Minta Pemerintah Kepri Peduli

0
200
Raja Bakhtiar (tengah) anggota DPRD Provinsi Kepri dan pihak kepolisian saat menerima para pedemo di kantor DPRD Provinsi Kepri, kemarin.

Mahasiswa Kepri Bela Muslim Uighur

DOMPAK – Sejumlah mahasiswa di Ibukota Provinsi Kepri menggelar aksi damai di gedung DPRD Provinsi Kepri, Rabu (26/12) pagi kemarin. Ia tidak terima pemerintah Tiongkok memperlakukan muslim Uighur yang ada di negara tersebut.

Mahasiswa yang mengataskan nama Aliansi Mahasiswa di Tanjungpinang-Bintan ini, juga menuntut pemerintah untuk memberikan perhatian serta peduli terhadap kondisi muslim Ulighur yang saat ini tengah di diskriminasi oleh pemerintah Tiongkok terhadap muslim Ulighur.

”Kami minta pemerintah, DPRD peduli terhadap kondisi saudara kita, keluarga kita, muslim Ulighur,” ujar Imron, salah satu peserta unjuk rasa.

Para pedemo meminta Pemerintah Kepri harus mendukung agar kedutaan Tiongkok di Indonesia di pindahkan.

”Pindahkan kedutaannya kalau perlu,” sorak mahasiswa lainnya.

Aksi di depan kantor wakil Rakyat itu di berlangsung damai. Tidak sampai menimbulkan anarkis atau kekacauan di gedung DPRD tersebut.

Masa yang hadir, sebagian besar membawa atribut organisasi serta membentang spanduk, dengan tulisan agar pemerintah pusat, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) diminta jangan hanya diam terhadap diskriminasi muslim Uighur.

Selama aksi di depan gedung DPRD, ada puluhan mahasiswa sempat diamankan petugas kepolisian Polres Tanjungpinang. Aksi unjuk rasa tidak berlangsung lama, karena kepolisian berhasil meminta perwakilan wakil rakyat keluar dari gedung untuk bertemu dan berdialog dengan para pedemo. ”Kami minta bapak-bapak di DPRD ini, hadir di sini mendengarkan tentang keluhan di sini,” ujar mahasiswa lainya.

Tak hadir, Raja Bakhtiar, Ing Iskandarsyah politikus yang berasal dari daerah pemilihan Kabupaten Karimun menghampiri puluhan mahasiswa. Setelah aspirasinya diterima, mahasiswa membubarkan diri. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here