Menumbuhkan Kesadaran Bela Negara di Kalangan Pemuda

0
1702
Alifa Sakina Fitra

Oleh: Alifa Sakina Fitra
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Bela Negara adalah salah satu konsep yang dapat dijabarkan ke dalam perwujudan semangat patriotisme seseorang, suatu kelompok atau seluruh komponen dari suatu negara dalam rangka mempertahankan eksistensi negara tersebut. Secara fisik, hal ini dapat diartikan sebagai usaha pertahanan menghadapi serangan fisik atau agresi dari pihak yang mengancam keberadaan negara tersebut. Sedangkan secara non-fisik konsep ini diartikan sebagai upaya untuk ikut serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara, baik melalui pendidikan, moral, sosial maupun peningkatan kesejahteraan segenap rakyat/warga negara dari bangsa tersebut.

Kesadaran bela negara itu pada hakikatnya adalah kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Unsur Dasar Bela Negara antara lain, Cinta Tanah Air, Kesadaran Berbangsa & bernegara, yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta memiliki kemampuan awal bela negara. Contoh-contoh Bela Negara adalah melestarikan budaya, belajar dengan rajin bagi para pelajar, taat akan hukum dan aturan-aturan negara dan mencintai produk-produk dalam negeri.

Kalau kita coba melihat kondisi bangsa kita sekarang, merupakan salah satu indikator bahwa sebagian kalangan pemuda di negeri ini telah mengalami penurunan kesadaran akan pentingnya bela Negara. Hal tersebut bisa kita lihat dari segelintir persoalan seperti, kebiasaan pemuda yang lebih bangga dengan budaya atau simbol-simbol bangsa lain dan tidak bangga dengan budaya bangsa sendiri ataupun pemuda saat ini lebih cenderung meninggalkan nilai-nilai budaya bangsa dengan memamerkan ciri  westernisasi serta semakin banyaknya pemuda yang melakukan perilaku penyalahgunaan narkoba. Kondisi ini diperparah dengan minimnya kesadaran sosial dan perhatian kepada sesama yang ditunjukkan dengan semakin individualisnya pemuda itu sendiri di tengah-tengah masyarakat. Permasalahan ini jelas mengganggu sikap kesadaran bela Negara pada pemuda.

Salah satu hal penting yang harus disadari pemuda adalah bahwa pemuda tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab atas problematika bangsa yang dihadapi saat ini. Pemuda harus berperan serta dan berada dalam garis terdepan dalam melakukan perubahan, hanya dengan demikianlah pemuda bisa menjaga keutuhan bangsa ini, mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang lebih besar untuk mengantisipasi terjadinya penjajahan gaya baru disegala aspek dan derasnya arus globalisasi yang tak terbendung juga merupakan salah satu cara menjaga negara ini.

Menunjukan semangat dan sikap bela negara tidak hanya dilakukan melalui peperangan yang menghasilkan kemerdekaan saja, akan tetapi dapat ditunjukan dengan menampilkan perilaku-perilaku yang sesuai dengan kerangka ideologis dan konstitusional bangsa indonesia dalam mengisi kemerdekaan indonesia. Mengisi kemerdekaan dapat dikatakan sebagai usaha bela negara, sebab melauli usaha-usaha positif dalam mengisi kemerdekaan dapat membuat keberlangsungan Indonesia sebagai sebuah negara dapat tetap dipertahankan dan senantiasa mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ditengah kerasnya tantangan globalisasi yang justru mengikis rasa kebangsaan dan kecintaan warga negara terhadap tanah airnya.

Usaha pembelaan negara berdasar pada kesadaran setiap pemuda akan hak dan kewajibannya. Kesadaran ini perlu ditumbuh kembangkan melalui proses motivasi untuk mencintai tanah air dan untuk ikut serta dalam pembelaan negara.

Proses motivasi untuk membela negara dan bangsa akan berhasil jika setiap pemuda memahami keunggulan negaranya dan mengingat betapa susahnya para pahlawan kita dahulu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Disamping itu setiap pemuda hendaknya juga memahami kemungkinann segala macam ancaman terhadap eksistensi bangsa dan negara Indonesia.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here