Minim Akses, Kelas Jauh Dibuka

0
118
ANAK-anak asal Tanjung Sebayur saat mengenakan pakaian seragam merah putih yang sebelumnya sempat putus sekolah kini kembali bersekolah di SD 005 Singkep Barat dengan program kelas jauh. f-istimewa
Minimnya akses transportasi dari Dusun Teluk Sebayur, Desa Marok Tua, memuat pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga membuka kelas jauh SDN 005 Singkep Barat untuk anak-anak di daerah itu

LINGGA – Pembukaan kelas jauh ini dilakukan, setelah Disdik Lingga menilai mininmya akses transportasi dari Teluk Sebayur ke sekolah terdekat.

Dengan adanya keterbatasan akases transportasi itu, tentunya membuat anak-anak di Teluk Sebayur banyak yang tidak mengenyam pendidikan.

”Sebanyak 12 anak usia sekolah di Teluk Sebayur, yang selama ini tidak pernah mengenyam pendidikan telah resmi menjadi murid SDN 005 Singkep Barat,” kata Kadiadik Lingga, Junaidi Adjam, saat seremonial pembukaan kelas jauh SDN 005, Singkep Barat di Teluk Sebayur, Sabtu (20/7).

Kondisi ekonomi orang tua murid di Teluk Sebayur yang pas-pasan, menjadi penyebab tidak dapat menyekolahkan anaknya ke luar desa.

”Keinginan orang tua dan anak-anak di Sebayur untuk sekolah sangat tinggi, namun merela tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk menyekolahkan anak-anak di luar desa,” kata Junaidi.

Kondisi geografis Teluk Sebayur yang jauh dan terletak dipesisir, membuat anak-anak Teluk Sebayur menyeberang laut menuju sekolah terdekat.

Belum lagi ongkos transportasi laut dan risiko keselamatan, tentu menjadi faktor utana para orang tua tidak menyekolahkan anaknya.

”Dengan SD kelah jauh ini, anak-anak sebayur tidak lagi harus menyeberang laut untuk mengenyam pendidikan,” sebutnya.

Untuk kelancaran proses belajar mengajar di Tanjung Sebayur, Dinas Pendidikan Lingga telah menyiapkan 1 orang tenaga guru tetap untuk memberikan pendidikan kepada para siswa.

”Harapan kami mudah-mudahan tidak ada lagi kita temukan, anak-anak usia sekolah yang tidak dapat memperoleh pendidikan,” imbuhnya.

Selain itu, Disdik juga berencana akan membangun Rumah Dinas (Rumdis) baru yang diperuntukkan bagi guru.

Tak hanya membangun baru, namun juga melajukan rehap Rumdis guru yang rusak di wilayah Kecamatan Senayang di Tahun 2020.

Rehab Rumdis dilakukan, agar guru yang bertugas di daerah pesisir tersebut merasa nyaman dan betah di tempat tugas.

Sehingga tidak ada lagi alasan, untuk tidak melaksanakan tugas karena tempat tinggal tidak layak. Hal ini dikatakan Junaidi Adjam, Rabu (3/7) lalu.

”Rehab besar dan kecil akan dilakukan dibeberapa daerah, khususnya di Kecamatan Senayang dan memang kondisi perumahan guru relatif perlu rehab berat,” kata Junaidi.

Ia memaparkan, untuk tahun 2018 kemarin Disdik sudah membangun 25 unit perumahan guru di Wilayah Kecamatan Senayang yang tersebar di beberapa Desa.

Namun itu secara bertahap, dan rehab dan bangun Rumdis itu bersumber dari angggaran dari Dana Alokasi khusus (DAK) dengan sistem swa kelola. (TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here