Menteri PU Kaji Titik Pondasi Babin

2
434
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun menyerahkan DED Jembatan Batam Bintan (babin) kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, di Batam, Kamis (25/10). f-istimewa/humas pemprov kepri

Basuki Pastikan Dibangun

Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono memastikan Jembatan Batam Bintan (Babin) akan dibangun. Saat ini masih melakukan kajian titik pondasinya sebelum dibangun.

BATAM – Jembatan ini sangat dibutuhkan. Sehingga kebijakan pemerintah pusat memastikan pembangunan jembatan itu akan dilakukan. Studi akan mulai dilakukan tahun 2019 mendatang, terkait lokasi yang akan dilalui jembatan.

Komitmen pusat semakin kuat untuk membangun jembatan itu setelah bulan lalu Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun ke Jakarta memperjuangkannya, dilanjutkan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, sebelum membangun fisik jembatan, mereka akan melakukan studi dulu untuk menentukan titik jembatan.

Meski sudah ada Detailed Engineering Design (DED) Jembatan Babin yang dibuat Pemprov Kepri, namun Kementerian PU tetap akan melakukan studi lapangan.

”Baru saya ambil DED-nya. Bulan lalu pak Gubernur datang. Habis itu saya undang Otorita Batam (BP Batam). Saya tanya jembatan ini, ternyata dibutuhkan, dan lapor Presiden,” ungkap Basuki.

Ditanya kepastian kapan mulai pembangunan, Basuki tidak menjawab dengan pasti, karena diakui menunggu studi yang akan mereka lakukan. Namun diharapkan, pembangunan akan segera dilakukan.

”Mudah-mudahan tidak lama lagi. Kita mau rumuskan dulu. Tapi kebijakannya kita bangun,” tegasnya.

Studi lebih jauh dibutuhkan karena terkait dengan besaran anggaran yang dibutuhkan. Selain itu, penelitian dibutuhkan secara detail, untuk rencana konstruksi jembatan ke depan. ”Kan panjang, besar anggarannya dan melalui laut. Jadi penelitian harus detail,” imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Kepri, H Nurdin Basirun mengatakan, pembangunan Jembatan Babin akan mendukung pengoperasian Pelabuhan Tanjung Sauh, setelah selesai dibangun. Selain itu, BP Batam juga akan berperan membangun akses ke jembatan Batam-Bintan untuk mendukung pembangunan Tanjung Sauh.

BP Batam juga akan mendorong pertumbuhan kegiatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Tanjung Sauh, sejalan dengan aktivitas di Batuampar. Dimana, nantinya Batuampar sebagai pelabuhan penyuplai untuk Batam dan Tanjung Sauh sebagai Transhipment (pelabuhan besar).

”BP Batam membuat kesepakatan untuk mengkomplementerkan antara pelabuhan Batuampar dan Tanjung Sauh. Kita tekankan kepentingan BP Batam agar Batuampar dan Tanjung Sauh sama-sama tumbuh,” kata Lukita.

BP mengambil peran membantu menentukan titik atau lokasi kaki jembatan. ”Kita akan bangun dua jaringan, akses ke jembatan. Untuk DED kan ada di pihak yang membangun, kita support aksesnya,” ujar Kepala BP Batam, Lukita.

Dengan keberadaan Jembatan Babin, selain akses darat dari Batam ke Pulau Bintan, juga bisa membantu aktivitas pelabuhan Tanjung Sauh kedepan. Dimana, diperkirakan, pembangunan Tanjung Sauh diperkirakan akan menelan anggaran Rp13 triliun.

Direncanakan, pembangunan akan dilakukan konsorsium perusahaan, mulai dari Panbil Group, Pelindo, China Communication Construction Company (CCCC) Limited dari Tiongkok.

Deputi II Bidang Pengembangan BP Batam, Yusmar Anggadinata mengatakan, jika membangun jembatan seperti Jembatan Babin, maka studi seperti Suramadu.

Dimana, studi memakan waktu lebih banyak, karena harus melakukan studi kondisi kedalaman laut dan struktur tanahnya, untuk membuat DED. Dimana harus mencari kaki-kakinya untuk jembatan, menghitung berapa panjang bentangannya dan aspek teknis lainnya.

”Kondisi tanah harus dipelajari. Belum kedalaman laut. Jadi kalau BP Batam pernah buat studi, itu umum,” ujar Angga.

Demikian, menurutnya jembatan ini harus cepat dibangun, supaya pekerja di Batam bisa tinggal di Bintan. Tinggal di Batam dinilai akan mengurangi beban biaya hidup pekerja di Batam.

Waktu mendesain jembatan ini, tak boleh semata-mata hanya membangun jembatan unutk konektifitas. Harus ada jalur khusus untuk pergerakan barang, dan khusus untuk pergerakan massal.

Di jalur transportasi massal juga ada utilitas untuk saluran gas, air, listrik, telepon dan sebagainya. Menurutnya, ke depan perlu dipertimbangkan konsep pembangunan Batam dan Bintan ke depan, meniru konsep Hongkong dan Shenzhen.

Dimana, pusat produksi Cheap Labour Industri akan dibangun di Bintan, sementara Batam akan berperan sebagai pusat logistik. Ada pelabuhan, airport dan ekonomi digitalnya.

Dukung Waduk Kawal
Menurut Basuki, dia baru mengambil disain (DED) terbaru yang disiapkan Pemprov Kepri. Dari disain itu, kajiannya segera dilakukan. Apalagi dari disain itu, ada hitungan pembiayaan yang cukup besar.

”Saya baru ambil disainnya sekarang. Malam ini,” kata Basuki.

Detail Engineeing Desaign (DED) yang baru memang terlibat penurunan pembiayaan cukup besar. Dari pembiayaan yang awalnya sebesar Rp7 triliun, kita menjadi Rp3,4 triliun.

”Dengan DED yang baru, yang semakin memanfaatkan teknologi, biayanya turun drastis,” kata Nurdin, dalam wawancara terpisah, Kamis (25/10) dini hari usai menghadiri seminar tersebut.

Nurdin menegaskan, kemungkinan Kementerian PUPR yang membangun sangat besar. Karena secara kebijakan, kata Nurdin, Menteri Basuki sudah setuju.

Karena itu, kata Nurdin, ketika bertemu menjelang membuka seminar, Menteri Basuki langsung bertanya dan meminta DED Jembatan Batam Bintan.

Menurut Nurdin, DED itu sebenarnya sudah ditunggu Kementerian PU sebulan lalu. Terutama setelah dirinya bertemu dengan Dirjen Bina Marga dan Dirjen Cipta Karya di Jakarta.

Waktu itu, kata Nurdin, mereka banyak diskusi aspek manfaat. Dari perbincangan itu, terangkum aspek manfaat yang cukup besar. Salah satunya, jalur suplai air dari waduk Busung ke Pulau Batam dan kemungkinan Singapura. Penyaluran melalui Jembatan Batam Bintan juga akan lebih efisien.

Soal pemanfaatan Jembatan Batam Bintan untuk penyaluran air dari Pulau Bintan juga disampaikan Menteri Basuki.

”Soal mengalirkannya melalui jembatan Batam Bintan, kita akan lihat (ke depannya),” kata Basuki.

Pembangunan waduk Busung di Pulau Bintan memang menjadi salah satu proyeksi pemerintah. Di lokasi-lokasi yang punya potensi untuk pengairan, kata Basuki, pihaknya akan melihat potensi pembangunan waduk atau bendungan.

”Soal air, kalau ada potensi di dekat-dekat sini, pasti kita bangun. Di Busung potensinya lebih besar. Hasilnya juga akan mengalir ke Batam,” kata Basuki.

Dengan kepastian pembangunan oleh pemerintah pusat, Gubernur Nurdin mengatakan kemungkinan penawaran untuk investor tidak ada lagi. Semua ini, kata Nurdin, memang untuk kepentingan masyarakat

”Kalau ditawarkan ke investor, nanti rakyat terbebani. Karena perjanjian kontraknya akan cukup panjang. Kalau pemerintah membangun biayanya jauh lebih murah. Tidak mengejar profit. Semuanya untuk melayani masyarakat,” kata Nurdin.

Saat memberi ucapan selamat datang ke ratusan peserta seminar nasional, Nurdin juga memaparkan tentang persetujuan Menteri PUPR tentang pembangunan Jembatan Batam Bintan.

Nurdin mengaku bertanya ke Menteri Basuki, apakah dia boleh bercerita tentang Jembatan Batam Bintan. Dalam pertemuan di Bandara Hang Nadim itu, kata Nurdin, Menteri Basuki menjawab: “Lanjutkan saja.”

Nurdin menyebutkan, Jembatan Batam Bintan akan menggerakkan ekonomi secara nasional. Pembangunan itu pun bukan hanya aspek ekonomi, tapi semakin memperkuat martabat bangsa.

”Dengan infrastruktur ekonomi akan tumbuh, mata dunia akan melihat kita,” kata Nurdin.(MARTUA-MARTUNAS)

Loading...

2 KOMENTAR

    • Plagiat dilarang dalam aturan pres… Mohon kepada media saudara agar tidak mencaplok berita tanpa mengikuti kaidah-kaidah mengutip berita dengan benar.
      Peraturan keperdataan yang berkaitan dengan kasus :
      KUHPer :
      Pasal 529 KUHPer
      Pasal 548 KUHPer
      Pasal 557 KUHPer
      Pasal 570 KUHPer
      Pasal 572 KUHPer
      Pasal 584 KUHPer
      Pasal 612 KUHPer

      UU nomor 19 tahun 2002 tentang hak cipta :
      Pasal 2 ayat (1)
      Pasal 3 ayat (1),(2)
      Pasal 12
      Pasal 15
      Pasal 26 ayat (1).

      Toleransi kepada media Anda sudah melampaui batas. Mohon hentikan dan hapus berita yang bersumber dari Tanjungpinangpos.id atau media kita selesaikan melalui jalur hukum..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here