Meski Online, Calon Siswa Tetap Padati Sekolah

0
197
Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang meninjau penerimaan siswa di SMPN 7 Tanjungpinang, Senin (1/7).

TANJUNGPINANG – Meski Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem online, namun para orangtua tetap memadati sekolah.

Pantauan Tanjungpinang Pos, Senin (1/7) para orangtua dan calon siswa datang ke SMPN 7 Tanjungpinang. Bukan hanya mengantar berkas bukti pendaftaran namun ingin memastikan anaknya keterima atau tidak.

Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu menuturkan, bahwa pada prinsipnya seluruh calon siswa harus ketampung atau mendapatkan kursi di sekolah. Bila tidak, maka akan dikomunikasikan ke dinas terkait.

Serta ia menghimbau agar orangtua bersabar, mengikuti ketentuan agar semua proses berjalan tertib dan nyaman.

Dituturkannya, sistem penerimaan online harusnya mempermudah para calon siswa maupun orangtua dalam proses pendaftaran.

Wali Kota Tanjungpinang Syahrul minta agar orangtua siswa tidak memaksa untuk mendaftar anaknya ke sekolah tertentu. Ia mengatakan saat ini sudah tidak ada lagi istilah sekolah favorit dengan penerapan sistem zonasi yang diberlakukan se Indonesia.

“Kepada orang tua jangan memaksakan, sudah ada aturanya, ada Permendikbud yang mengatur jadi kita ikuti itu,” kata Syahrul.

Kepala Sekolah SMPN 4 Tanjungpinang, Muhammad Dirman mengatakan secara umum proses PPDB masih berjalan dengan lancar, hanya ada beberapa kendala dari orang tua dalam pendaftaran online sehingga ia datang ke sekolah untuk minta bantuan pendaftaran.

“Untuk itu kita sediakan tiga unit komputer bersama petugas untuk mengarahkan orang tua dalam mendaftarkan anaknya,” kata Dirman.

Ia mengatakan, setelah pendaftaran online orang tua datang ke sekolah membawa print out pendaftaran serta melampirkan Kartu Keluarga (KK) asli dan foto kopi bersama daftar nilai ujian yang asli bersama foto kopi.

“Di sini kita lakukan pengecekan oleh petugas PPDB terkait data siswa,” sebutnya.

Dirman meminta para orang tua mendaftarkan anaknya di rumah atau di warnet sebab jika menghandalkan mendaftar di sekolah dengan jumlah yang banyak nantinya akan terkendala.

“Bagusnya mendaftar sendiri di rumah, jangan terburu-buru dalam mendaftar sebab masih ada enam hari ke depan,” ucapnya.

Ia menuturkan, pendaftaran mulai dari pukul 08.00 -14.00 WIB. Untuk SMP N 4 kuota tahun ini akan menerima 256 siswa untuk mengisi delapan ruang kelas dengan rincian 32 siswa per kelasnya.

Sementara itu pantauan di Warung Internet (Warnet) MS, Pemuda tepatnya di depan SMA N 4 ramai. Pada hari pertama PPDB sudah dipadati oleh siswa yang akan mendaftar bersama orangtuanya.

Parman, salah satu orang tua yang sedang mendaftarkan anaknya mengatakan, kedatangannya ke warnet itu memang untuk mendaftarkan anaknya. Ia telah meng-upload berkas berupa bukti kelulusan serra mengetak bukti pendaftaran untuk di bawa ke sekolah.

“Ramai, banyak juga yang minta bantu daftarkan kepada penjaga warnet, tapi tadi anak saya langsung bisa daftar sendiri setelah bertanya-tanya ke teman sebelahnya,” ujarnya.

Menurutnya penyebab warnet ramai dikarenakan banyak orang tua yang datang untuk mendaftar sehingga butuh bantuan penjaga warnet untuk mendaftar.

Berbeda dengan Dina yang mengaku akan mendaftar ke SMKN 1, mengaku tidak susah untuk mendaftar karena bisa dilakukan menggunakan smartpone dan tujuannya ke warnet hanya untuk mencetak berkas untuk pendaftaran ke SMK saja.

Anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang, Agus Djurianto menuturkan, bahwa seluruh siswa harus tertampung. Jangan sampai ada orangtua yang tertolak di tiga sekolah yang dipilih.

“Jangan sampai ada siswa yang tak keterima di tiga sekolah dipilih. Ini penting diperhatikan Ketua PPDB di Disdik,” ucapnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here