Menperin Minta BP Lobi Proyek ke Pusat

0
560
Tinjau shipyard: Kepala BP Batam dan Menteri Perindustrian meninjau shipyard. F-istimewa/humas bp batam

BATAM – Menteri Perindustrian RI, Airlangga Hartato mengatakan industri galangan kapal merupakan prioritas bagi pihaknya karena mencangkup segala aspek sebagai pelengkap poros maritim. Industri ini menjadi prioritas kementerian Perindustrian untuk Batam.

Karena itu, BP diminta untuk melobi kementerian-kementerian dan kontraktor agar proyeknya dikerjakan di Batam.

Harapan itu disampaikan kepada BP Batam selaku pemengku kepentingan di Batam untuk selalu berupaya mendorong dan menciptakan nilai tambah bagi Kota Batam. Airlangga di Batam untuk menghadiri pelincuran kapal produk PT. Sumber Marine Shipyard, Tanjung Uncang, Batam.

”Pemerintah punya banyak project infrastruktur yang bisa menunjang Batam untuk revive. Jadi tinggal bagaimana dorongan nanti dan BP Batam untuk melobi kementerian yang lain seperti ESDM, dan beberapa kontraktor yang telah memperoleh pekerjaan,” katanya.

Airlangga mengusulkan, agar para kontraktor yang mendapat pekerjaan dari kementerian-kementerian, diundang ke Batam.

”Sehingga mereka diberikan gambaran, platform-paltform,” ujarnya.

Menurutnya, industri galangan kapal atau shypiard merupakan prioritas bagi Kemenperin.

”Industri ini dinilai sebagai industri padat modal, padat teknologi dan padat karya dan semua yang padat padat itu ada di sini,” katanya saat meresmikan kapal MV Iriana di Tanjung Uncang, Batam.

Menurutnya, industri ini sangat strategis untuk mempengaruhi perkembangan infratruktur dan konektivitas pada suatu daerah yang akan melengkapi poros maritim yang semakin kuat.

”Dengan pembangunan kapal tersebut dapat menghemat devisa sekitar Rp 260 miliar untuk satu kapal sehingga dapat memperkerjakan banyak tenaga kerja lokal dan memperkuat mata uang rupiah,” harapnya.

Sementara, Kepala BP Batam, Hatanto mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk menumbuh kembangkan sektor industri galangan kapal secara luas. Pihaknya memberikan dukungan kebijakan dan iklim usaha yang kondusif.

”Industri galangan kapal merupakan sektor strategis yang mempunyai peranan penting dalam mendukung terciptanya Indonesia sebagai poros maritim dunia,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Hatanto mengapresiasi atas peresmian kapal MV Iriana karena mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan industri kapal di Batam. Menurutnya, industri galangan kapal saat ini sedang mengalami penurunan perkonomian secara global.

”Industri shipyard mengalami kelesuan dan peluncuran kapal ini dapat memberikan motivasi dalam mendorong prekonomian,” ujarnya.

Dirinya juga meyakinkan, pihaknya akan selalu membuka diri dan terus berupaya memberikan satrategi khusus melalui forum dan koordinasi di tingkat pusat untuk tetap menjaga industri galangan kapal di Kota Batam.

”Kita bangga, bangsa Indonesia harus bangga buatan anak negeri mampu bersaing di dunia internasional,” imbuh Hatanto.

Sementara Owner PT. Sumber Marine Shipyard, Haneco W. L mengatakan, kapal yang diresmikan, berkapasitas cargo 10.000 DWT. Kapal itu merupakan kapal angkut semen curah pertama dibangun di Indonesia yang menggunakan teknologi electric propulsion.

Teknologi ini menggerakkan baling-baling kapal dengan listrik yang dihasilkan Electric Motor, sehingga hemat bahan bakar serta ramah lingkungan.

”Ini wujud komitmen kami di dalam negeri sesuai misi Indonesia menuju poros maritim, dengan pengerjaan 1 tahun dengan 800 pekerja. Kita mampu membuat kapal berteknologi tinggi,” katanya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here