Menuju Kota Sehat, Tim Verifikasi Segera Turun

0
169
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Rustam

TANJUNGPINANG – Berbagai persiapan terus dilaksanakan menunggu tim verifikasi dari pusat terkait penilaian Kota Sehat tingkat Swastisaba.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Tanjungpinang, Rustam menutukan, pihaknya terus berupaya memenuhi berbagai indikator yang ditentukan.

Menurutnya, untuk mensukseskan hal ini perlu peranan semua pihak termasuk masyarakat, organisasi maupun stakeholder terkait.

Rustam mengatakan, tahun sebelumnya Tanjungpinang sudah meraih Kota Sehat untuk dua indikator yakni masyarakat yang mandiri dan pemukiman yang sehat.

Sedangkan tahun ini, Tanjungpinang mengikuti tingkat Swastisaba untuk empat indikator yakni masyarakat yang mandiri, pemukiman yang sehat, pelayanan transportasi dan kawasan pariwisata yang sehat.

Rustam menuturkan, secara proposal atau administrasi Tanjungpinang sudah lulus. Dalam waktu dekat yaitu 23 dan 24 September ini, tim dari pusat yang terdiri dari berbagai unsur berkunjung ke Tanjungpinang.

Tim penilai, menurutnya ada yang independen juga dari berbagai kementerian terkait. Diantaranya Kementerian Kesehatan, PUPR dan bahkan dari Mendagri dan beberapa lainnya.

”Banyak pihak yang terlibat dalam menilai layak atau tidaknya dinyatakan Kota Sehat dengan berbagai indikator tersebut. Kami sedang berupaya terus mewujudkan pola dan perilaku hidup sehat,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos saat dijumpai di ruang kerjanya, kemarin.

Dituturkannya, penilaian Kota Sehat indikator masyarakat mandiri yaitu pola hidup masyarakat intu sendiri. Misalnya komunitas atau kelompok masyarakat melaksanakan senam sehat bersama.

Menurutnya di Tanjungpinang aktivitas seperti ini sudah berkembang. Banyak kelompok yang melaksanakan senam khususnya hari Minggu pagi.

”Kalau hari Minggu pagi kita lihat banyak aktivitas senam sehat bersama dilaksanakan masyarakat. Ini mandiri yang artinya bukan kegiatan pemerintah,” tuturnya.

Selain itu, bekembangnya kegiatan masyarakat menanam berbagai jenis tumbuhan yang bisa dimanfaatkan menjadi obat tradisional. Di sini sekarang sudah ada olahan minuman segar dari serai, sirih merah dan lainnya.

Mereka terdiri dari kelompok masyarakat binaan Puskesmas Tanjungpinang dan Forum Kita Sehat yang melaksanakan kegiatan tersebut.

”Bahkan kini tumbuhan yang diolah menjadi jus atau keripik dan lainnya tersebut sudah dijual. Cukup berkembang,” tuturnya.

Ia mencotohkan khasiat dari jus serai bisa mencegah kolestol dan lainnya. Begitu juga dengan jenis tumbuhan lain bisa mencegah atau mengurangi penyakit yang diderita.

Rustam menjelaskan, tugas ke depan bersama masyarakat terus berupaya menciptakan hidup sehat dengan berbagai hal. Termasuk mewujudkan pariwisata sehat.

Indikator penilaiannya banyak. Mulai dari lingkungan pariwisata tersebut, transportasi menuju lokasi wisata apakah aman, memiliki asuransi dan juga memiliki alat pelindung serta lainnya. Selain itu, penilaian WC umum dan juga pola hidup warganya.

”Kami mengajukan pariwisata sehat itu di Pulau Penyengat. Di sana sudah terkenal dengan sejarahnya. Tugas kita bersama terus berupaya melengkapi fasilitas dan menuju wilayah yang sehat,” paparnya.

Begitu juga dengan pemukiman masyarakat yang sehat, indikator penilaiannya lingkungan. Apakah tersedia TPA yang bagus, kondisi drainase serta beberapa lainnya. (dlp)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here