Mental Entrepreneur Mahasiswa Didorong Saat Kuliah

0
435
BAZAR KULINER: Salah satu kegiatan kampus yang digelar mahasiswa Stisipol Raja Haji, yakni Festival Indonesia Kita yang menyajikan makanan khas daerah. F-ISEP ILHAM/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji, Endri Sanopaka, MPM mengatakan perlunya mendorong para sarjana membuka lapangan pekerjaan baru.

Seorang sarjana itu bukanlah harus mencari pekerjaan tapi harus membuka lapangan pekerja.

”Melainkan kemandirian dari seorang sarjana untuk dapat mengaplikasikan pengetahuannya,” kata Endri, Jumat (24/3).

Aplikasi itu, mahasiswa dapat memecahkan persoalan yang ada di sekitarnya, secara bertanggungjawab dengan keilmuannya.

Saat ini tidak ada perguruan tinggi yang secara khusus menyelenggarakan pendidikan tinggi tingkat sarjana yang mendesain kurikulumnya untuk menghasilkan lulusan yang siap dipakai bekerja.

Melainkan setiap perguruan tinggi menghasilkan lulusan S1, yang sejak awal dalam merancang kurikulumnya menjadikan lulusan sarjana siap untuk membuka lapangan pekerjaan.

”Seperti merancang mata kuliah kewirausahaan, kemampuan komputer terapan, penguasaan Bahasa Inggris, kemampuan ”public speaking,” jelasnya.

Seperti yang telah dilakukan oleh kurikulum Stisipol, dalam beberapa program seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Pihaknya juga mengajak mahasiswa untuk langsung belajar keluar negeri, dalam program belajar study tour.

”Sehingga mahasiswa mampu mengaplikasikan bidang keahliannya, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan pada bidangnya,” ungkapnya.

Masih kata Endri bagi sarjana harus dapat membuka lapangan pekerjaan dengan pengetahuan yang dimiliki sesuai bidang pengetahuannya.

Dengan demikian, para lulusan sarjana dapat bersaing kompetitif dengan modal keahliannya.

Selain itu, mentalitas entrepreneur masih harus terus didorong dan menjadi tanggungjawab perguruan tinggi sejak masih dibangku kuliah.

”Terkadang menanamkan semangat entrepreneur telah dilakukan semasa dibangku kuliah, tetapi perlu didorong mentalitasnya,” katanya.

Sehingga, upaya itu tidak selalu tertuju bagi para sarjana yang selalu di cap sebagai penambah angka pengangguran.

Dosen mata kuliah kewirausahaan Mulyadi Tan, dari kampus Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) mengatakan, pentingnya mengajarkan mahasiswa belajar usaha.

”Kami programkan setiap bulannya untuk mendatangkan seorang pengusaha sukses untuk mengisi materi di kampus,” tegasnya.

Tujuannya, untuk memberikan motivasi dengan belajar langsung kepada pengusaha agar mahasiswa memperoleh ilmu, kelak ingin menjadi seorang pengusaha.(adly bara)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here