Menteri Susi Bantu Nelayan Kepri

0
598
NAIK KANO: Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pujiastuti naik kano di laut Natuna, Jumat (4/8) lalu. Salah satu agenda kunjungan Susi adalah meninjau kelanjutan pembangunan Pelabuhan Selat lampa. f-istimewa

NATUNA – Mimpi Indonesia untuk menjadi poros maritim dunia terus dibangun. Salah satunya dengan membangun Pelabuhan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Selat Lampa Natuna. Pelabuhan ini diklaim akan menjadi pusat pelelangan ikan terbesar di Asia Tenggara dan mulai dibangun sejak 2015 lalu.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti pun sudah berkali-kali ke Selat Lampa untuk meninjau progres pembangunan pelabuhan itu.
Saat berkunjung beberapa waktu lalu ke Natuna, Presiden Ri Joko Widodo langsung meminta menjawab pertanyaan masyarakat kapan Pelabuhan Selat Lampa itu rampung. Jumat (4/8) sore lalu, Menteri Susi kembali berkunjung ke Natuna. Bahkan, menteri yang juga pengusaha itu dijadwalkan berada di Natuna hingga, Selasa (8/8) nanti. Banyak agendanya di sana. Termasuk mengunjungi Pelabuhan Selat Lampa. Susi Pudjiastuti juga dijadwalkan akan menyerahkan bantuan ke sejumlah nelayan di Kepri, khususnya yang di Natuna.

Menteri yang terkenal nyentrik itu direncanakan akan berada di Natuna hingga tanggal 8 Agustus mendatang dengan sejumlah agenda di antaranya penyerahan Bantuan Premi Asuransi bagi Nelayan (BPAN) 2017 di Kabupaten Natuna untuk 72 nelayan dengan nilai premi Rp 175.000. Selain itu, Menteri Susi juga diagendakan akan memberikan Realisasi Klaim Asuransi Nelayan 2016 senilai Rp 160.000.000 (Klaim Pertanggungan Nelayan karena Kematian Alami).

Agenda selanjutnya penyerahan Paket Kapal Pengangkut Ikan 30 GT KM Nelayan 2016-02 senilai Rp 2.252.721.800 dan KM Nelayan 2016-03 senilai Rp 2.252.721.800. Seterusnya menteri Susi juga akan menyerahkan Paket Alat Penangkapan Ikan berupa Bubu Lipat Ikan sebanyak 72 unit senilai Rp 1.971.912.040. Kemudian dilanjutkan dengan arahan Menteri Susi untuk nelayan dan pemerintah.

Menteri Susi akan membantu nelayan Natuna dengan memberikan kapal tangkap ukuran besar tahun ini. Ukuran kapal itu 5 Gross Tonnage (GT) hingga 10 GT. Informasinya, ada 120 unit tahun ini yang akan dibantu. Tahun sebelumnya sudah banyak juga bantuan yang diberikan Menteri Kelautan ke Kepri.

Selanjutnya Menteri Susi akan melaksanakan agenda privat bersama keluarganya selama beberapa waktu di Natuna. ”Itu informasi dari protokoler yang kami terima. Apakah ada perubahan atau bagaimananya kita belum tahu persis. Tapi yang jelas Bu Menteri sudah tiba di Selat Lampa,” kata Kasubag Humas Pemkab Natuna, Yenti di tempat kerjanya, kemarin melalui telepon.

Berenang di Laut Natuna
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sudah tiba di Natuna, Jumat ( 4/8 ) pukul 13:00 WIB. Ia datang menggunakan Kapal Pengawas Perikanan, Orca 2 dari Pontianak dan berlabuh di Pelabuhan Selat Lampa, Natuna. Setibanya di Selat Lampa, Menteri Susi langsung menuju Pelabuhan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) yang tidak jauh dari pelabuhan tempat kapal yang ditumpanginya bersandar. Ia diampingi sejumlah pejabat Natuna.

Kedatangan meteri Susi, sebelumnya direncanakan merapat di pelabuhan Penagi, Ranai. Akan tetapi rencana itu berubah arah ke pelabuhan Selat Lampa sebagaimana rencana awal. ”Rencana berubah. Tadinya Bu Menteri akan nginep di kediaman Pak Bupati, tapi beliau akan bermalam di Selat Lampa. Tapi lagi-lagi kami belum tahu persisnya, kami masih menunggu arahan,” ujar Yenti menambahkan.

Ternyata sejak Jumat sore, Menteri Susi yang menaiki Kapal Pengawas Perikanan Orca 2 sudah bersandar di Pulau Senoa dan menikmati keindahan bawah lautnya serta menginap di Alif Stone sejak Jumat sore. ”Sejak jumat sore kemarin beliau nginap di Alif Stone, dari Selat Lampa kapal pengawas perikanan Orca 2 berangkat dan sudah ada di Pulau Senoa dan Ibu Menteri Susi sempat berenang di sana,” kata Boy warga Sepempang, Ranai.

Ia mengatakan, kehadiran Menteri Susi di Natuna serta naik sampan dan mandi di laut, setidaknya akan menambah minat wisata warga luar ke Natuna. Hal itu lantaran seorang menteri saja dengan santainya menikmati keindahan laut Natuna. Ia berharap, dengan sering datang pejabat negara maupun artis dari Jakarta ke Natuna, mudah-mudahan bisa menggerakkan sektor pariwisata Natuna. ”Kita cuma bisa berharap dengan datangnya wisatawan mulai dari pejabat sampai kalangan artis bisa membuat Natuna lebih terkenal lagi. Apalagi banyak destinasi pantai dengan keindahan bawah lautnya yang memanjakan siapa saja berkunjung,” harapnya.

Salah satu kekayaan alat Indonesia berada di Kepri. Di Natuna misalnya, potensi ikan lautnya bisa Rp 20 triliun setahun. Kemudian, di sana banyak juga ladang minyak dan gas bumi. Stok minyak bumi Natuna diperkirakan 25 tahun lagi. Sedangkan stok gasnya diperkirakan 200 tahun lagi. Jika Indonesia ingin menjadi bangsa pemenang, bangsa yang disegani, bangsa yang dihormati, di kawasan ini dan dunia, maka harus memiliki kekuatan maritim yang kuat. Termasuk kapal-kapal dagangnya, kapal-kapal perikanannya. Karena siapa yang menguasai laut, akan menguasai dunia. (mas/cr25)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here