Mewujudkan Pendidikan Berkarakter

1
1260
Rini Anriani

Oleh: Rini Anriani
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, UMRAH

Pendidikan adalah pembelajaran, pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi kegenerasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.

Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir, seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan music dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.

Telah dikemukakan bahwa tingkat pendidikan yang tinggi sangat penting bagi Negara –negara untuk dapat mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.Saat ini banyak sekali para calon pemimpin,baik pemimpin daerah maupun pemimpin pusat yang menggadang-gadangkan akan memberikan pendidikan gratis bagi para masyarakatnya. Mereka berjanji jika mereka terpilih, mereka akan memberikan pendidkan layak secara gratis. Akan tetapi, di lapangan wacana pendidikan gratis ini sangat mustahil untuk dilaksanakan karena tidaklah tepat. Wacana ini akan menemukan beberapa permasalahan yang akan terjadi dilapangan jika tetap dilakukan. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa pendidikan gratis tidaklah tepat untuk dilaksanakan dinegeri ini

Alasan pertama,kata gratis dalam wacana tersebut mengindikasikan bahwa tidak ada sepeser pun biaya yang harus dikeluarkan. Namun nyatanya,disekolah tetap saja ada pungutan. Para siswa tetap akan dikenai biaya seperti membeli baju olahraga, seragam, dan keperluan sekolah lainya. Hal ini dikenakan bantuan yang diberikan hanya bantuan operasional saja, seperti biaya listrik, air, buku-buku pelajaran, dan lain-lain. Itupun tidaklah cukup karena sekolah juga membutuhkan biaya operasional yang harus dikeluarkan setiap harinya seperti biaya fotokopi, spidol, dan lain-lain. Sehingga sekolah pasti menarik bayaran kepada siswanya. Oleh sebab itu,kata gratis dalam wacana ini tidaklah tepat dan tak lebih hanya sebagai pemanis saja.

Baca Juga :  Penyebaran Narkoba Semakin Mengancam Generasi Muda

Alasan kedua, jika digratiskan sekalipun, para pelajar tidak akan memiliki rasa tanggung jawab. Mereka akan seenaknya saja bersekolah karena mereka pikir sekolah tidak memerlukan pengorbanan sedikt pun. Akan tetapi, jika membayar para siswa akan memiliki tanggung jawab yang sangat tinggi untuk belajar. Mereka akan serius dalam belajar jika mereka tidak serius dalam belajar maka mereka akan merugi.

Selanjutnya, jika pemerintah tetap berkomitmen dengan wacana pendidikan gratis, berarti pemerintah akan menguncurkan dana yang besar. Akan tetapi, yang menjadi permasalahan disini bukanlah besarnya dana itu,melainkan proses pencairan dana yang akan menimbulkan beberapa permasalahan seperti yang telah diketahui bahwa pencairan dana biasanya dilaksanakan pemerintah pusat,sehingga untuk mencapai terlebih dahulu. Hal inilah yang akan menciptakan peluang-peluang kejahatan.Akan ada oknum-oknum yang memotong dana tersebut dengan alasan biaya administrasi. Akibatnya dana yang sampai disekolah tidak lagi utuh seperti awalnya.

Terlebih lagi, pencairan dana akan terjadi dengan sangat lama. Bahkan membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga sampai kesekolah.Padahal sekolah sangat membutuhkan biaya-biaya tersebut untuk membiayai keperluan operasional sekolah yang harus segera dibayar. Akibatnya,sekolah-sekolah tidak bisa berjalan dengan optimal. Contohnya, jika ketiadaan spidol ataupun fotokopi mereka pasti meminta dana kepada murid dan ujung-ujungnya mereka tetap membayarnya juga.

Baca Juga :  President vs Supreme Leader

Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan gratis hanyalah janji-janji belaka.Karena mustahil untuk dilaksanakan dan jika dilaksanakan pun akan tidak efektif.Hal ini dikarenakan beberapa hal diantaranya,dana yang diberikan pemerintah tidak akan cukup,membuat siswa menjadi tidak bertanggung jawab,dan prosesnya yang lama dan sulit.oleh karena itu,wacana pendidikan gratis dan masuk akal jika diganti dengan pendidkan murah.

Menanamkan pendidikan karakter
Dewasa ini,kehidupan remaja telah melenceng sangat jauh dari norma-norma yang ada.Banyak perilaku mereka tidak baik seperti,seks bebas, narkoba dan lain-lain.Perilaku tersebut timbul dikarenakan tidak adanya karakter pada remaja.Ketiadaan karakter yang ada saat ini dikarenakan kurangnya pendidikan disekolah.Pendidkan ini memiliki beberapa manfaat bagi para remaja agar lebih konkret,dibawah ini akan memaparkan tentang pentinya pendidikan karakter.

Manfaat pertama adalah pendidikan karakter akan membentuk perilaku individu yang baik.Hal ini dikarenakan mereka akan dididik dengan ilmu-ilmu dunia saja,akan tetapi merekajuga dididik tentang perilaku-perilaku yang baik.jika mereka mendapatkan pendidikan itu sejak dini disekolah,maka perilaku tersebut akan terus tertanam hingga mereka dewasa.Akibatnya,mereka akan menjadi remaja yang berpendidikan dan juga bermoral.

Baca Juga :  Dampak Kesehatan Akibat Mengkonsumsi Obat Berlebihan

Manfaat yang kedua adalah pendidikan karakter akan menciptakan individu-individuyang kuat mental.Mereka akan siap terjun kedunia masyarakat sehingga mereka tidak mudah untuk putus asa menghadapi dunia yang keras ini.Remaja-remaja yang memiliki mental yang kuat,pasti akan memiliki percayadiri yang besar.Alhasil,mereka akan mudah mencapai kesuksesan.

Oleh karena itu,pendidikan karakter sangatlah penting untuk diterapkan disekolah.Hal ini dikarenakan pendidikan karakter memberikan manfaat,diantaranya adalah menciptakan perilaku yang bermoral,dan menciptakan remaja yang bermental baja.

Pendidikan karakter memuat delapan belas nilai positifyang diantaranyaadalah nilai-nilai toleransi,semangat kebangsaan,cinta tanah air dan peduli sosial.Nilai-nilai inilah yang diperlukan untuk mewujudkan kehidupan yang damai,bersatu,rukun,dan saling menghargai dalam keberagaman.Nilai toleransi dibutuhkan untuk menanamkan sifat saling menghargai,menghormati,dan tenggang rasa bagi sesame.meskipun berbeda suku,agama,warna kulit,dan lain sebagainya.Jika toleransi antar umat beragama,suku,dan lainya dapat dibangun maka selanjutnya diteruskan dengan semangat kebangsaan dengan kesadaran bahwa kita adalah satu bangsa dan tanah air.Jika toleransi,semangat kebangsaan,dan cinta tanah air telah didoktrin dalam jiwa anak-anak maka yang berikutnya adalah kepeduliaan sosial antar sesama manusia.Jika kesemua aspek tersebut dapat diwujudkan,maka bukan mustahil jika dimasa depan kita semua dapat hidup berdampingan dalam keberagaman tanpa adanya rasa benci dan permusuhan satu dengan lainya. ***

Loading...

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here