Menteri PU Alokasikan Rp 238 M Bangun Waduk

0
875
MENGERING: Kondisi Waduk Sei Pulai saat mengering beberapa waktu lalu. Kini, Kepri butuh banyak waduk untuk persediaan air baku. f-dok/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Sumatera IV Provinsi Kepri mengalokasikan sekitar Rp 238.446.140.000 untuk pembangunan Waduk Sei Gong di Pulau Galang, Batam.

Anggaran sebesar itu sebagian sudah dan akan dialokasikan selama empat tahun mulai 2015-2018. Waktu pelaksanaan pembangunan bendungan itu 1.140 hari kalender kerja mulai November 2015-Desember 2018 nanti.

Berdasarkan data dari Dirjend Perbendaharaan Negara Kanwil Provinsi Kepri, uang muka pembangunan waduk itu Rp 23.877.140.000. Anggaran tahun 2016 dialokasikan juga Rp 83.933.934.000 dan yang terserap Rp 47.289.260.000.

”Anggaran tahun 2017 dialokasikan lagi Rp 87.085.833.000. Untuk 2018 akan dianggarkan lagi Rp 53.820.967.715,” ujar Plt Kakanwil Dirjen Perbendaharan Negara Provinsi Kepri Taufik di kantornya Batu 8 Atas, Rabu (1/3).

Progres tahun 2016 untuk pembangunan fisik 87,9 persen dan keuangan 53,34 persen sampai Desember. Sedangkan progres terhadap total kontrak, untuk fisik 25,66 persen dan keuangan 32,83 persen.

Fungsi pekerjaan pembangunan Waduk Sei Gong untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat Batam khususnya Pulau Galang. Selain itu, juga disiapkan sebagai sumber air baku untuk rencana industri baru di Pulau Galang.

Pekerjaan yang masih berjalan sekarang ini adalah galian lumpur dan timbunan batu kosong di tubuh bendungan (bagian hulu dari STA 238 sampai STA 75 dan bagian hilir STA 238 sampai STA 175.

Kemudian, galian tanah dan pengecoran di saluran dan menara pengelak. Pekerjaan galian tanah di rumah pompa serta penanaman rumput di slope.

Saat ini, sudah ada lima waduk di Batam. Namun, tahun 2017 ini Batam diperkirakan mengalami defisit air baku atau air bersih. Dimana, diproyeksikan pada tahun 2017, kebutuhan air baku mencapai 113.580.000 meter per kubik atau setara dengan 3.601 liter/detik.

Sementara total ketersediaan air baku dari lima waduk yang ada, hanya sekitar 104.260.000 meter kubik atau mengalami kekurangan sekitar 9.320.000.

Ada pun waduk di Batam yakni, Sei Harapan, Sei Nongsa, Sei Ladi, Sei Mukakuning dan Sei Duriangkang.

Beberapa tahun ke depan, Batam akan kekurangan air bersih terlebih dengan direncanakannya Galang untuk kawasan industri baru.

Karena itu, Waduk Sei Gong dibangun sebagai antisipasi kebutuhan air Batam ke depan. Bahkan air kebutuhan Batam akan dikirim dari Waduk Busung Bintan ke depannya.

Waduk Busung sendiri sudah disiapkan menjadi sumber air baku utama untuk Bintan, Tanjungpinang dan Batam. Kapasitas Waduk Busung sekitar 5.000 liter per detik. Bahkan, air dari waduk ini direncanakan akan dijual ke Singapura.

Di Pulau Bintan, terdapat beberapa waduk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat seperti Waduk Sei Pulai kapasitas 250 liter per detik.

Waduk Sei Gesek kapasitas 100 liter per detik. Waduk ini masih bisa ditingkatkan produksinya karena sumber air bakunya melimpah. Namun harus dibangun Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA) tambahan agar kapasitas produksi bisa lebih dari 100 liter/detik.

Kemudian, ada juga Waduk Sei Jago, Waduk Kolong Enam Bintan dengan kapasitas 20 liter per detik. Akan dibangun juga Waduk Kawal dengan kapasitas 300-400 liter per detik di Bintan.

Perencanaan pembangunan Waduk Kawal ini sudah tiga tahun namun belum terealisasi sampai saat ini. Bahkan, APBN tidak jadi dialokasikan tahun 2017 ini karena lahannya masih bermasalah alias belum dibebaskan. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here