Menpar Minta Pelabuhan dan Penyengat Dibenahi

0
431
INDAH: Pulau Penyengat, salah satu destinasi wisata di Tanjungpinang nampak indah dipandang dari atas.

TANJUNGPINANG – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, H Syahrul mengikuti rapat lintas sektor Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan di Jakarta, Senin (20/2).

Rapat ini merupakan penyusunan langkah strategis dalam rangka mewujudkan salah satu target kepariwisataan yang ditetapkan Presiden RI Joko Widodo yakni mencapai target 15 juta wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia selama tahun 2017 ini.

Kali ini, isu yang dibahas adalah Program Transport-Toursim Stimulus Package dalam rangka peningkatan Aksesibilitas Udara oleh Kementerian Pariwisata RI.

Menyangkut akses, pelabuhan merupakan pintu utama masuknya turis. Karena itu, diminta pelabuhan sebagai pintu masuk turis segera dibenahi.

Salah satu diantaranya adalah menggesa pembenahan Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) sebagai gerbang utama masuknya wisatawan ke Tanjungpinang.

Pemerintah daerah juga diminta merangkul warga Penyengat untuk berbenah diri serta merubah mindset menjadi lebih baik.

”Sekarang Ayah masih di Jakarta. Nanti pulang dari sini, baru bisa Ayah dudukkan mana saja yang mesti kita tindak lanjuti lebih dulu. Yang jelas, pelabuhan dan warga Penyengat adalah prioritas,” kata Syahrul menguraikan langkah-langkah strategis yang akan dijalankan sepulangnya dari Jakarta.

Syahrul menambahkan, pihaknya akan merangkul dengan segera para pelaku UKM dan pelaku wisata hingga kepada pelaku seni dalam membuat strategi mendatangkan sebanyak mungkin jumlah kunjungan.

Baginya, PR terberat bukan hanya mendatangkan wisatawan namun juga bagaimana membuat pengunjung tersebut betah dan memutuskan untuk kembali lagi.

”Semakin banyak jumlah kunjungan, maka semakin berat juga amanah kita terutama dalam menjaga kenyamanan dan membuat mereka (wisatawan, red) itu rindu untuk kembali lagi ke Tanjungpinang,” ungkapnya.

Sementara untuk pola pikir warga Penyengat, diharapkan mampu menangkap peluang ini sebagai ladang baru dalam menuai pundi-pundi rupiah.

”Harus lebih kreatif dan inovatif. Jangan sampai peluang ini dimanfaatkan pula orang-orang luar,” imbaunya.

Bahkan hal serupa juga disampaikan Syahrul kepada segenap masyarakat Tanjungpinang untuk bersiap dalam menyambut kunjungan demi kunjungan wisatawan.

”Tinggalkan kesan yang baik. Jaga adat dan budaya Melayu kita, sehingga para wisatawan itu nantinya kagum dan terpukau dengan kehidupan kita di tanah Melayu ini,” bebernya.

Rakor tersebut dihadiri Menteri Pariwisata RI, Dr. Ir. Arif Yahya, Msc, Menteri Perhubungan, Ir. Budi Karya Sumadi, para kepala daerah provinsi maupun kabupaten/kota, serta jajaran dari kedua kementerian tersebut.

Kementerian Perhubungan mendukung pencapaian target 15 juta wisman tahun 2017 sebagaimana arahan dari Presiden Joko Widodo.

Saat ini pariwisata menjadi salah satu tumpuan bagi peningkatan pendapatan nasional. Oleh karena itu perlu dukungan dari semua pihak dan transportasi menjadi hal yang penting dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat menjadi keynote speaker pada acara rakor tersebut.

Menhub melanjutkan, pihaknya akan membuka daerah-daerah yang bakal menjadi destinasi wisata unggulan baru, setelah Bali, Jakarta, Medan dan Kepri.

Daerah-daerah yang menjadi stressing tersebut antara lain Danau Toba, Yogyakarta dengan Kulonprogo-nya serta Lombok dengan kawasan Mandalika-nya.

Menhub menjabarkan bahwa pengembangan kepariwisataan tersebut harus berjalan lurus dengan pengembangan akses udara, yakni pembukaan bandara untuk mendukung pariwisata.

Menhub sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah dalam membangun bandara.

”Saya minta pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder terkait untuk berkomunikasi dengan baik agar dapat memberikan level of service yang baik,” katanya.

Kepada jajaran Kementerian Perhubungan, Menhub memberikan arahan bahwa keberhasilan Kementerian Perhubungan adalah bukan banyaknya mengeluarkan regulasi tetapi mengurangi regulasi agar lebih baik serta peningkatan jumlah penumpang dan tidak ada keluhan dari masyarakat.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, mengawali sambutannya Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan pernyataan, untuk Indonesia, pariwisata sebagai penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah.

Tiga upaya yang harus dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dalam mendukung upaya mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara, yaitu kerja sama layanan angkutan udara, navigasi udara dan bandara serta paket stimulus untuk pembukaan rute baru.

Indonesian Integrated bisa dicapai dengan 3A yaitu attraction accessibility accommodation untuk mewujudkan 15 juta wisman dan tentunya dengan memiliki international airport.

Rapat koordinasi dengan Kementerian Pariwisata ini baru pertama kali dilaksanakan. Ini penting untuk merealisasikan program yang telah ditetapkan Presiden terkait kepariwisataan.

Menurut Kemenpar, Provinsi Kepri termasuk ranking ke empat daerah masuknya wisman setelah Bali, Jakarta dan Medan.

”Ada target yang harus kita capai masuknya wisatawan ke Kepri. Mengingat pentingnya hal ini maka harus ada sinergi pemerintah daerah dengan pihak Angkasapura,” kata Arief Yahya.

Setelah rakor ini, lanjut Syahrul, tentunya Dinas Pariwisata akan membentuk sebuah tim yang minimal terdiri dari 4 dinas, kemudian melakukan pertemuan dengan para pelaku bisnis pariwisata di Kota Tanjungpinang. (cr33/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here