Mesti Kondusif dan Kampanye Cari Investor

0
304
TINJAU: Lukita saat meninjau pelayanan di Mal Pelayanan Publik di Gedung SPC Batamcenter, pekan lalu. f-martua/tanjungpinang pos

Masukan Menko Perekonomian kepada Bp Batam

Terpuruknya ekonomi Batam setahun ini menjadi perhatian pusat dan juga negara tetangga. Banyak masukan diberikan dan juga dilakukan pergantian pimpinan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Harapannya bisa membawa perubahan yang lebih baik.

BATAM – Sejak pergantian pimpinan BP Batam dua bulan terakhir ini, banyak program yang disiapkan untuk menstimulus pertumbuhan ekonomi. Jika selama ini kebijakan pimpinan BP Batam banyak diprotes kalangan pengusaha, kali ini pengusaha dan BP sudang saling bergandengan tangan untuk memajukan Batam.

Bahkan, dalam sejarahnya pimpinan BP Batam sudah beberapa kali di Gedung Pemko Batam hingga didaulat menjadi inspektur upacara. Kedekatan BP dan Pemko menjadi gambaran telah terciptanya tatanan baru dua pemerintahan yang saling sinergi.

Lukita Kepala BP Batam dan Rudi Wali Kota Batam sudah mengikrarkan akan sama-sama dan bersinergi membangun Batam. Jurang permusuhan yang selama ini terjadi sudah hilang. Tidak ada lagi ego diantara mereka.

Setidaknya, anggota DPD RI juga sudah memuji sikap Pemko dan BP yang sudah akur. Itu merupakan penilaian penting bagi investor yang mau masuk ke Batam.

Meski demikian, masukan-masukan penting dari pejabat negara juga mengalir ke BP terutama agar bisa mengembalikan kejayaan ekonomi Kepri seperti sedia kala. Tahun 2017 ini, ekonomi Kepri benar-benar anjlok.

Penyebabnya adalah hancurnya ekonomi Batam. Gambaran ekonomi Kepri tergantung Batam karena menyumbang 71 persen. Jika ekonomi Batam anjlok, maka ekonomi Kepri terseret. Jika ekonomi Batam maju, demikian juga daerah lainnya di Kepri.

Menko Perekonomian RI, Darmin Nasution masih optimis kalau ekonomi Batam bisa tumbuh 7 persen dalam 2 tahun. Alasannya, karena potensi itu ada. Apalagi, Batam sudah pernah mengalami pertumbuhan ekonomi hingga 7,6 persen.

Saat ini yang perlu dilakukan adalah bagaimana bisa memanfaatkan potensi yang besar tersebut tidak hanya menunggu, melainkan harus kampanye dan mencari investor sebanyak-banyaknya.

Untuk bisa mewujudkan hal itu adalah tentu yang pertama harus menciptakan Batam kondusif dan suasana yang baik. Diminta agar Batam menyusun zona-zona yang akan dikembangkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam.

”Zonanya apa saja. Ada pariwisata digital, ekonomi kreatif dan juga menjadikan Batam sebagai pusat logistik terbesar di Indonesia,” katanya di Batam, baru-baru ini.

Dia juga menilai jika Batam potensia sebagai pusat logistik. Dimana, pengembangan logistik di Indonesia belum baik, dimana rasio logistik terhadap ekonomi sekitar 24 persen. Sementara di lainnya, sekitar 12 persen. Sehingga harus dirancang bagaimana menjadikan Batam sebagai pusat logistik.

”Sekarang sudah nggak zamannya, butuh barang dari Eropa, dikirimnya dari Eropa. Biasanya mereka sudah akan mengumpulkan barangnya di beberapa tempat lain,” tutur Darmin.

Sementara Menpan RB Asman Abnur mengatakan, pihaknya akan membantu mewujudkan harapan itu melalui penyederhanaan perizinan. Diminta agar waktu pengurusan perizinan bagi investor dipercepat. Pelayanan perizinan menjadi kunci agar investor merasa nyaman berinvestasi di Batam.

”Saya ingin tegaskan lagi bahwa mental aparatur kita harus diubah. Bukan lagi berorientasi pada kekuasaan, tetapi pada pelayanan,” tegasnya.

Diyakini, pertumbuhan ekonomi Batam akan semakin cepat jika dijadikan sebagai pusat logistik. Dimana, untuk mendorong Batam sebagai pusat logistik, Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menyiapkan warehouse untuk toko online.

Darmin Nasution menilai, bukan hal yang mustahil Batam berkembang pesat sebagai pusat logistik, melihat letak wilayah Batam yang strategis.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita, pekan lalu di Batam mengungkapkan, rencana pihaknya untuk membuka warehouse-warehouse untuk menampung barang-barang yang akan masuk. Satu potensi yang dilihat BP Batam, adalah tentang keberadaan toko-toko online.

”Toko online seperti Amazon dan lainnya itu punya digital platform. Tapi tetap saja mereka harus punya fisik platform. Kalau ada order, di sini bisa jadi pusat distribusi barangnya untuk dikirim secara cepat ke beberapa wilayah lain,” kata Lukita.

Diakuinya, jarak Batam dengan negara tetangga yang berdekatan, menjadi salah satu keunggulan. Sehingga saat ini diakui pada masterplan yang baru, pihaknya sudah memasukkan hal itu.

”Bahwa logistik menjadi satu andalan yang akan dikembangkan di Batam. Memungkinkan dalam hitungan jam saja, barang pesanan sudah sampai,” bebernya.

Konsep tersebut diakuinya sudah disampaikan kepada calon-calon investor yang akan masuk ke Batam. Untuk industri lain yang disasar oleh BP Batam yakni usaha-usaha kreatif. Inilah yang akan ditarik masuk ke Batam.

”Embrio industri kreatif sudah ada di sini, seperti kinema. Itu juga kita dorong untuk memperbesar arealnya dan terkait bisnis-bisnis digital lainnya,” terangnya.

Diakuinya, selain itu ada juga investor yang akan mulai memperbesar areal untuk investasi perangkat elektroniknya. ”Saya belum bisa sebutkan namanya, tapi kami harapkan tidak hanya proses produksinya saja di sini. Namun juga pengembangan teknologinya bisa dilakukan di sini,” tutur dia.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here