Menteri PU Ajak Gubernur Bahas Jembatan Babin

0
796
BERBINCANG: Menteri PU Pera Basuki saat berbincang dengan Gubernur Kepri H Nurdin usai pembukaan rapat koordinasi gubernur se-Sumatera di Ballroom Swissbell Hotel, Jambi, kemarin.f-istimewa/humas pemprov kepri

TANJUNGPINANG – Gagasan untuk menyambung Pulau Bintan dengan Pulau Batam melalui Jembatan Batam-Bintan (Babin) mulai ada harapan bakal terealisasi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono mengajak Gubernur Kepri H Nurdin Basirun untuk membahasnya. Menteri meminta jika Nurdin datang ke Jakarta menemuinya, maka sekaligus dibawa rancangan detail mengenai jembatan itu.

Selain ingin membahas pembangunan Jembatan Babin, menteri juga akan membahas pembangunan waduk-waduk penampungan air baku di Kepri bersama gubernur.

Pembangunan waduk dan embung di beberapa pulau di Kepri juga menjadi perhatian khusus. Karena itu, kehadiran Nurdin ditunggu bersama proposal detail dan perkembangan terakhir tentang Jembatan Babin serta embung-embung.

”Saya tunggu di Jakarta dengan proposal lengkap,” kata Basuki saat berbincang dengan Nurdin usai pembukaan Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera di Ballroom Swissbell Hotel, Jambi, Senin (9/10).

Gubernur Nurdin memang menyampaikan perihal pembangunan jembatan yang menghubungkan dua pulau paling padat di Kepri ini.
Selain itu, untuk kebutuhan pertanian dan ketersediaan air, Gubernur menyampaikan pembangunan embung-embung yang sudah direncanakan.

Baca Juga :  Siap-siap, Juli Penerimaan CPNS

”Kami berharap dukungan pemerintah pusat agar Jembatan Batam-Bintan menjadi prioritas pembangunan,” kata Gubernur.

Kementerian PUPR memang fokus pada pembangunan infrastruktur. Dalam pemaparannya, Basuki menyampaikan lima fokus infrastruktur seperti konektivitas berupa jalan jembatan, air dan sanitasi seperti waduk dan embung-embung, perumahan, energi dan komunikasi.

Rakor gubernur se-Sumatera mengangkat tema ‘Peningkatan Peran Swasta dalam Pembangunan Regional Sumatera dalam rangka Peningkatan Kontribusi terhadap Ekonomi Nasional’. Selain Menteri PUpera, hadir juga Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo.

Mendagri mengatakan, Presiden Joko Widodo saat ini fokus pada pembangunan infrastruktur ekonomi dan infrastruktur sosial. Untuk tahun anggaran 2018, kementerian lembaga dan pemerintah daerah diminta fokus pada masalah pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan ketimpangan sosial yang ada. ”Khusus Kepri infrastruktur lautnya harus dioptimalkan dengan baik,” kata Mendagri.

Baca Juga :  Efisiensi Energi Bantu Industri-Pariwisata Batam

Mendagri menekankan tentang pentingnya sinergi dan konektivitas. Konektivitas harus dipercepat dan daerah diminta melakukan inovasi.
Soal percepatan konektivitas, memang salah satu program yang digesa Gubernur Nurdin. Termasuk juga memfokuskan diri pada pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial.

Jembatan Batam-Bintan menjadi salah satu fokus infrastruktur yang akan dikembangkan. Karena itu Nurdin membincangkannya dengan Menteri PUPR.

Dalam kesempatan itu, Nurdin juga mengatakan, pihaknya terus fokus pada skala prioritas pembangunan. Apalagi yang meningkatkan investasi dan memicu pergerakan ekonomi masyarakat. ”Kita ingin semuanya matang. Penganggaran yang jelas, program terlaksana dengan baik dan terus dievaluasi,” kata Gubernur.

Malah saat ini, saban Senin pagi, Nurdin terus mengevaluasi kegiatan-kegiatan pembangunan. Dari Kepri, hadir pada rakor itu Wakil Ketua DPRD Kepri Amir Hakim. Tampak juga Kepala Barenlitbang Naharuddin MTP, Kadis PU Abu Bakar dan Kadisperindag Burhanuddin.

Baca Juga :  Ikut Pergub atau Taati Permen PUPR

Sekilas tentang Jembatan Babin, rencananya jembatan ini akan menghubungkan Batam Pulau Bintan. Awalnya diwacanakan Ismeth Abdullah tahun 2000.

Tahun 2003 mulai disampaikan ke pemerintah dan disukai investor Tiongkok, tapi tak ada yang jadi membangun. Sudah disampaikan juga ke Bappenas, tapi anggaran tidak ada, sehingga tidak dibangun.

Panjang jembatan sekitar 7 Km. Jembatan akan dibangun tiga trase. Trase I Batam-Tanjung Sauh 2,124 Km. Trase II Tanjung Sauh-Pulau Buau 4,056 Km dan Trase III Pulau Buau-Bintan, 855,3 meter. Biaya diperkirakan Rp 15 triliun sampai Rp 18 triliun. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here