Meriam Meledak, Empat Prajurit Tewas

0
620

TNI Persiapan Latihan Militer  di Natuna

Empat prajurit TNI dikabarkan tewas saat gladi bersih persiapan operasi latihan militer Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI tahun 2017 di Tanjung Datuk Natuna, Rabu (17/5) sekitar pukul 11.00.

Natuna – PRAJURIT tewas akibat meriam yang mereka persiapkan meledak. Sehingga pelurunya hancur dan beterbangan hingga mengenai para prajurit yang berada di sekitarnya.

Informasi di lapangan, ada 10 prajurit yang berdekatan saat itu. Dua dikabarkan tewas kemarin siang. Namun, kemarin sore, beredar informasi yang tewas ada empat orang.
Empat prajurit yang dikabarkan tewas tersebut adalah, Danrai Kapten Arh Herubelum, Pratu Marwan, Praka Edy dan Pratu Ibnu Hidayat.

Pratu Marwan mengalami luka parah. Ususnya keluar. Kaki kiri patah dan masih menyatu dengan badan. Kaki kanan putus dan meninggal dunia sekitar pukul 12.22 di RSUD.
Sedangkan Praka Edy mengalami luka di pinggang ke bawah. Kondisinya hancur kena serpihan peluru. Korban dievakuasi pakai helikopter dari lapangan ke RSUD dan meninggal dunia di perjalanan karena kehabisan darah.

Korban lainnya yang mengalami luka-luka adalah, Pratu Bayu Agung, Serda Alpredo Siahaan, Prada Danar, Pratu Ridai, dan Pratu Didi Hardianto. Kejadian ini diduga akibat meledaknya meriam buatan Cina merek Chang Chong. Saat itu, para korban langsung dilarikan ke rumah sakit.

Kondisi ini membuat suasana panik. Kemarin sore, Bupati Natuna Abdul Hamid juga sudah datang ke rumah sakit untuk menjenguk para korban.

Petugas medis pun berusaha kerja cepat di rumah sakit untuk menangani para korban. Wartawan koran ini di lapangan sudah mencoba mengkonfirmasi kejadian itu ke sejumlah pihak, namun belum ada balasan.

Informasi lain yang diterima korban ini, dalam peristiwa ini, seluruh korban berasal dari satuan Yon Arhanud 1 Kostrad. Rencananya, latihan ini akan dibuka Presiden Joko Widodo, Jumat 9 Mei 2017. Latihan perang PPRC 2017 di Natuna ini melibatkan sekitar 5.900 personel.

Kementerian Pertahanan belum lama ini memasok beberapa persenjataan dan kendaraan tempur dari luar negeri untuk memperkuat TNI, sebut saja roket astros, meriam 155 Caesar buatan Perancis hingga Tank Leopard dari Jerman hingga kendaraan angkut lapis baja.

Mereka tergabung dalam Satuan Tugas Darat (Satgasrad), Satuan Tugas Laut (Satgasla), Satuan Tugas Udara (Satgasud), Satuan Darat (Satrad) lanjutan, Satuan Manuver Infanteri dan Kavaleri, Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur) dan Satuan Bantuan Administrasi (Satbanmin). Berbagai Alat Utama Sistem Persenjataan (Alusista) dikerahkan dalam latihan ini oleh ketiga angkatan yakni darat, laut dan udara.

TNI AD dikabarkan akan mengerahkan 15 unit multi kaliber roket Astros, 6 unit meriam 155 Caesar, 6 unit meriam 76 , 9 unit Giant Bow Arhanud, 2 unit Heli Kopter MI 35, 10 unit Heli Type Bell 412, 18 unit MBT Leopard, 1 unit Recovery Tank, 1 unit Tank Avlb, 20 unit tank MI 13, 14 unit Tank Marder, 10 unit Sea Raider, 3 unit Panser ANOA Mo, 1 unit Panser ANOA Ko, 10 unit Jet Sky dan 2 unit Kapal Motor Cepat (KMC).

Untuk TNI AL akan menurunkan peralatan Alusistanya berupa kapal perang, KRI kelas Sigma, KRI Kelas LPD, KRI Kelas Parchim, 4 Sea Rider milik TNI AL, 5 unit tank amfibi BMP3F, 8 unit Panser Amfibi BTR50M. Sedangkan TNI AU menurunkan 1 FLT PTTA (Skuadron 51 Supadio), 4 FLT BTU, 4 FLT SUL , 9 pesawat C-130, 2 pesawat CN-295 , 1 heli Kopter FLT Standby SAR.

6 Orang Kritis
Sekitar siang jam 12.00 WIB, ruang IGD RSUD Natuna dipenuhi oleh para personel TNI sampai warga yang ingin melihat kejadian kecelakaan yang menimpa anggota TNI yang sedang menjalankan gladi bersih Latihan PPRC di Daerah Teluk Buton.

Banyak warga berdatangan guna melihat langsung para korban kecelakaan tersebut. Diantaranya Eko seorang warga yang ingin menjenguk saudaranya mengatakan, sekitar pukul 12.00 sampai jam 13.00b sekitar 6 ambulan masuk ke ruangan IGD RSUD Natuna dengan membawa sejumlah korban yang berpakaian TNI.

”Ketika mau menjenguk saudara saya di rumah sakit suara sirene ambulan banyak sekali datang ke RSUD. Saya kira ada warga yang sakit ternyata ada beberapa anggota TNI yang terlihat dalam keadaan luka-luka,” kata Eko di samping ruang IGD RSUD Natuna.

Sementara hal yang sama disampaikan oleh petugas RSUD Natuna yang tidak mau disebutkan namanya dan sempat membantu mengevakuasi para korban kecelakaan yang dibawa di RSUD Natuna mengatakan, jumlah keseluruhan yang datang ke RDUD sekitar 8 orang kesemuanya anggota TNI.

”Ada sekitar 8 orang yang dibawa ke RSUD Natuna. Diantara 8 orang itu ada 2 orang yang sudah meninggal dunia dan 6 orang kritis,” ungkap petugas yang sempat membantu mengevakuasi korban.

Berdasarkan pantauan koran ini di lapangan sekitar pukul 13.00 Bupati Natuna sempat memantau langsung kondisi para korban kecelakaan tersebut.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dan lebih lanjut terkait kecelakaan yang menimpa para anggota TNI yang sedang melaksanakan Gladi bersih latihan PPRC. (cr25/bas/mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here