Menteri Susi Larang Tangkap Lobster Bertelur

0
159
Menteri Kelautan Perikanan RI Susi Pujiastuti ketika melepas ratusan ribu baby lobster di perairan Natuna, akhir pekan lalu. f-istimewa

NATUNA – Agar lobster terus berkembang biak di lautan Natuna, Menteri Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudji Astuti meminta nelayan jangan menangkap lobster yang bertelur.

Laut juga harus terus dijaga agar lobster-lobster bertambah banyak jumlahnya. Sehingga ada yang dipanen ke depannya.

Jika induk lobster yang bertelur ikut ditangkap, maka ke depan jumlahnya makin sedikit. Ini demi kesejahteraan bangsa khususnya nelayan Natuna ke depan.

Hal ini disampaikan Menteri Susi saat melepaskan 246.000 baby lobster (bibit lobster) di Perairan Pulau Sahi, Kecamatan Bunguran Timur Laut Natuna, akhir pekan lalu.

Pada kesempatan itu, menteri didampingi Komandan Lanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan. Susi mengingatkan masyarakat Natuna agar tidak menangkap indukan lobster yang sedang bertelur agar keberadaan spesies laut ini tetap terjaga di Natuna.

”Ratusan ribu baby lobster ini dibawa jauh-jauh dari Tanjung Jabung Timur. Benih Ini kita lepas di sini untuk masyarakat Natuna. Jangan sampai ada yang menangkap lobster yang sedang bertelur demi kesejahteraan bangsa terutama sekali masyarakat Natuna,” tegas Menteri Susi.

Ia mengemukakan, baby lobster itu dilepasliarkan di Natuna karena perairan Natuna dinilai cocok untuk pengembangan lobster.

Kontur perairan Natuna dengan pasir dan karang yang masih alami sangat memungkinkan bagi benih lobster untuk tumbuh dan berkembang biak.

Kalau dilepas di Batam kurang cocok, karena di sana sudah banyak lumpur. Maka dilepas di Natuna agar dapat hidup dan tumbuh dengan baik.

Lobster yang dilepas itu terdiri dari dua jenis yakni lobster jenis pasir sebanyak 10.000 ekor dan sisanya lobster jenis permata. Kesemuanya rata-rata berukuran 2,2 Cm sampai 2,5 Cm.

”Kami berharap dengan program semacam ini, masyarakat jadi lebih mengerti arti penting menjaga laut beserta isinya,” harap Menteri Susi.

Sebelumnya Polres Tanjung Jabung Timur, Jambi telah berhasil mengamankan sejumlah baby lobster yang diduga akan diselundupkan secara illegal ke luar negeri.

Tapi dalam aksi penangkapan itu, petugas Polres Tanjung Jabung Timur tidak berhasil mengamankan yang diduga pelaku karena berhasil kabur terlebih dahulu.

Setelah diperiksa, Polda Jambi melimpahkan baby lobster tersebut ke Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) Jambi untuk mendapatkan treatment lebih lanjut.

”Kemudian kami diinstruksikan untuk membawanya ke Natuna untuk dilepasliarkan langsung oleh Bu Menteri,” tutur Pejabat Fungsional PHPI BKIPM Jambi, Miftahul Fikar.

Ia menjelaskan, total baby lobster itu jika dirupiahkan berharga sekitar Rp37 miliar dengan rincian harga lobster pasir Rp150.000 per ekor dan harga lobster mutiara Rp200.000 per ekor.

Namun begitu, Fikar mengaku tidak mengetahui asal muasal dan kronologis penangkapan ratusan ribu baby lobster itu.

”Asalannya belum diketahui karena terduga pelakunya kabur dan mengenai kronoligi penangkapannya kami tidak tahu karena itu kewenangan polisi. Kami hanya menerima limpahan dari kepolisian untuk dilepasliarkan,” pungkasnya. (hrd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here