Menteri PU Revisi Desain Babin

0
182
H Nurdin Basirun

Kementerian Pekerjaan Umum berusaha mengurangi biaya pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) dengan mengurangi panjang jembatan.

TANJUNGPINANG – Detailed Engineering Design (DED) yang dibuat Pemprov Kepri tahun 2017 lalu, panjang Jembatan Babin mencapai 7 Km di atas laut dan jalan darat penghubung 6 Km. Sehingga totalnya 13 Km dengan estimasi biaya pembangunan Rp7,175 triliun.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengatakan, Kementerian PU telah membentuk tim yang akan menangani pembangunan jembatan tersebut. Pemprov Kepri pun dilibatkan di dalamnya.

Setelah dilakukan studi di lapangan, tim tersebut menggeser posisi jembatan dari rancangan semula. Dengan pergeseran itu, maka ada beberapa pulau lain yang akan dilalui.

Bertambahnya pulau yang akan dilalui jembatan membuat ukuran jembatan lebih pendek dan memangkas biayanya hingga jauh lebih murah dari taksiran anggaran sebelumnya.

Kemudian, dengan munculnya alat-alat terbaru saat ini yang lebih modern, maka pembangunan kerangka jembatan di atas laut akan lebih cepat dan biayanya lebih ringan.

”Ada alat baru keluar. Kalau pakai alat ini, kerjanya cepat. Biayanya lebih murah. Alat ini nanti yang akan dipakai membangunnya,” jelas Nurdin di Lapangan Bola Batu 10, Sabtu (16/9).

Selain alat baru yang mengurangi biaya, pergeseran posisi jembatan hingga membuatnya lebih pendek juga turut menghemat biaya. ”Pokoknya jauh lebih murah. Jembatan makin pendek, bertambah banyak pulau yang dilalui, ekonomi makin hidup, dan ada alat baru. Ini cukup menggembirakan,” tambahnya.

Nurdin mengatakan, kementerian serius dalam pembangunan Jembatan Babin ini. Apalagi Presiden RI Joko Widodo sudah menginstruksikan ke beberapa kementerian terkait untuk mengurusi jembatan tersebut.

Nurdin mengatakan, ditinjau dari manfaatnya, kehadiran jembatan ini akan mempercepat arus barang dan mobilisasi orang di Batam, Bintan dan Tanjungpinang. Hal ini akan berdampak pada minat investor yang ingin menanam sahamnya di tiga daerah Free Trade Zone (FTZ) tersebut.

Ketika ditanya apakah ada harapan pembiayaan pembangunan Jembatan Babin dimasukkan di APBN 2019, Nurdin tidak bisa menjawabnya. Ia mengatakan, banyak investor yang berniat membangunnya.

Masalahnya, apabila investor membangunnya, maka harus ada untung yang diperolehnya dari investasi triliunan tersebut. Butuh waktu lama mengembalikan modalnya nanti.

Jembatan akan dibangun dengan ketinggian 30 meter di atas permukaan laut. Sehingga kapal feri dan kapal besar lainnya bisa lewat dari kolong jembatan tersebut.

Adapun lebar jembatan 20 meter dan dibuat dua row. Jembatan dilengkapi dengan tiang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). Kemudian, jembatan didesain menarik karena menjadi ikon baru Kepri.

Inilah nantinya jembatan yang akan mematahkan rekor Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) yang telah rampung dibangun tahun 2009 lalu dengan panjang sekitar 4,5 Km.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here