Menuju PON, Rebut Piala Presiden

0
185
Yakop Sutjipto (kiri) dan Saidina Ali. f-tunas/tanjungpinang pos

Yakop Sucipto Cari Atlet Wushu di Tanjungpinang

Atlet Wushu Kepri ditargetkan bisa merebut Piala Bergilir Presiden RI pada Kejurnas Wushu Senior/Junior 2019. Babak Seleksi Pra PON yang akan digelar di Bangka Belitung mulai, 28 Juni nanti.

TANJUNGPINANG – UNTUK mendapatkan atlet terbaik menuju Pra PON 2019, maka Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Kepri mencari kandidat ke daerah-daerah. Atlet yang dipilih nanti akan mengikuti pelatihan sepenuhnya sebelum bertanding di Bangka Belitung.

Thomas Suprapto Ketua Pengprov Wushu Kepri memberi mandat kepada Yakop Sutjipto untuk mempersiapkannya. Yakop yang juga Ketua Pengkot Wushu Batam ini dijadikan Manager Official Atlet Wushu Kepri.

Yakop sendiri datang ke Tanjungpinang untuk melihat calon atlet yang akan dibina saat pertandingan 18 partai yang digelar AS Dojo MMA Tanjungpinang di Batu 6 Jalan DI Panjaitan, Sabtu (30/3).

Dijelaskannya, saat ini atlet Wushu Sumut, Jateng, Bandung dan DKI yang merajai juara nasional. Meski demikian, bukan berarti Kepri tak bisa masuk ke deretan itu.

Karena itu, butuh persiapan yang sangat matang agar bisa melaju ke PON. ”Kita harus taklukkan dulu Pra PON. Kita harus usahakan masuk 8 besar dan otomatis masuk PON,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos saat memperhatikan atlet yang bertanding saat itu.

Pemilik Batam Fighter Club (BFC) tersebut mengatakan, semua harus bersatu untuk mempersiapkan itu. Ia tahu, banyak atlet Wushu Kepri yang bagus-bagus termasuk di Hapkido. ”Kita harus bersatu. Yang kita bawa nanti nama Provinsi Kepri,” pesannya.

Selain melakukan pencarian atlet ke daerah, Yakop juga akan menyediakan arena untuk para atlet ini. Yakop akan mengadakan kejuaraan atlet wushu Terbaik Kepri Senior/Junior yang akan diadakan, 4-5 Mei di Kepri Mall Batam.

”Yang juara di pertandingan ini nanti akan mendapatkan hadiah dan tiket melaju mewakili Kepri mengikuti babak seleksi Pra PON di Bangka Belitung,” tambahnya.

Makin banyak yang mengikuti seleksi dan tryout di Batam nanti, maka potensi mendapatkan atlet terbaik makin besar juga. Karena itu, Yakop mengimbau semua atlet di Kepri bisa mendaftar atau ikut melalui camp-camp MMA yang ada di daerahnya.

Yang lolos seleksi di Batam nanti akan dilatih penuh selama 1 bulan.

”Pelatih saya di BFC yang akan melatih mereka nanti. Pelatih saya itu para juara nasional. Jadi kita sangat serius mencari atlet wushu terbaik di Kepri,” ungkapnya lagi.

Pria yang juga Wakil Ketua II KONI Kepri ini mengungkapkan, kesempatan menjadi atlet profesional panggungnya tidak dilakukan setiap tahun. Seperti PON misalnya, hanya digelar sekali empat tahun.

”Ini kesempatan buat putra-putri Kepri yang punya talenta beladiri bisa daftar langsung ke kita atau melalui Dojo dan camp-camp lainnya untuk mengikuti pertandingan. Butuh waktu empat tahun lagi agar kesempatan yang sama datang lagi. Inilah saatnya,” pesannya.

”Makanya saya datang langsung untuk melihat pertandingan ini. Saya ingin lihat siapa yang memang punya talenta. Wushu ini bukan hanya teknik dan tenaga, juga pakai otak,” bebernya.

Yakop yang juga putra kelahiran Tanjungpinang ini memberi ruang untuk putra-putri daerah Kepri khususnya Tanjungpinang agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Ia ingin menjadikan atlet Wushu Kepri menjadi pemain profesional. Ia tidak akan melatihnya setengah-setengah. Harus jadi. Salah satu atlet MMA nasional yang dibinanya adalah Jeka Asparindo Saragih (Jeka Saragih), atlet nasional One Pride MMA.

”Sudah banyak atlet yang jadi dan kini jadi atlet profesional. Atlet Wushu ini juga akan kita siapkan menjadi atlet profesional,” tegasnya.

Dijelaskannya, aliran Wushu ini ada di beberapa olahraga seperti MMA (Mixed Martial Arts) maupun Hapkido.

Ada empat aliran Wushu yakni Taulo yang lebih dominan ke seni seperti Golf, silat dan lainnya. Jakop sendiri merupakan atlet silat dan petarung.

Kemudian aliran Sanda seperti MMA dan Wushu Sanda. Jenis lainnya yakni Kungfu dan keempat IP Man. ”MMA itu bisa menggunakan pukulan (tinju), tendangan, bantingan dan kuncian. Kalau Wushu Sanda ada pukulan, tendangan dan dorongan,” jelasnya.

Misalnya, seorang atlet bertarung di arena. Penilaiannya adalah dengan memukul atau mendorong lawan lewat dari garis yang telah ditetapkan. Jika lawan keluar dari garis arena, maka kita dapat poin.

”Makanya, di Wushu ini ada dorongan. Kalau lawan bisa kita dorong keluar dari garis, kita dapat poin. Perlu juga otak bekerja bagaimana untuk mengeluarkan lawan dari arena. Kita misalnya berdiri di pinggir, lawan kita pancing mendekat, setelah itu, langsung kita dorong agar keluar garis,” contohnya.

Menurutnya, atlet-atlet Wushu di Batam sendiri akan mengikuti serangkaian pertandingan tahun ini di tiga negara yakni, Agustus di Manila Filipina (Wushu Amatir). Oktober di Brunai Darussalam (Kejuaraan Wushu Senior/Amatir) dan Desember di Cina mengikuti kejuaraan dunia.

Saidina Ali, salah satu pemilik AS Dojo MMA Tanjungpinang yang juga Ketua Pengkot Wushu Tanjungpinang mengatakan, sebenarnya banyak atlet yang bagus di Tanjungpinang ini.

Selama ini, mereka kurang arena pertandingan dan lebih banyak berlatih. Karena itulah, ia merencanakan akan membuat pertandingan di AS Dojo empat kali tahun 2019 ini. Pertandingan kemarin baru yang kedua. (MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here