Merasa Ditipu, Calon TKI Lapor Polisi

0
278
AKP Lulix Febyantara

Supaat, calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia melaporkan dua nama sebagai biro TKI bernama Wisnu dan Arnol ke Mapolres Karimun karena merasa tertipu. Ia tak kunjung berangkat ke Malaysia untuk bekerja.

KARIMUN – Sebagaimana laporan Polisi : Nomor LP-B / 82 / VII / 2018 / KEPRI / SPKT- RES KARIMUN, pada hari Sabtu (21/7) sekira jam 17.23 WIB mendapat pesan whatsapp dari teman pelapor yakni saudara Iman Kuseri yang isinya tentang penerimaan tenaga kerja di Malaysia.

Kemudian Supaat menghubungi Arnol untuk mendaftarkan diri untuk bekerja. Selanjutnya, Supaat diminta melakukan pemeriksaan kesehatan di Batam serta membawa dana sebesar Rp2.100.000 dan uang tersebut diterima oleh Arnol.

Setelah itu, Supaat kembali ke Tanjungbalai Karimun setelah mengecek kesehatannya dari Batam. Sambil menunggu jadwal keberangkatan ke Malaysia, ia pun melengkapi berkas yang diperlukan. Setelah 15 hari menunggu informasi keberangkatan, dan ternyata sampai saat ini belum ada informasi yang pasti tentang keberangkatan tersebut.

Akibat dari kejadian tersebut, pelapor beberapa orang temannya merasa ditipu. Sebab, masing-masing mengalami kerugian sebesar Rp2.100.000 dan selanjutnya melaporkan ke SPKT Polres Karimun guna proses penyidikan di Reskrim Polres Karimun.

”Laporan telah kami terima, dan diselidiki. Informasinya ada puluhan orang yang telah memberikan uang kepada Arnol. Namun baru 5 orang yang merasa dirugikan, dan selebihnya masih berharap dapat berangkat ke Malaysia,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik, Sabtu (21/7).

Ia berpesan, kepada sesiapa yang hendak bekerja sebagai TKI untuk mendaftar ke biro tenaga kerja resmi. ”Saya imbau, agar tidak mudah percaya dengan informasi yang meminta sejumlah dana jika ingin bekerja di Malaysia. Sehingga tidak menjadi korban penipuan.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here