Merasa Dizolimi, Guru Demo

0
336
GURU-GURU honorer K2 di Batam demo, Senin (18/2). Mereka menuntut agar NIP dikeluarkan karena sudah lulus tes CPNS tahun 2013 lalu. f-martua/tanjungpinang pos

Lulus CPNS 2013, NIK Tak Keluar Hingga 2019

Jangan menzolimi guru. Itulah salah satu ungkapan keras yang disampaikan orator ketika guru-guru honorer K2 di Batam menggelar demo di depan Kantor Wali Kota Batam, Senin (18/2).

BATAM – AKSI Demonstrasi dilakukan sebagai protes para guru yang sebelumnya ikut tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2013 dan dinyatakan lolos, namun kemudian dibatalkan.

Para guru ini merasa dianaktirikan karena dari 484 orang yang dinyatakan lulus CPNS 2013 lalu, hanya puluhan orang yang tak dikeluarkan Nomor Induk Pegawai (NIP) dan Surat Keputusan (SK) pengangkatannya sebagai PNS.

Tahap pertama, sebanyak 312 orang dikeluarkan NIP dan SK-nya, menyusul tahap kedua 73 orang. Tersisa 93 orang lagi yang belum keluar NIP dan sampai sekarang mereka terus berjuang, salah satunya melalui demo kemarin.

Dalam aksinya, para guru itu membawa poster bertuliskan berbagai tuntutan. ”Keluarkan NIP kami. Berikan hak kami. Bila yang lain terima NIP, kenapa kami tidak? Jangan anak tirikan kami. Kami juga lulus,” bunyi salah satu poster yang dibawa pendemo.

Poster lain juga berisi tuntutan senada. Seperti tuntutan, ‘Terbitkan Segera SK Kami!!! Berhenti permainkan nasib kami, berikan keadilan pada kami, jangan pura-pura tuli. Kami tidak mau P3K, kami mau PNS. ”Jangan tutup mata dengan keberadaan kami. Mana keadilan? Jangan menzolimi guru,” teriak mereka.

Para guru honorer yang lolos menjadi CPNS ini menggelar aksi demo setelah kemudian mereka menerima pemberitahuan, pembatalan keputusan mereka jadi PNS. Mereka disebutkan tidak lolos jadi CPNS karena tidak memenuhi syarat.

”Padahal, kami sudah ikut tes dan lolos. Tapi kemudian disurati, berkas tidak memenuhi syarat. Kalau tidak memenuhi syarat, kenapa kami bisa ikut ujian dan lulus? teriak seorang guru honorer di SMA negeri 7 Batam, Maniar.

Jumlah yang demo sesuai data absen yang dicatat ada sebanyak 17 orang guru honor. Namun pengakuan para pendemo, ada 93 honorer K2 yang gagal diangkat menjadi CPNS hasil seleksi 2013.

”Kami menolak jadi P3K. Enam tahun perjuangkan hak kami sebagai PNS, seenaknya kami diminta untuk ikut tes PPPK,” tegas seorang pegawai yang demo, Marlina.

Mereka menolak tegas, menerima jadi pegawai P3K, karena sudah menjalani tes CPNS pada 2013 dan dinyatakan lulus. Pendemo lain, Dewarasta menegaskan, pihaknya tetap menunggu NIP sambil menjalankan tugas untuk mendidik anak sekolah di tempat mereka melayani.

”CPNS 2013 lalu, ada 484 honorer K2 yang berstatus Berkas Tidak Lengkap (BTL). Tapi seiring waktu, dua tahap, pertama sekitar 300-an diberikan NIP, lalu pada tahap kedua sebanyak 73 orang. 93 orang kami, sempat akan diangkat tahap ketiga,” ucapnya.

Menurutnya, status dari 484 tersebut BTL harusnya yang kelompok 93 orang juga mendapat hak yang sama untuk diangkat jadi PNS. ”Kalau tidak lengkap bisa dilengkapi. Tapi ini tidak ada pemberitahuan,” cetusnya.

Setelah menggelar demo beberapa saat, Kepala BKP SDM, M Sahir menerima mereka. Kepada honorer K2 itu, Sahir mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan pengumuman pendaftaran PPPK. 93 orang honorer itu diarahkan ikut P3K. Namun para honorer menolak. Sahir mengatakan, mereka berpatokan pada keputusan BKN yang keluarkan NIP.

”93 honorer K2 sudah diperjuangkan secara prosedural. Keputusan dari BKN Pekanbaru, mereka tidak penuhi syarat karena tertib administrasi,” beber dia, sebelum akhirnya meninggalkan para guru yang kecewa.

Seorang guru, Etika mengatakan, mereka akan tetap memperjuangkan nasibnya. ”Kami ke depan akan terus memperjuangkan ini. Jadi tolong kami jangan diintimidasi. Hari ini saja, kami tak diperkenankan berdemo melalui kepala sekolah,” sesalnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here