Mini Zoo Bakal Ditutup, Warga Kijang Kecewa

0
150
Kadisperkim Herry Wahyu dan petugas mini zoo Kijang menyerahkan burung kaka tua petugas KSDA Riau. F-yendi/tanjungpinang pos

KIJANG – Masyarakat di pesisir Bintan Timur kecewa dan bertanya-tanya kenapa hewan yang ada di mini zoo Kijang, dipindahkan ke taman safari Lagoi.

Tidak hanya warga, yang kecewa. Namun, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Peternakan Provinsi Kepri (DPKP), Ahmad Izhar, sangat kecewa kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kota Batam dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan. Sebab, hewan yang ada di mini zoo tersebut diambil oleh BKSDA Batam. Bahkan hewan tersebut justru dipindahkan ke Lagoi, Bintan.

”Kita kecewa kalau hewannya dipindahkan semuanya. Secara otomatis Mini Zoo bakal Kijang ditutup oleh Pemkab Bintan. Selama ini, taman itu menjadi tempat persinggahan, kalau seperti ini, maka apa lagi wisata yang bisa kita andalkan di Kijang saat ini,” terang Muchtar kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (19/9).

Tak hanya warga Batu 20 ini, bahkan warga di kawasan Barek Motor pun menuturkan, hal yang sama. Mereka merasa kecewa dan pemerintah yang harusnya bertanggungjawab, serta memelihara apa yang menjadi keunggulan di kawasan Bintim saat ini.

”Saya mendengar pembicaraan banyak orang, kalau dinas terkait sudah sering di ingatkan terkait kelengkapan administrasi hewan-hewan itu, namun sudah sekian tahun tidak juga diselesaikan,” timpal Rachmat.

Sementara itu, anggota Dewan Bintan dapil Bintan Timur Hasriawadi menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perkim terkait persoalan izin. Ia menyampaikan masalah regulasi yang harus diajukan dalam pembiayaan terkait aktivitas hewan-hewan di mini zoo tersebut ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB-KSDA) wilayah II Riau.

Namun, seiring berjalannya waktu hal itu tidak dilakukan Pemkab Bintan hingga saat ini. Maka, dia menyampaikan, dari pada hewan tersebut bertahan pun di lokasi tersebut sementara keadaanya sangat memprihatinkan, maka lebih baik ditempatkan di kawasan sebenarnya.

”Pemerintah harusnya tahu regulasi dan aturan. Jangan berpikir bahwa keberadadan mini zoo ini, dibangun zamannya Ansar Ahmad, itu salah. Harusnya pemerintah ini, harus jeli terhadap aturan-aturan yang baru, jangan istilahnya melihat kebun binatang itu tidak terurus, maka biarkan orang lain yang mengurus,” tambahnya.

”Dianggarkan, untuk pemeliharaan taman itu, tapi penganggaranya tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada,” timpalnya saat disinggung berapa besar Pemkab mengalokasi anggaran untuk mini zoo tersebut.

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Wilayah Dua Balai Besar Riau, BKSDA Batam, Decky Hendra Prasetya mengatakan penyitaan satwa dilindungi itu akan dilakukan secara bertahap mulai 18 September 2018.

Dia menegaskan, selama beroperasi sejak 2011 lalu, Mini Zoo Kijang yang dikelola Pemkab Bintan di Kijang belum mengantongi perizinan dari lembaga konservasi. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here