Menteri Susi Beri Dispensasi untuk Kepri

0
715
NELAYAN tersenyum saat memasukan ikan ke dalam peti ekspor, setelah ada kebijakan khusus untuk kemudahan eskpor, dari pihak terkait, kemarin.f-yendi/tanjungpinang pos

Karantina dan Eskportir Bahas Hambatan Ekspor

BINTAN – Keluhan nelayan dan pengusaha pengumpul di Provinsi Kepri terhadap hambatan ekspor ikan, mendapat respon dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti. Pihak Kantor Karantina Tanjungpinang dan sejumlah eksportir langsung mencari solusi, pada saat pertemuan terbatas di Tanjungpinang, Senin (10/12) kemarin. Ekspor di Kepri mendapat dispensasi.

Terhitung Kamis (6/12) lalu, diberlakukan KMK nomor 2844/KM.4/2018 tentang daftar barang yang dilarang atau dibatasi untuk diekspor dan diimpor, berdasarkan Permen KP nomor 18/PERMEN-KP/2018 tentang perubahan atas Permen KP nomor 50/PERMEN-KP/2017 tentang jenis komoditas wajib periksa karantina ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan.

Ketentuan itu seharusnya diberlakukan untuk ekspor ke negara tertentu yang meminta persyaratan seperti negara tujuan Eropa, Jepang dan beberapa negara lainnya. Namun, sejak Kamis (6/12) pekan lalu, ketentuan ini justru diberlakukan juga ke Singapura. Padahal, Singapura sebagai negara tujuan ekspor ikan dari Kepri, tidak meminta persyaratan wajib periksa karantina ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan.

Baca Juga :  Wabup Tinjau Pembangunan Sambil Jalan Santai

Selain itu, pemerintah pusat juga memberlakukan sistem Indonesia National Single Window (INSW) bagi wilayah Kepri. Akibatnya, ikan hasil tangkapan nelayan yang dikumpulkan oleh pengusaha Unit Pengolahan Ikan (UPI) tak bisa diekspor oleh jasa eksportir, sejak beberapa hari lalu. Ratusan ton kualitas ikan nelayan rusak. Pengusaha (UPI) mengalami kerugian.

Kondisi ini, mendapat respon dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Melalui login website yang ditujukan ke eksportir, BKIPM-KKP menyampaikan permohonan maaf atas hambatan ekspor ikan di Kepri. Karena, akibat tidak berhasilnya rekonsiliasi data izin KIPM dengan aju PEB dan KPBC. Hal ini yang menyebabkan terjadi penolakan (reject) oleh sistem. BKIPM bersama DJ Bea Cukai dan PP INSW melakukan beberapa upaya untuk mengatasi kendala tersebut.

Baca Juga :  Kini, Bintan Ekspor Fillet Ikan hingga Australia

”Kami dapat info, Kantor Karantina dan para eksportir sudah membahas ini. Intinya, permasalahan ekspor ikan di Kepri sudah direspon KKP pusat,” ujar seorang nelayan Bintan yang enggan dipublikasikan namanya, Senin (10/12) kemarin.

”Kemudian, Menteri Susi pun sudah memberi dispensasi untuk wilayah Kepri, ekspor ikan tetap dijalankan seperti biasanya. Hari ini sudah bisa ekspor lagi. Terima kasih atas kebijakan ini. Kami bisa jual ikan lagi ke tauke,” sambung sumber.

Jhoni seorang eksportir perikanan Kota Tanjungpinang saat dihubungi membenarkan, sudah ada pertemuan dengan Kantor Karantina dan semua pihak terkait, mengenai ekspor ikan di Kepri ini.

Baca Juga :  Warga Jangan Ragu Beli Beras

”Rapatnya sudah selesai Pak. Hari ini (kemarin, red) sudah bisa realisasi ekspor. Dengan bantuan Kepala Karantina, kita diberikan dispensasi sampai dengan tanggal 24 Desember 2018 nanti. Dan setelah itu, masing-masing UPI harus memiliki NIK,” ujar Jhoni.

”Untuk mengurus Nomor Induk Kepabeanan (NIK) itu, UPI mengurusnya ke INSW,” sambungnya.

Sampai berita ini diterbitkan, Kepala Karantina Perwakilan Kepri Felix belum berhasil dimintai penjelasan. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here