Mesin dan Kayu Diamankan

0
338
Razia: Ditpam mengamankan kayu ilegal dan mesin penyedot pasir di kawasan bandara, kemarin. f-istimewa/humas bp batam

Tambang Pasir dan Ilegal Logging Beraksi di Bandara

Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam, melalui Ditpam terus menyisir aktivitas ilegal di kawasan hutan Bandara Hang Nadim dan daerah resapan air di Batam.

Dari penyisiran itu, ditemukan aktivitas ilegal di kawasan pagar bandara Hang Nadim dan Kampung Jabi, Nongsa yang juga masuk kawasan badara. Saat penggerebekan, para pelakunya keburu melarikan diri.

Kegiatan illegal logging itu berhasil diketahui, Selasa (28/2). Saat itu, tim Ditpam yang turun untuk melakukan penertiban di dua daerah itu, sebanyak 70 orang. Mengetahui rombongan Ditpam datang, para pelaku langsung kabur meninggalkan peralatan-peralatan yang mereka guna.

Sehingga saat itu juga, tim Ditpam BP Batam yang turun ke TKP penyedotan pasir di wilayah bandara Hang Nadim, mengamankan sembilan unit mesin penyedot pasir. Sementara dari kegiatan illegal logging, dua batang kayu yang baru dirobohkan pelaku, diamankan.

”Satu kayu sudah dipecah dan satu baru dirobohkan. Tapi semua pelaku melarikan diri,” kata Direktur Pengamanan, Kombes Budi Santosa.

Menurut Budi, mereka turun ke hutan sekitar bandara itu, sebagai kegiatan rutin. Kegiatan itu rutin dilakukan karena potensi tambang ilegal dan pembalakan hutan.

”Kita sudah berikan peringatan agar tidak ada yang mengganggu daerah serapan air hingga kawasan bandar. Tapi, tetap saja para pelaku melakukan kegiatan ilegal,” cetus Budi.

Pada kesempatan itu, Budi juga mengimbau agar seluruh masyrakat agar ikut menjaga kawasan bandara. Diingatkan, kondisi tanah dan pasir harus diselamatkan.

”Karena kalau sampai tanahnya turun bisa membahayakan penerbangan,” ujarnya mengingatkan.

Selain itu, masyarakat juga agar menyampaikan informasi, jika menemukan aktivitas illegal. Sehingga Ditpam BP bisa segera bertindak. Jika pelaku ditangkap, maka bisa dikenakan UU nomor 23 tahun 2009, tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

”Mohon masyarakat tidak melakukan penyedotan pasir secara ilegal karena merusak lingkungan hidup dan melanggar UU,” pungkas Budi.

Kegiatan illegal logging dan penyedot pasir juga sudah kerap diamankan BP Batam. Namun, aktivitas yang melanggar hukum itu, seperti tidak jera. Bahkan tahun lalu, BP Batam hingga 10 kali mengamankan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung.

Selain ilegal logging, tim terpadu yang terdiri dari Ditpam, Satpol PP, polisi, KP2K dan lainnya, menertibkan rumah, pondok, kandang ternak, kebun, keramba ikan dan kegiatan ilegal lainnya di daerah resapan air Duriangkang. Sementara kondisi saat ini, Dam Duriangkang, mengalami penurunan debit air.

Tahun 2016 lalu, pelaku pembalakan liar juga ada lima orang diamankan dari dekat bundaran Bandara Hang Nadim. Dari pelaku diamankan kayu gelondongan yang hendak diangkut.

Kayu itu diamankan berikut pelaku, saat hendak dimasukkan ke truk. Dari hasil penangkapan, diperoleh barang bukti, di antaranya adalah 52 batang kayu gelondongan. Selain itu diamankan satu unit truk, dua unit motor, dan tiga buah telepon selular.(Martua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here