Minggu, Bus Tak Beroperasi

0
312
Terlihat lima bus terparkir di Terminal Sungai Carang Tanjungpinang F-ANDRI/TANJUNGPINANG POS

Lima unit Bus Rapid Transit (BRT) bantuan dari Kementerian Perhubungan RI tidak beroperasi setiap hari Minggu (6/5). Lima bus memilih parkir di Terminal Sungai Carang Bintancentre.

TANJUNGPINANG – PT Bestari Indah pengelola BRT tidak mengoperasikan di hari Minggu dengan alasan tidak adanya penumpang. Tidak ada masyarakat yang ingin naik BRT tujuan ke Senggarang dan Dompak di hari Minggu. Di hari biasa, penumpang BRT kebanyakan pekerja kantoran dan mahasiswa. Karena di Senggarang ada Kantor Wali Kota Tanjungpinang dan Kampus Umrah. Begitu juga di Dompak ada Kantor Gubernur Kepri dan Kampus Dompak. Bus BRT belum bisa melayani rute Tanjungpinang-Logoi (Bintan) karena izinnya masih proses.

Mestinya, kehadiran bus ini setidaknya menambah modal angkutan dalam kota di Tanjungpinang yang semakin berkurang. Untuk rute dari Terminal Sungai Carang menuju ke Dompak, sopir bus menempuh jarak sekitar 21 kilometer. Tujuan dari Terminal Sungai Carang menuju ke Senggarang hanya 15,5 kilometer.

Pemerintah baru membayar ke perusahaan swasta berdasarkan jarak tempuh hingga jumlah trip yang telah dilalui BRT sesuai rute tujuan. ”Kita bayar Rp 3.500 per kilometer ke pihak ketiga yang mengoperasikan bus tersebut. Kalau tidak ada penumpang, kita (pemerintah) rugi karena masih disubsidi,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang, Bambang Hartanto, kemarin.

Sambung dia, lima bus BRT baru melayani rute kedua dari terminal Sungai Carang Bintancentre ke Dompak, masing-masing rute dilayani dua bus. Bus mulai berangkat pukul 06.15 WIB dari terminal. Ongkosnya, untuk pelajar hanya Rp 2 ribu dan penumpang umum Rp4 ribu. Untuk rute tujuan dari Terminal Sungai Carang menuju ke Dompak, sopir bus menempuh jarak sekitar 21 kilometer.

Dari Terminal Sungai Carang menuju ke Senggarang hanya menempuh jarak 15,5 kilometer. ”Tahun ini kita akan tambahkan pembayaran per kilometernya kepada pihak ketiga. Kalau sekarang per kilometernya Rp3.500. Saya lupa pulak berapa jumlahnya yang diusulkan,” ucap Bambang.

Bambang Hartanto mengatakan, lima BRT tidak beroperasi setiap Minggu, karena sopir BRT tidak pernah mendapat penumpang pada hari libur. Lima bus kembali beroperasi setiap hari kerja Senin-Sabtu. Kalalu hari Senin, penumpangnya banyak mahasiswa dan pekerja. ”Dari pada kosong tidak ada penumpang lebih baik kita tidak mengoperasi sama sekali bus itu. Supaya pemerintah tidak mengalami kerugian begitu besar. Karena, biayanya masih disubsidi oleh negara,” kata Bambang Hartanto.

Sambung Bambang, pemerintah melalui Dishub Kota Tanjungpinang membayar ke pihak PT Bestari Indah pada saat bus beroperasi. PT Bestari Indah adalah perusahaan pihak ketiga yang mengoperasikan lima bus tersebut. Kenapa dilebihkan pembayaran per kilometer, tegas dia, pihak swasta yang menang lelang pengelolaan lima bus nanti, yang menanggung biaya perawatan untuk lima bus.

Begitu juga dengan ganti ban, ganti oli hingga membayar pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) untuk lima bus tersebut. ”Kalau dulu kita (Dishub, red) yang tanggung semuanya,” terang dia. Sampai saat ini, ia belum tahu pihak swasta mana yang bakal mengelola lima bus. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here