Mestinya, GM Pelindo Malu

0
900
H Nurdin Basirun

Pas Penumpang Naik, Pelayanan Pelabuhan Amburadul  

Pelindo resmi menaikkan tarif pas penumpang di Pelabuhan internasional Sribintan Pura. Naiknyadari 13 Ribu jadi Rp 35 ribu untuk Warga Negara Indonesia (WNI) dan menjadi Rp 55 ribu untuk Warga Negara Asing (WNA). Berlakunya mulai 1 Juni ini.

Tanjungpinang – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun sempat minta PT Pelindo agar menunda kenaikan pas pelabuhan dulu sampai Idul Fitri. Gubernur menilai Pelindo belum berkoordinasi dengan Pemprov Kepri. Mantan Bupati Karimun ini juga menilai Pelabuhan SBP belum layak menaikan pas penumpang dengan kondisi pelayanan yang amburadul.

”Jangan naikkan pas penumpang pelabuhan di tengah kondisi masyarakat lagi kesusahan,” tegas Nurdin. Menurutnya, saat ini lagi puasa dan sebentar lagi Idul Fitri. ”Boleh naik tapi setelah Idul Fitri,” kata Nurdin.

Anggota DPRD Kepri daerah pemilihan Tanjungpinang, Rudi Chua juga kesal dengan pelindo yang tetap menaikan tarif pas pelabuhan. Mestinya, kata Rudi, pimpinan Pelindo malu menaikan tarif di saat kondisi pelabuhan masih amburadul.

”Mestinya Pimpinannya malu. Penumpang saja merasa tak nyaman karena kondisi pelabuhannya yang acak-acakan malah berani menaikan tarif pas penumpang,” tegasnya. Kata dia, bukan nilai kenaikan pas pelabuhan yang ia persoalkan. Tapi, Rudi menyebut dengan kondisi pelabuhan yang sedang dalam renovasi maka pelayanan tak akan bisa maksimal.

Baca Juga :  Hari Ini, Satlantas Mulai Gelar Razia Simpatik Seligi

Rudi mempertanyakan, kelayakan pas pelabuhan naik.Menurutnya, para turis tentu akan merasa dibohongi. Sebab, dengan membayar pas pelabuhan Rp 55 ribu, tapi mereka tidak menerima pelayanan yang baik. Bahkan, harga pas pelabuhan di Singapura hanya 6 dolar, tapi kondisi pelabuhannya sangat baik.

”Tentu, turis akan merasa diperas karena membayar mahal pas pelabuhan yang mahal sementara kualitas pelayanan sangat rendah. Biasa pas pelabuhan di SBP hampir sama dengan tarif pas pelabuhan di Singapura, padahal kualitas pelayanannya sangat jauh beerbeda

Sementara, General Manager (GM) PT Pelindo I Cabang Tanjungpinang, I Wayan Wirawan mengatakan, kenaikan tarif pas Pelabuhan Internasional sudah pernah dibahas sejak Januari-Februari 2017 lalu.

Menurutnya sudah ada pertemuan dengan Wali Kota (Wako) Tanjungpinang, H Lis Darmansyah atau diwakili, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga dinas terkait di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang. Malah Wayan mengklaim kenaikan pas pelabuhan itu merupakan hasil keputusan bersama.

Baca Juga :  DBR Kembali akan Digelar

”Kenaikan tarif pas Pelabuhan Internasional ini hasil keputusan pertemuan serta rapat bersama dari berbagai kalangan. Baik itu pemerintah setempat maupun lainnya. Artinya, kita sudah sepakat untuk menaikkan tarif pas Pelabuhan Internasional,” kata I Wayan kepada Tanjungpinang Pos, kemarin,” kata I Wayan kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Uang pas Pelabuhan Internasional yang dibayar oleh penumpang, kata dia, akan digunakan untuk melakukan perbaikan pelayanan pelabuhan terhadap publik, dalam hal ini penumpang yang ingin hendak berangkat maupun datang dari luar negeri ke Tanjungpinang.

Menurut Wayan, itu supaya penumpang merasa nyaman di saat menunggu keberangkatan di ruang tunggu, toilet yang bersih dan masih banyak lagi pelayanan publik yang perlu dibenahi. Tempat parkir salah satunya.

”Kan bisa dilihat sendiri. Kita sekarang sedang dalam perbaikan pelayanan publik,” ucap dia. Ia sempat heran, kenapa tarif pas Pelabuhan Internasional di Tanjungpinang hanya mencapai Rp 35 ribu saja di ributkan.

Padahal, tarif pas Pelabuhan Internasional di Tanjungpinang, di bawah tarif pas Pelabuhan Internasional di luar Kota Tanjungpinang. Ada yang mencapai tarif pas Pelabuhan Internasioanl Rp 60 ribu, bahkan ada yang lebih dari Rp 60 ribu. ”Baru naik 35 ribu saja, sudah ribut,” terang dia.

Baca Juga :  Orang Asing Mulai Diawasi

Dia berjanji, Pelabuhan Internasional di Tanjungpinang akan dijadikan ikon Ibu Kota Provinsi Kepri, yaitu Kota Tanjungpinang. Sehingga orang asing masuk ke Tanjungpinang melalui Pelabuhan Internasional maupun domestik merasa nyaman dan betah.

”Kita ini berupaya meningkatkan pelayanan. Artinya, kecuali kita tidak berbuat apa-apa. Bolehlah menolak kenaikan tarif pas Pelabuhan Internasional. Inikan kita sedang berupaya, bagaimana pelabuhan ini nyaman dirasakan oleh penumpang,” lanjut Wayan.

Sementara itu, Wali Kota (Wako) Tanjungpinang, H Lis Darmansyah mengatakan, kenaikan tarif pas Pelabuhan Internasional yang dilakukan oleh pihak Pelindo masih dalam batas kewajaran.
Karena, sambungnya, Pelindo masih mau berbuat perubahan untuk meningkatkan pelayanan di Pelabuhan Internasional.

”Sekarang saya mau tanya. Siapa yang selalu pergi pulang ke luar negeri. Pasti itu orang mampu. 70 persen orang dari luar negeri. Kenaikan ini masih dibatas kewajaran,” kata Lis.(ANDRI-ABAS-SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here