Menteri Susi Tetap Larang Pukat di Kepri

0
715
Kapal Nelayan Bintan berlabuh di Kawal. Nampak jaring dan kotak es di beberapa kapal nelayan yang disiapkan sebelum berangkat melaut.f-adly bara/tanjungpinang pos

DOMPAK – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri, Edy Sofyan menegaskan, bahwa Provinsi Kepri tidak termasuk provinsi yang mendapat persetujuan pemakaian alat tangkap cantrang atau pukat.

”Perlu saya tegaskan, bahwa yang disampaikan Menteri Susi itu khusus di Pulau Jawa, bukan untuk Kepri. Dan perlu diketahui, bahwa selama ini, nelayan Kepri tidak pernah menggunakan alat tangkap itu,” tegas Edy Sofyan kepada Tanjungpinang Pos, Jumat (19/1) kemarin. ”Kita tak perlu berandai-andai, apalagi mengada-ngada sesuatu yang tidak pernah ada,” timpal Edy mengingatkan.

Hal senada juga disampaikan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bintan Baini, bahwa dirinya bersama masyarakat Bintan sudah sudah mendapatkan informasi bahwa Menteri Kelautan dan Perikanan Susi sudah melegalkan para nelayan menggunakan alat tangkap centrang tersebut dipakai nelayan untuk menangkap ikan.

Baca Juga :  Tanpa Modal Awal, Untungnya Jutaan

Hanya saja Baini menyampaikan, dirinya tidak tahu persis apakah Provinsi Kepri bagian dari yang dimaksud menteri kabinet Presiden RI Joko Widodo tersebut. ”Saya sudah dapat informasi itu. Bahkan informasi yang saya terima sudah ada juga nelayan kita di Bintan yang rencana mulai membuat alat tangkap itu,” ceritanya.

Selama ini, aktivitas nelayan menggunakan alat tangkap centrang ini dilarang sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015. Memang waktu itu, sempat mencuat bahwa ada aktivitas nelayan yang menggunakan kapal besar, menggunakan alat ini untuk menangkap ikan.

Baca Juga :  Jelang Pemilu, Kesadaran Hukum Prajurit Mesti Meningkat

Sehingg sempat menimbulkan kericuhan antar sesama nelayan di beberapa wilayah di Kabupaten Bintan. ”Kalau ini memang berlaku di Kepri, kita hanya berharap aktivitasnya harus di atas minimal 10 mil ke laut. Karena saat ini banyak sekali nelayan kita alat tangkapnya masih sangat tradisional dan ini sangat terganggu, kalau alat tangkap centrang ini dilegalkan,” beber Baini.

Sebagai informasi, pemerintah kembali mengizinkan para nelayan di pesisir Jawa untuk menggunakan alat tangkap ikan jenis cantrang di Pantai Utara Jawa.

Tak adanya batas waktu, bisa digunakan para nelayan untuk melakukan peralihan alat tangkap dari cantrang ke alat yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, para nelayan dapat mengukur ulang kapal milik mereka agar tidak terjadi penurunan harga.

Baca Juga :  Tahun Ini, Pelindo Benahi Parkir

Susi kemudian mengimbau nelayan pengguna cantrang untuk segera mengganti alat tangkap mereka. Meskipun tak ada batas waktu, Susi menyebut, jika nelayan tetap nakal dan tidak mau mengukur kapal, maka akan ditenggelamkan.

Anggota Komisi II bidang Keuangan dan Perekonomian DPRD Kepri, Rudy Chua menuturkan, dilegalkannya aktivitas nelayan boleh menggunakan alat tangkap centrang atau pukat hanya berlaku di enam provinsi Pulau Jawa. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here