukai 60001. ”Tadi kami tinjau 17 lokasi lego jangkar. Nanti akan kita bahas dengan kementerian lain,” sambungnya.

Baca Juga :  Pelanggaran Lalu Lintas Terpantau CCTV

Menurut Luhut, penentuan lokasi akan disejalankan dengan penetapan tata ruang kelautan, termasuk wilayah yang menjadi tempat parkir kapal. ”Penting lego jangkar kapal itu bisa terkendalikan. Sekarang kita lihat ada 17 lokasi lego jangkar. Itu terlalu banyak,” cetusnya.

Diakuinya, dia datang ke Batam sebenarnya khusus meninjau lego jangkar di perairan Batam. Sekaligus untuk menyiapkan materi pertemuan di Jakarta. Sehingga saat pembahasan tata ruang laut yang sedang berjalan saat ini, lebih baik dan bisa memaksimalkan dampak pada pendapatan daerah.

”Ada tiga kementerian yang terlibat di sini. Nanti mereka melihat dan meninjau. Nanti akan kita lakukan rapat koordinasi,” sambung dia.

Saat ditanya soal Pulau Tolop yang tahun lalu ditinjau Luhut, ditegaskan di sana tidak diperbolehkan lego jangkar. Alasannya, di sana merupakan pelayaran internasional. Walau berdekatan dengan Pulau Nipah, namun daerah lego jangkar dipilih di perairan Nipa. ”Pulau Tolop, menurut saya itu tidak aman untuk lego jangkar. Di sana juga lokasi alur pelayaran internasional,” sambung Luhut.

Disebutkannya, dengan tiga lokasi lego jangkar, akan memudahkan dan mengefisienkan pengawasan dari Bakamla, TNI AL, Bea Cukai dan Menteri Perhubungan. ”Paling penting, nanti kapal bisa dikendalikan. Pastinya, tiga kementerian akan meninjau lokasi dan dilanjutkan rapat Kamis mendatang. Setelah ditetapkan, ditertibkan. Nggak ada urusan siapa dia (melanggar),” janjinya.

Baca Juga :  Penyidik Panggil Pejabat Soal Mikol Ilegal

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, dia mendampingi Luhut untuk meninjau dalam rangka rencana penertiban semua aktivitas di laut. Khususnya pada lego jangkar di Kepri. ”Untuk menertipkan semua aktivitas di laut, khususnya lego jangkar,” kata Nurdin.
Dinilai, banyaknya lokasi lego jangkar, imbasnya akan sulit diawasi. ”Kalau sedikit, akan gampang diawasi, sehingga bisa berkontribusi dalam pendapat yang besar bagi daerah,” pungkasnya.

Namun sedikit berbeda dari pernyataan yang disampaikan Luhut, menurut Nurdin, tiga lokasi yang akan dijadikan lokasi lego jangkar, selain Pulau Nipah, juga Karimun dan daerah Bintan.

”Galang tidak jadi, tapi kita tawarkan ke pusat. Kalau memiliki potensi (tempat lego jangkar), kita akan tambah. Tapi tidak menarik karena terlalu banyak,” sebut Nurdin.

Sangat Yakin Ekonomi Membaik
Nurdin menjelaskan, ia makin yakin pertumbuhan ekonomi di Kepri akan semakin membaik. Hal ini jika perencanaan dan upaya-upaya yang dibincangkan bersama Menko Kemaritiman dalam pelayaran selama tiga jam di laut Batam terealisasi.

”Labuh jangkar, investasi dan persoalan sembako tadi kita bicarakan. Semuanya agar Kepri semakin maju. Pendapatan meningkat, investasi terus masuk,” kata Nurdin usai bertemu dengan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan di Turi Beach Resort, Kamis (15/3) petang.

Baca Juga :  Maret Terima CPNS, Februari P3K

Sebelum melanjutkan pertemuan di Turi Beach, Nurdin terlebih dahulu menemani Luhut berkeliling laut Batam selama tiga jam. Perjalanan bermula dari pelabuhan Batu Ampar Batam menuju Pulau Nipa yang memang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

Selama perjalanan itu, Luhut beberapa kali mendapat penjelasan Nurdin dengan kondisi perbatasan dan pulau-pulau sekitar selama perjalanan. Ketika Luhut bertanya, sebelum anak buah kapal menjelaskan, Nurdin tampak lebih cepat tanpa melihat peta menjelaskannya.

Demikian juga dengan perbatasan baik di Selat Melaka maupun di Selat Singapura (Selat Philips). Nurdin sempat menunjuk kapal yang labuh jangkar namun diduga mematikan GPS sehingga tidak terdeteksi.

Dalam perjalanan itu juga, Luhut dan Nurdin melihat langsung kesibukan lalu lintas kapal di Selat Malaka dan Selat Singapura. Luhut melihat potensi besar pemasukan negara dari berbagai aktivitas laut yang berada di Kepri ini.

Sememangnya Nurdin sangat mendukung usulan yang disampaikan Luhut Binsar Panjaitan untuk menjadikan aktivitas pelabuhan dan lego jangkar menjadi makin baik dan terpadu. Seluruh kegiatan dan aktivitas semua pelabuhan di Batam harus makin membaik. Bila ini bisa dilaksanakan, maka akan memberikan dampak yang sangat bagus.(MARTUA BUTAR-BUTAR)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here