Merayakan HPI, Pelajar Ziarah Sastra

0
708
ZIARAH: Dalam rangka Hari Puisi Indonesia 2017, pelajar Tanjungpinang berziarah ke Penyengat, Kamis (27/7). f-fatih muftih/tanjungpinang pos

Kunjungi Sungai Bersejarah hingga Makam Pahlawan

Ziarah tidak harus melulu berhubungan dengan makam. Sebab masa lampau serta penjajakan ulang keping sejarah juga masuk dalam komponen ziarah itu sendiri.

TANJUNGPINANG – Seperti halnya 50 pelajar Tanjungpinang yang melakukan ziarah sastra dalam rangkaian perayaan Hari Puisi Indonesia (HPI).
Pukul 07.30 WIB kemarin, sekelompok pelajar sudah nangkrong di dermaga tempat berlabuh pompong lintas Penyengat-Tanjungpinang. Mereka bukan cabut dari sekolah, melainkan menimba pengetahuan dengan cara yang tidak biasa.

Kurang lebih 50 pelajar SMA/SMK, baik negeri maupun swasta se-Kota Tanjungpinang itu sedang bersiap untuk berziarah. Meski hampir seluruh pelajar sudah tentu pernah berkunjung ke pulau mas kawin tersebut, namun kali ini ada pembeda yang tebal, karena mereka masuk dalam rangkaian acara ziarah sastra.

Baca Juga :  Kamis, Pemilihan Wagub Kepri

Agak asing memang, kata ziarah sastra itu didengar, tapi itulah elemen yang tertuang dalam agenda HPI yang digagas oleh Budayawan Kepri, Datuk Sri Lela Budaya Rida K Liamsi bersama sejumlah penyair ternama tanah air. ”Sebelum ke Penyengat, kami menelusuri Sungai Carang dulu hingga ke Istana Kota Piring. Bukan jalan-jalan biasa karena di sepanjang perjalanan 3 pompong itu ada pemandu yang menjelaskan betapa pentingnya peranan Sungai Carang di kancah kesusastraan,” kata Al-Mukhlis yang bertugas sebagai panitia yang bertanggung jawab dalam agenda ziarah sastra.

50 pelajar lintas sekolah itu tampak bahagia, senyum dan tawa seakan enggan lepas dari wajah mereka di sepanjang perjalanan menelusuri Sungai Carang. Sesekali wajah polos remaja SMA itu mengangguk-anggukkan kepala tanda memahami pengetahuan baru yang disampaikan oleh pembimbing. Pukul 10.15 WIB, haluan 3 unit pompong itu sudah beralih ke Pulau Indera Sakti Penyengat. Kecepatan standar dan sepoi angin laut serta kesyahduan muara laut Tanjungpinang membawa rombongan segera tiba untuk lanjutan tour ziarah.

Baca Juga :  Pas Pelabuhan Mahal, Layanan Minim

Kaki-kaki kecil pelajar itu cekatan melangkah menuju pusara sang Pahlawan Bahasa, Raja Ali Haji yang populer karena karya tulisnya seperti kitab pengetahuan bahasa, thufat al-Nafs, hingga Gurindam XII yang fenomenal di penjuru dunia. Di pusara pahlawan Melayu itu, sudah menunggu Raja Malik Hafrizal selaki narasumber dan penggiat budaya di Pulau Penyengat. Wejangan sastra yang diberikan tentang khazanah lokalitas disampaikannya dengan bahasa yang sangat sederhana hingga mampu membuat puluhan kepala pelajar itu mengangguk tanda mengerti.

Serangkai doa tampaknya tidak luput dari komponen ziarah sastra, karena Raja Abdurrahman Djantan sudah siap memimpin doa dengan khidmad dan khusyuk. ”Doanya bukan hanya doa arwah, namun disejalankan juga dengan doa selamat agar acara HPI ini berjalan dengan lancar hingga akhir,” kata Mukhlis. Agenda HPI memang dimulai dari ziarah sastra dan berakhir pada malam apresiasi puisi pada tanggal 29 Juli mendatang.(YOAN S)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here