Menuju Tanjungpinang Smart City

1
1767
Teguh Susanto

Oleh: Teguh Susanto
Pegawai Pemko Tanjungpinang

Awal tahun 2017 merupakan babak baru bagi perkembangan Kota Tanjungpinang sebagai daerah ibukota Provinsi Kepulauan Riau, menuju Tanjungpinang Smart City. Diawali dengan terbentuknya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Komunikasi dan Informatika, Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai menggagas dan mengkonsep pembangunan smart city.

Bukan ingin latah membangun smart city seperti beberapa kota lain di Indonesia yang telah sukses membangun kota cerdas, konsep yang ada pada smart city sendiri merupakan respon Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk menjawab perkembangan teknologi dan informasi.

Terlebih Kota Tanjungpinang merupakan wilayah perkotaan yang telah didukung oleh jaringan fiber optic (FO) milik BUMN raksasa PT. Telkom Indonesia. Dengan dukungan komitmen dan pendanaan, selangkah lagi saja Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat mewujudkan Tanjungpinang Smart City.

Seperti karakteristik masyarakat perkotaan lainnya, penggunaan internet dan media sosial telah menjadi bagian dan gaya hidup masyarakat perkotaan seperti Kota Tanjungpinang.

Keterampilan untuk menggunakan berbagai aplikasi teknologi informasi yang terus berkembang, penggunaan ponsel cerdas juga telah melekat dan menjadi kebutuhan sekunder dalam aktivitas sehari-hari masyarakat Tanjungpinang. Dengan fakta tersebut, sangat wajar jika Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai menyusun konsep pembangunan smart city.

Lantas seperti apa konsep smart city yang ingin dibangun Pemerintah Kota Tanjungpinang?

Secara umum, konsep smart city dapat diterjemahkan dengan penggunaan teknologi informasi dan internet yang lebih luas dalam layanan publik dan layanan pemerintahan. Untuk internal ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang, Walikota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, SH sebenarnya telah lama mengoptimalkan penggunaan aplikasi media komunikasi berbasis android seperti line dan WhatsApp.

Melalui aplikasi komunikasi berbasis internet ini, walikota membuat beberapa grup yang berisi pejabat eselon 2, eselon 3, dan eselon 4. Walikota sendiri selalu ada dalam setiap grup komunikasi para pejabat itu.

Aplikasi komunikasi berbasis interntet ini berhasil menciptakan komunikasi dan koordinasi yang cerdas antara pejabat, yang berimbas pada percepatan layanan pemerintahan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Sebagai contoh, tumpukan sampah dan dahan pohon yang tumbang ke jalan secara cepat ditangani oleh dinas teknis terkait berdasarkan laporan para anggota grup yang melihatnya.

Tidak perlu menunggu laporan masyarakat, atau menunggu surat diketik terlebih dahulu. Ini merupakan bagian smart city yang telah lama diterapkan di lingkungan internal Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Dengan terbentuknya Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Drs. Efiyar selaku kepala dinasnya pun mulai membangun mimpi yang lebih luas untuk mewujudkan Tanjungpinang Smart City. Menurut Efiyar, banyak hal yang dulunya sekadar diawali oleh sebuah mimpi namun kini menjadi telah kenyataan.

Seperti dulu orang bermimpi bisa terbang, kini sudah tercipta mesin jetpack yang membuat orang bisa terbang.

Untuk membangun Smart Tanjungpinang, Efiyar mengusung 10 misi sekaligus. Smart City Mission itu adalah :
1. Smart Town Planning
2. Smart Transportation/Mobility
3. Smart Water and Sanitation
4. Smart Infrastructure
5. Smart Energy
6. Smart Healthcare
7. Smart Education
8. Smart Building
9. Smart Governance
10. Smart Security

Untuk membangun sebuah smart city memerlukan biaya yang tidak sedikit. Jika 10 misi itu dilaksanakan sekaligus, mungkin saja daerah bisa kolaps. Secara bertahap dengan penganggaran, dan strategi yang smart bukan tidak mungkin mimpi-mimpi itu tidak berakhir sebagai sekadar pemanis secangkir kopi. Kota Tanjungpinang telah memiliki sumber-sumber daya yang dapat dijadikan modal.

Terlebih di dalam visi H. Lis Darmansyah dan H. Syahrul terdapat keinginan untuk menjadikan Tanjungpinang yang transparan, akuntabel, serta melayani. Ini merupakan modal dasar bagi pembangunan Smart Tanjungpinang.

Modal selanjutnya untuk membangun Smart Tanjungpinang itu juga telah tersedia. PT. Telkom Indonesia telah membangun, dan memasang jaringan fiber optic di hampir sebagian besar wilayah Kota Tanjungpinang. Difasilitasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga telah menjalin kerjasama pemasangan 10 titik akses Wifi gratis kepada publik.

Pemasangan WiFi gratis dengan nama KampongKite@WiFi.id itu untuk sementara ditempatkan di Ruang Terbuka Hijau Publik dan Ruang Terbuka Non Hijau Publik. Di antaranya, Gedung Gonggong, Laman Boenda, Anjung Cahaya, Kantor Perpustakaan, Taman Tugu Pensil, Taman Batu 10, dan Halte Terminal Sei Carang.

Selain itu, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga menjalin kerjasama dengan PT. Telkom untuk penyediaan aplikasi Perpustakaan Digital yang dapat diakses publik secara gratis. Aplikasi ini menyediakan 1.000 judul buku yang dapat dibaca masyarakat tanpa memerlukan koneksi internet. Ini merupakan bagian dari misi Smart Education yang telah dimulai Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Bergerak secepat mungkin, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang saat ini tengah melakukan upaya untuk menjolok dana dan fasilitasi pengadaan Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 ke Kementerian Komunikasi dan Informatika. J

ika terlaksana, fasilitas yang disediakan oleh pemerintah pusat itu dapat dijadikan jalan dan dikembangkan menjadi command center untuk mengakselerasi rencana pembangunan Smart Tanjungpinang.

Sejalan dengan upaya tersebut, pada tahun 2017 ini juga Dinas Komunikasi dan Informatika telah “menyicil” program untuk mewujudkan pembangunan Smart Tanjungpinang melalui kegiatan pengembangan media command center.

Command Center adalah fasilitas untuk memonitor kondisi visual yang ada di Kota Tanjungpinang dalam suatu ruang kendali. Modalnya juga telah cukup tersedia, karena saat ini saja Pemerintah Kota Tanjungpinang telah memiliki 10 unit kamera CCTV berbasis web.

Kamera tersembunyi yang terletak di beberapa lokasi strategis dan jalan raya itu menjadi “mata” Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk melihat langsung situasi dan kondisi di jalan raya, dan tempat-tempat keramaian lainnya.

Di tambah dengan fasilitas CCTV berbasis web milik swasta dan instansi lain yang di Kota Tanjungpinang, dipoles dengan teknologi informasi yang telah tersedia, misi Smart Transportation/Mobility dan misi Smart Security yang tadinya sekadar diimpikan Insha Allah segera terwujud.

Tiga dari 10 smart mission menuju Smart Tanjungpinang sebenarnya telah wujud. Dengan titik nol berada pada saat pembentukan Dinas Komunikasi dan Informatika, dalam masa dua atau tiga tahun lagi maka 10 smart mission menuju Kota Tanjungpinang sebagai smart city bukan tidak mungkin terwujud. Masifnya penggunaan internet dan media sosial dalam masyarakat Tanjungpinang, serta telah tersedianya jaringan pendukung akses internet merupakan sarana dan prasarana pendukung terbangunnya Tanjungpinang Smart City. ***

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here