Menteri Susi Bagikan 120 Kapal ke Nelayan Natuna

0
613
BONGKAR IKAN: Para nelayan Natuna saat membongkar ikan hasil tangkapan mereka. f-dok/tanjungpinang pos

NATUNA – Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Dr. (HC) Susi Pudjiastuti akan membantu nelayan Natuna dengan memberikan kapal tangkap ukuran besar tahun ini.

Ukuran kapal itu 5 Gross Tonnage (GT) hingga 10 GT. Menteri Susi sengaja menyediakan kapal besar agar bisa menangkap ikan di lautan lepas.

”Informasinya 120 unit tahun ini yang akan dibantu. Tahun sebelumnya sudah banyak juga bantuan yang diberikan Menteri Kelautan ke Kepri,” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri, Edi Sofyan kepada Tanjungpinang Pos akhir pekan lalu di Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Selama ini, kata Edi, hasil tangkap nelayan laut Kepri khususnya Natuna masih minim. Bahkan, banyak nelayan negara asing yang diam-diam datang ke sana untuk mencuri ikan.

Susi pun tak ingin hasil laut Natuna justru mensejahterakan warga asing. Karena itu, agar tangkapan nelayan meningkat, menteri memberi banyak kapal.

Harapannya ke depan, jika hasil laut Kepri sudah meningkat, maka investor akan masuk untuk membuka pabrik pengalengan ikan.

Selama ini, investor belum ada yang berani membuka pabrik pengalengan ikan di Kepri karena hasil tangkapan ikan belum memadai. Sementara, untuk membuka pabrik harus pasti dulu pasokan ikannya berapa ton setiap hari.

”Kalau hasil tangkapan ikan sudah banyak, maka ada kepastian bagi investor produksi mereka bisa berjalan terus. Tak mungkin kan buka pabrik kalau pasokan ikan kadang ada, kadang tidak ada,” bebernya lagi.

Masyarakat nelayan Kepri, kata dia, bisa makin sejahtera bila hasil tangkapannya meningkat. Sebab, permintaan ikan di dunia semakin tinggi setiap tahun seiring pertumbuhan penduduk dunia.

Karena itu, nelayan jangan ragu kemana hasil tangkapannya akan dijual. Banyak negara yang membutuhkan ikan.

”Singapura dan Malaysia salah satu negara tujuan penjualan ikan nelayan kita,” ungkapnya.

Tahun ini, kata Edi, Pemprov Kepri tetap menyediakan bantuan kapal untuk nelayan. Hanya saja, ukurannya kecil. Pemprov sudah tidak mengadakan bantuan kapal besar.

”Kalau kapal besar hanya berapa unit saja yang bisa kita bantu. Kalau kapal kecil, bisa lebih banyak. Apalagi, masih banyak nelayan yang perlu kita bantu,” ujarnya seraya menambahkan jumlah nelayan Kepri saat ini sekitar 81 ribu orang.

Ia juga menjelaskan, perhatian Menteri Susi ke Natuna cukup besar. Sekarang ini, sudah jarang kedengaran kapal asing mencuri ikan di Indonesia khususnya Natuna.

Itu karena Menteri Susi sangat tegas soal kapal asing yang tertangkap menangkap ikan di perairan Indonesia. Kapalnya langsung diledakkan di laut untuk membuat efek jera.

Sekarang ini, kapal asing makin jarang muncul di Natuna. Warga juga akan dibantu dengan diberikan kapal-kapal besar. Ini akan meningkatkan taraf kehidupan nelayan Natuna ke depan.

Natuna tak hanya perhatian Menteri Susi. Namun, Natuna juga menjadi perhatian Presiden RI Joko Widodo. Menko Maritim Luhut Panjaitan juga menetapkan lima pilar pembangunan di Natuna.

Adapun lima pilar dimaksud meliputi elemen perikanan, pariwisata, jasa industri migas, lingkungan hidup dalam hal pembentukan taman laut, dan pertahanan keamanan (Defence). Pembangunan ke lima pilar ini akan dipercepat pemerintah pusat.

Ada beberapa hal yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2016 lalu di Natuna yakni, pengembangan zonasi wilayah lindung ikan napoleon, pengadaan cold storage, bantuan paket rumput laut, penguatan kelembagaan Balai Benih Ikan Pantai (BBIP), pengadaan kapal dengan intervensi anggaran Rp 13,2 miliar meliputi 33 unit kapal bobot 5 GT ke bawah dan 27 unit kapal 5 GT ke atas.

Ada juga beberapa bantuan lainnya, seperti bantuan alat tangkap, asuransi bagi para nelayan, bantuan sarana budidaya ikan, bantuan sarana budidaya rumput laut dan berbagai kebutuhan laut melalui KKP.

Terkait pembangunan dibidang perikanan, Kemenkomaritim telah memanggil Kedubes Jepang untuk pembangunan pasar ikan berfasilitas lengkap dan menjadi salah satu pasar rujukan di kawasan ini.

Pihak Dubes Jepang sudah melaporkan hal ini ke pemerintahnya. Jepang akan menurunkan tim ahli ke Natuna. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here