Merayakan Ogoh-Ogoh Gergasi

0
972
DIARAK: Umat Hindu di Bintan mengarak ogoh-ogoh raksasa saat perayaan Nyepi di Lagoi, Senin (27/3) malam. Ogoh-ogoh ini dipercayai sebagai pengusir roh jahat.F-suhardi/tanjungpinang pos

BINTAN – Perayaan Nyepi bagi umat Hindu di Bintan yang digelar di Simpang Lagoi disambut antusias masyarakat Bintan.

Sejak siang sampai dengan malam hari, masyarakat serta pengunjung Lagoi sudah memadati kawasan tersebut hanya untuk menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh gergasi (raksasa/besar) setinggi dua meter, Senin (28/3).

Masyarakat serta pengunjung Lagoi sejak siang sudah memadati kawasan simpang Lagoi. Ini menandakan, tak hanya umat Hindu yang semarak menyambut hari raya Nyepi tahun 1939 Saka.

Adalah ogoh-ogoh raksasa setinggi lebih kurang dua meter sudah diarak-arak umat Hindu serta masyarakat Lagoi yang turut menyaksikan perayaan sampai ogoh-ogoh tersebut harus dibakar.

Baca Juga :  Babak Akhir Pengajuan Pahlawan Nasional

Tim pembuat ogoh-ogoh, Oyen menceritakan, tahun 2017 ini pihaknya sengaja membuat model ogoh-ogoh raksasa. Yang artinya sesungguhnya untuk mengusir roh jahat di muka bumi ini.

”Tidak ada tema khusus untuk pembuatan ogoh-ogoh, inisiatif bersama. Ogoh-ogoh raksasa ini sebagai maksud untuk mengusir roh jahat,” terangnya kepada Tanjungpinang Pos.

Perayaan tahun baru Nyepi tahun ini, dipusatkan di simpang Lagoi. Hal ini menurut Oyen, karena permintaan Pemerintah Kabupaten Bintan. Biasanya setiap tahun perayaan serta arak-arakan ogoh-ogoh ini terpusat di sekitaran Pujasera Lagoi.

Baca Juga :  Luhut Dorong Kembangkan Industri Maritim

”Kali ini selain permintaan pemda, kami sengaja menggelar secara terbuka agar lebih memasyarakat,” terang Oyen didampingi tim koordinator Ogoh-ogoh lainnya.

Sekitar pukul 18.30 WIB, rombongan yang terdiri lebih dari puluhan anak muda bersiap-siap mengangkat ogoh-ogoh raksasa. Usai prosesi didoakan, ogoh-ogoh kemudian diarak-arakan lebih kurang 1 Km dari simpang Lagoi.

Kawasan itu sejak sore hingga malam, dipadati pengunjung. Masyarakat muslim maupun Tionghoa turut menyaksikan ke jalan. Mereka tak henti-henti mengabadikan momen itu dengan ponsel maupun kamera DSLR.

”Seru sekali, baru kali ini ngelihatnya. Sbelumnya tidak pernah,” ujar Ramli salah satu warga Tanjunguban.

Baca Juga :  Seksi, 7 Destinasi Kepri Nominasi API 2018

Kepala Kanwil Kemenag Kepri H Marwin Jamal menyampaikan, perayaan tahun baru Nyepi tahun ini lebih menekankan jadikan catur brata penyepian sebagai upaya memperkuat toleransi, kerukunan umat beragama dan bernegara demi keutuhan NKRI.

”Keberagaman yang harmonis ini yang menjadikan Kepri terbaik nasional. Kita berharap harmonisasi antarumat beragama ini menjadikan Kepri, provinsi percontohan yang paling aman dan harmonis,” terangnya. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here