Minta Gubernur Siapkan Pulau Kosong

0
625
AKSI SOLIDARITAS: Tokoh lintas agama menggelar aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk pengungsi Rohingya di Lapangan Pamedan, Rabu (6/9). f-raymon/tanjungpinang pos

Tokoh Lintas Agama Tanjungpinang Doakan Etnis Rohingya

Penderitaan etnis minoritas Rohingya di Myanmar semakin dirasakan masyarakat dunia internasional. Bantuan dan doa pun disampaikan dari seluruh penjuru.

TANJUNGPINANG – Penderitaan yang dialami warga Rohingya selama ini, bukan hanya umat muslim yang ikut merasakan kesengsaraan mereka. Namun, antarumat beragam turut merasakannya. Aksi solidaritas pun dihimpun di Tanjungpinang. Rabu (6/9) kemarin, antarumat beragama menyatu di Lapangan Pamedan menggelar orasi, menggalang bantuan dan umat muslim sudah duluan melakukan Salat Ghaib.

Aksi solidaritas ini dipimpin Wakil Wali Kota Tanjungpinang H Syahrul didampingi Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, H Ade Angga. Hadir juga Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu, anggota DPRD Tanjungpinang Muhammad Arif, Hj Ismiyati, Huzrin Hood, pengurus PSMTI, Pemuda Tionghoa, para biksu, perwakilan kristen, anggora partai politik, mahasiswa, organisasi massa islam, masyarakat umum dan lainnya.
Ratusan massa dari berbagai elemen masyarakat itu menggelar aksi peduli Rohingya sambil mengumpulkan dana bantuan untuk disalurkan ke Rohingya, Myanmar.

Aksi dimulai dengan istighosah, memohon perlindungan Allah bagi warga muslim Rohingya, Salat Ghaib untuk warga muslim Rohingya yang telah tewas akibat kebrutalan tentara Myanmar. Dalam orasinya, Syahrul Wakil Wali Kota Tanjungpinang mengatakan, supaya aksi damai yang digelar kemarin dapat memotivasi seluruh masyarakat Tanjungpinang, agar peduli kepada masyarakat Rohingya.

Masyarakat diimbau dapat memberikan perhatiannya dan memberikan uluran kasihnya untuk membantu masyarakat Rohingya yang tertindas. ”Mari kita bersama-sama memberikan seiklhasnya sumbangsih untuk membantu saudara-saudara seiman kita. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dapat dilihat dan diridhoi oleh Allah,” katanya.

Ade Angga dalam orasinya menyampaikan, dalam sejarah Islam, sangat mencintai kedamaian. Dimana-mana di seluruh dunia, pemimpin Islam selalu melindungi kaum minoritas. Terlebih di Tanjungpinang, selalu ada kedamaian yang dirasakan semua masyarakat dan itu selalu terjaga sejak ratusan tahun silam. Ia pun mengajak masyarakat Tanjungpinang untuk berdoa agar warga Rohingya diberi kekuatan dan berkah, sehingga mereka bebas dari penindasan.

St Tampubolon yang menyampaikan orasinya mewakili umat Kristen mengatakan, umat nasrasi cinta damai dan selalu menebar kasih. Kristen menolak kezaliman dan kekejaman. Ia pun mengajak umat nasrasi untuk berdoa atas keselamatan warga Rohingya. Ustaz Dedy Sanjaya menyebutkan, pembantaian yang terjadi di Rohingya ini terjadi bukan semata-mata karena agama.

Pada hari ini, aksi damai diikuti seluruh agama maupun etnis. Hal ini menandakan semua merasakan kepedihan yang dirasakan oleh muslim Rohingya. ”Yang terjadi di Rohingya bukanlah perang agama. Hadirnya warga etnis Tionghoa dan penganut agama non Islam dalam aksi ini menandakan semua orang merasakan kepedihan dirasakan warga muslim Rohingya,” ungkapnya.

Suryadi, salah satu tokoh muda Islam Tanjungpinang dalam orasinya mendesak Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengikuti aksi yang dilakukan sejumlah pemerintah daerah lain di Indonesia dalam menunjukkan kepedulian terhadap warga muslim Rohingya. ”Kita minta kepada Gubernur untuk menyediakan lahan atau pulau bagi pengungsi Rohingya, supaya dapat meringankan beban mereka,” sebutnya.

Orasi juga disampaikan pengurus PSMTI dan biksu yang sangat tidak setuju tindakan kekerasan atas Rohingnya dan mereka juga turut prihatin serta mengajak seluruh umat mendoakan warga Rohingya. Selain melakukan aksi damai dan doa bersama sebagai wujud kepedulian masyarakat Tanjungpinang kepada warga Rohingya, seluruh massa yang ada di Lapangan Pamedan juga menggalang aksi dana kepada masyarakat.

Donasi bagi warga muslim Rohingya yang terkumpul dalam aksi kemanusiaan Rohingya sebesar Rp 21.940.800 dan 1 Ringgit Malaysia. Ketua Forum Solidaritas Kepedulian Rohingya Kepri, Anmad Fauzi menuturkan, aksi pengumpulan bantuan bagi muslim Rohingya ini dibagi dua cara, yakni dengan mengedarkan kotak donasi dan membuka posko donasi.

Ada dua posko yakni di kantor MUI Kepri Jalan Pemuda Tanjungpinang dan kedai kopi Ami di depan Supermarket Al Baik. Posko ini didirikan untuk mempermudah masyarakat Kepri untuk menyumbang. ”Kami akan bekerjasama dengan lembaga yang tentunya kredibel dalam penyaluran donasi ini,” jelasnya.

Aksi pengumpulan dana bantuan bagi muslim Rohingya ini direncanakan berlangsung hingga dua minggu ke depan. Hasil donasi yang terkumpul tadi pagi diketahui berasal dari perorangan yang hadir dalam aksi serta sejumlah instansi dan lembaga pendidikan dari Polres Tanjungpinang dan MTs Negeri Tanjungpinang.(RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here