Minggu Tenang Rawan Money Politics

0
94
DOSEN, mahasiswa, pengurus AJI, pengurus PWI Tanjungpinang dan wartawan mengikuti media gathering dengan Bawaslu Tanjungpinang di Kedai Cisangku kemarin. f-TUNAS/tanjungpinang pos

Bawaslu Ingatkan Peserta Jangan Ceroboh

Masa kampanye tinggal tiga hari lagi. Setelah itu masuk masa minggu tenang selama tiga hari. Alat Peraga Kampanye (APK) akan dibersihkan tanpa pandang bulu. Tanggal 17 April sudah pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Masa tenang inilah yang dianggap paling rawan. Di masa tenang inilah money politics atau politik uang bisa menyebar masuk ke pintu-pintu rumah penduduk untuk jual beli suara.

TANJUNGPINANG – Ketua Bawaslu Tanjungpinang, M Zaini mengatakan, pihaknya khawatir masa tenang ini dimanfaatkan kontestan pemilu untuk melakukan money politics dengan membagikan uang kepada masyarakat dengan imbalan memilih konstentan tertentu.

Zaini mengatakan, selama tiga hari minggu tenang, Bawaslu akan terus melakukan patroli pengawasan. Tim pengawas pemilu termasuk pengawas tingkat kecamatan hingga kelurahan juga akan kerja keras untuk melakukan pengawasan di lapangan jangan sampai terjadi politik uang.

Zaini menegaskan, dunia internasional menyoroti Pemilu 2019 Indonesia. Inilah pertama kalinya pileg dan pilpres digelar serentak di Indonesia. Dunia internasional menunggu hasil pemilu ini.

Apabila Pemilu 2019 ini berhasil, maka Indonesia dinilai sebagai negara paling demokratis. Saat ini, Amerika Serikat lah yang dianggap memegang sebutan negara paling demokratis tersebut. Bila Pemilu ini berlangsung aman dan damai, maka Indonesia akan memegang sebutan itu.

”Menjadi negara paling demokratis adalah harapan kita semua. Untuk itu, Pemilu 2019 ini harus berkualitas dan berintegritas. Money politics merupakan musuh dari Pemilu berkualitas dan berintegritas.

Hal ini disampaikan Zaini saat Media Gathering Bersama Media dan Perguruan Tinggi se-Tanjungpinang Dalam Rangka Pemilu 2019 yang digelar di Kedai Cisangkuy Tepi Laut, Rabu (10/4).

Puluhan wartawan dari berbagai media massa, mahasiswa, dosen, pengurus AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Tanjungpinang dan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bintan-Tanjungpinang hadir sebagai peserta.

Narasumbernya ada tiga orang yakni, Zaini dari Bawaslu Tanjungpinang, Endri Sanopaka dari akademisi serta Nikolas Panama dari wartawan. Maryamah, komisioner Bawaslu Tanjungpinang bertindak sebagai moderator.

Maryamah yang juga Divisi Hukum Bawaslu Tanjungpinang ini berharap para wartawan bisa menulis berita-berita pemilu yang edukatif, berita pemilu yang mendorong terciptanya pemilu berkualitas.

Zaini mengatakan, pertemuan kemarin sekaligus membangun kekuatan antara wartawan dosen, mahasiswa dan Bawaslu untuk menjadikan Pemilu di Tanjungpinang lebih berkualitas. Fungsi dan sinergi masing-masing peserta akan membantu menciptakan Pemilu berkualitas tersebut.

Zaini menjelaskan, ada lima pilar demokrasi yang sama-sama berperan penting yakni penyelenggara pemilu, konstentan pemilu, pemilih, aparat keamanan dan media massa serta akademisi.

Penyelenggara Pemilu yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU), PPK, PPS dan KPPS harus bersih dari unsur politik. Termasuk jajaran Bawaslu.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here