Menyemangati Jiwa Menyambut Tahun Baru Islam

1
428
Dian Fadillah, S.Sos

Oleh: Dian Fadillah, S.Sos
Ketua Taman Bacaan (TMB) Difadil Kepri

1 Muharam sudah ditetapkan oleh Pemerintah sebagai hari libur nasional. Tentunya hal ini dilakukan dalam kontekstual tradisi umat Islam dengan cara doa bersama dan muhasabah sebagai upaya untuk melakukan (introspeksi diri sebagaimana yang orang orang lakukan di tahun baru masehi (Desember –Januari). Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW, beserta para keluarga dan sahabatnya.. Doa akhir tahun : “Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Oleh karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.

Pada prinsipnya, umat Islam sudah pasti tidak asing dengan 1 Muharam sebagai Tahun Baru Islam dalam hitungan kalender Islam Hijriah. 1 Muharam ini sebagai bulan pertama dalam kalender Islam yang merupakan salah satu dari empat bulan suci tahun ini sebagai hari yang sangat penting dan bersejarah bagi umat Islam. Suatu peristiwa penting memperingati dalam peristiwa Hijrahnya nabi Besar Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Kata Muharram itu sendiri mempunyai makna terlarang dan berasal dari kata haram yang artinya berdosa. Mengapa demikian bahwa dianggap bulan paling suci setelah Ramadhan.

Seharusnya, inilah tahun baru yang dirayakan sebesar besarnya di Indoonesia. akan tetapi dalam kenyataannya diam diam saja tidak ada keramaian kota yang menyolok sebagaimana tahun baru masehi. Paling-paling cuma acara acara kecil yang diikutu dengan kirab sore hari. Nuansa Islam yang kental dan kuat tidak terlihat karena harusnya berada dalam rangkaian acara keagamaan yang kolegial seperti Barzanji, Kompang, Marawis, Qiraah, Taradarus dalam bentuk syiar ataupun diperlombakan di masyarakat. Upaya upaya itu dirasakan sangat mengena untuk kekuatan pola keagamaaan dewasa ini yang dapat diikuti dengan lantunan musik melayu yang identik dengan nuansa Islam. Suatu hal sebagai upaya sinkronisasi rangkaian kegiatan yang tentunya diikuti oleh kelompok kelompok ormas Islam, organisasi islam dibawah naungan PHBI atau Kemeneg masing masing. sehingga peringatan suatu Tahun Baru akan lebih bermakna menghiasi tahun baru yang agung ini. Tahun yang ditunggu umat Islan di dunia sebagaimana di arab dengan perignatan yang meriah dan membahagiakan sekali terutama pusat kota. Adapun yang menjadi titik balik atau tolok ukur diberlakukannya peringatan 1 Muharam sebagai tahun baru Islam adalah merujuk kepada perjalanan Rasulullah ketika melakukan hijrah dari kota Mekkah ke Madinah sesuai perintah Allah SWT.

Suatu proses hijriahnya Nabi Muhammad SAW dan sahabat mengandung banyak hikmah bahwa setiap insan saat ini diharuskan melakukan hijrah untuk kehidupan yang lebih baik termasuk berpindah menuju maqom yang lebih baik termasuk proses perpindahan dari sifat buruk menuju kebaikan sehingga mampu menghadirkan memomentum berharga dan manfaat secara lahir batin terutama bagi orang orang yang berakal (tidak sekedar tahu sejarah) tapi mampu membawa iktibar besar bagi kemaslahan umat. Ada kalanya juga banyak umat Islam yang hanya sekedar mengetahui sejarahnya saja tanpa tahu hal yang lainnya.

Sebagai elemen masyarakat seharunya mengetahui arti dan makna suatu peringatan dalam berbagai kegiatan di antaranya: berpuasa, pengendalian dan pendalaman agama, serta berdoa secara khusus agar diberikan penghidupan layak dan berkah dunia akhirat sebagai layaknya yang dilakukan di Pesantren. Di berbagai pesantren ada aktivitas pawai obor rakyat dalam menyambut sebagai rasa syukur yang khidmat sebagaimana yang dianjurkan Rasulullan SAW yang diriwiyatkan Imam Muslim dari abu Hurairah bahwa “Rasulullah SAW bersabda: Puasa yang paling afdhal adalah bulan Ramadan dan Muharam dan salat yang paling diterima adalah salat malam.

Moment Muharam ini mempunyai arti yang sakral karena dianggap sudah berhasil melewati waktu 1 tahun dengan ujian sepenuh hati. Hal itu hanya bisa dirasakan secara jujur kalau yang bersangkutan dengan kebahagian dan kesedihan peringatan sebagai betuk pengabdian hamba kepada Sang Khalik-Nya. Muharam merupakan tahap awal tantangan berikutnya yang dapat dijadikan tongkat estafet dengan melaksanakan agama secara penuh (kaffah) dengan segala bentuk kekurangannya. Ingatlah bahwa kehidupan manusia dimulai secara Fitrah di bulan Syawal hendaknya jadi titik tolak suatu Kehidupan yang berarti. Kehidupan manusia yang ingat akan kubur dan ingat pasti menuju suatu kematian betul betul akan direalisasikan. Jadikan kertas yang sudah berwarna putih bersih dapat diisi dengan tinta tinta kehidupan yang baik sehingga matinya meninggalnya nilai dan karya hebat untuk anak keluarga serta generasi bangsa. Suatu Keberadaan manusia yang berarti bagi orang lain dan orang terdekat sebagai awal tindakan berikutnya menuju Takwa dengan kriteria penilaiannya. Kehidupan sementara sebagai salah satu yang diharapkan di masa depan dengan bentuk dan karya nyata diharapkan secara utuh menuju insan yang mempunyai manfaat.

Sadarilah bahwa Manusia akan memiliki kualitas pada saat berprilaku baik, berkata baik, bertegur sapa sopan yang dapat membantu dan menyenangkan manusia lain karena bantuan Allah swt akan menghampirinya dari jalan yang tidak disangka-sangka (modal sabar dan shalat). Selamat Jiwa dan sambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1439 Hijiriah, Semoga di Tahun Baru ini dapat menjadikan kita sebagai insan yang Kaffah dalam menjalankan keagamaannya dan kenegaraan agar dapat sama-sama menjaga keamanan dan kelangsung umat beragama di Indonesia. ***

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here