Menyambut Indahnya Bulan Suci Ramadan

0
150
Ismi Cahyati

Oleh: Ismi Cahyati
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH.

Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan dan selalu dirindukan kedatangannya oleh setiap orang mukmin di seluruh dunia. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling mulia dari seluruh bulan dalam satu tahun. Sangat perlu untuk direnungkan pada saat bulan suci ini datang adalah sudahkan kita merasa ada perubahan ataupun mendapat predikat Muttaqin (orang bertakwa) sebagaimana disebutkan di akhir ayat 183 dari surah Al-Baqarah.”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa”.

Kedatangan bulan Ramadan hanya tinggal menghitung hari. Umat Islam sudah mulai mengadakan persiapan-persiapan untuk menyambutnya seperti membersihkan rumah serta kegiatan-kegiatan positif lainnya yang intinya untuk menyambut dan memuliakan bulan suci Ramadan ini. Inilah bulan yang penuh akan kesabaran dan balasan dari kesabaran ialah Surga, Bulan ini juga merupakan bulan kepedulian sosial terhadap sesama, dan bulan ditambahkan rizki bagi orang-orang yang beriman. Barangsiapa yang memberikan makanan untuk berbuka kepada orang-orang yang berpuasa, maka akan diampuni dosa-dosanya dan dibebaskan dari adzab api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang-orang yang berpuasa tanpa dikurangi sedikitpun.

Para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah Saw, tidak semua kita mampu memberi makan kepada orang berpuasa. “ Rasulullah Saw, menjawab dengan sabdanya : “Allah Swt, memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa bagi orang yang berpuasa meskipun hanya berupa satu biji kurma atau hanya seteguk air.” Barangsiapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dibawah kekuasaannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, maka Allah akan meringankan pemeriksaannya pada hari kiamat. Barangsiapa yang menahan diri dari kejahatan di bulan ini, maka Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Dalam bulan suci ramadhan ada beberapa kegiatan bermanfaat yang dapat dilakukan sembari menunggu waktu berbuka puasa. Apasih kegiatan yang seru sembari menunggu waktu berbuka tiba? Ya, tentu saja ngabuburit. Ngabuburit merupakan salah satu fenomena budaya yang tak pernah absen pada bulan Ramadhan. Kegiatan ini identik dengan aktifitas yang dilakukan sembari menunggu waktu magrib tiba atau waktu berbuka puasa.

Ngabuburit menjadi salah satu momentum yang dirindukan oleh banyak orang. Karena aktifitas ini hanya ada di bulan puasa. Tak ayal waktu menjelang berbuka selalu menjadi salah satu puncak keramaian di bulan Ramadhan selain sholat tarawih tentunya. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengisi ngabuburit ini.

Menjelang waktu berbuka ada begitu banyak pedagang makanan dan minuman di pinggir jalan. Sering juga kita jumpai beberapa pedagang yang menjual makanan daerah. Lihatlah dan bergabunglah dalam keramaian ngabuburit niscaya kau akan sadari bahwa Ramadhan adalah bulan pemersatu berbagai golongan. Sungguh sangat mubazir jika kau hanya menunggu bedug magrib di depan layar televisi.

Di bulan Ramadhan masjid-masjid rata-rata mengadakan ceramah-ceramah Islami menjelang berbuka. Aktifitas ini tentu menjadi pilihan yang baik juga. Menghadiri majelis ilmu merupakan salah satu bentuk ngabuburit produktif. Ilmu kita bertambah, pengetahuan meluas, dan insya Allah mendapatkan pahala. Kajian-kajian semacam ini biasanya ditutup dengan berbuka puasa bersama. Sudah tersedia ta’jil gratis untuk para jama’ah. Tapi ingat! Jangan jadikan ta’jil gratis sebagai tujuan utama menghadiri majelis ilmu. Jadikan saja itu niat sampingan. Meski bagi anak kos biasanya hal ini menjadi niat utama. Lumayan buat menghemat uang makan.

Puasa bukan penghalang untuk berolahraga. Sebagian orang memang menghindari olahraga di bulan puasa karena khawatir mengganggu ibadah puasa. Padahal beberapa ahli kesehatan mengatakan bahwa olahraga di bulan puasa sangat baik bagi kesehatan tubuh, namun tentunya harus tetap disesuaikan dengan kondisi fisik. Jika kalian mau, berolahragalah selama 30 – 60 menit sebelum berbuka puasa. Jangan takut haus, toh nanti kalau sudah bedug kalian mau minum satu galon pun nggak bakalan ada yang protes.

Kalau kalian malas keluar, enggan berolahraga, ataupun tidak berkeinginan menghadiri kajian Ramadhan, membaca menjadi opsi yang patut dipertimbangkan. Tapi, pilih-pilih dahulu kita mau baca apa dan mau baca di mana. Saran saya sih menjelang berbuka enaknya baca buku-buku yang ringan saja, bisa komik, novel, ataupun buku-buku motivasi. Kalau tempat paling asyik ya di tempat yang terbuka. Jangan yang pengap dan gelap. Bacalah di bawah langit senja langsung (kalau nggak hujan). Nikmati dan syukuri hembusan angin yang menyentuh wajah dan buku yang kau pegang. Hingga tidak terasa azan magrib berkumandang memanggilmu untuk menutup buku lalu berbuka puasa.

Nah, kumpul keluarga ini yang paling tepat dilakukan pada waktu Ramadhan ini. Ramadhan ini bisa menjadi waktu untuk bersilaturahmi bersama para keluarga dan saudara-saudara. Ramadhan selalu memiliki makna bagi setiap keluarga. Saat menyambut puasa, seperti sudah tradisi, setiap keluarga menyempatkan waktu untuk berkumpul.

Untuk itu diharapkan dengan datangnya bulan suci ramadhan dapat memberikan makna yang sangat besar terutama dalam membuat diri kita sebagai umat beragama islam yang tersebar diseluruh belahan dunia untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya Allah SWT sangat menyukai kebaikan dan pada saat ini lah moment yang paling pas untuk dapat memperbanyak amal kebaikan, melatih kesabaran, dan saling peduli terhadap satu sama lain sehingga dapat terjalin suatu hubungan silaturahmi yang baik. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here