Minta Tiap Kampung Tua Ada Cagar Budaya

0
375
KAMPUNG TUA di Batam yang akan dibebaskan dari BP Batam.f-istimewa

BATAM – Proses perubahan status lahan Kampung Tua menjadi hak milik warga, diminta diikuti dengan penentuan cagar budaya di setiap titik Kampung Tua. Keberadaan cagar budaya diyakini, akan menjaga kelestarian Kampung Tua. Selain untuk menjaga agar Kampung Tua lestari, juga untuk menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Himbauan itu disampaikan Ketua DPRD Batam Nuryanto kepada pemerintah Kota Batam, menyikapi proses perubahan status Kampung Tua di Batam. ”Kita minta agar setiap Kampung Tua, ada yang ditetapkan cagar budaya. Cagar budaya ini juga harus bisa dimaksimalkan untuk mendatangkan pendapatan,” katanya.

Baca Juga :  BPJS: Bayi Baru Lahir Wajib Didaftarkan

Pendapatan dimaksud, melalui pengelolaan cagar budaya untuk mendatangkan wisatawan. Sehingga, sejak saat ini cagar budaya di Kampung Tua diselematkan dengan penetapan statusnya sebagai cagar budaya.

”Kalau Kampung Tua dengan status hak milik warga, maka cagar budaya harus diselamatkan. Sehingga jelas, Kampung Tua bukan hanya bicara hak milik, namun soal cagar budaya mau disiapkan,” tegasnya.

Selain itu, didorong agar setiap Kampung Tua dilengkapi dengan fasilitas umum dan fasilitas sosial. Sehingga saat penetapan hak-hak warga terkait luas tanah masing-masing warga, diperhatikan juga kebutuhan sarana dan prasarana.

Baca Juga :  PGN Perkuat Dukungan ke Komersial Batam

”Harus ada sarana dan prasarana. Termasuk sekolah, fasum, fasos. Ini jangan sampai Pemko lupa untuk menyisihkan lahan untuk ini,” himbau Nuryanto.

Sementara Wali Kota Batam, HM Rudi mengatakan, untuk meneruskan intruksi Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil, pihaknya segera membentuk tim untuk mendata warga kampung tua.

Data itu dibutuhkan untuk warga Kampung Tua, yang berhak menerima sertifikat hak milik (SHM).

”Kita langsung bentuk tim. Kalau perlu 37 tim sesuai jumlah Kampung Tua. Biar sekali jalan selesai,” kata Rudi.

Baca Juga :  PAD di Bawah Target

Menurutnya daftar nominatif kepala keluarga (KK) penerima SHM yang ada di Kampung Tua sudah dipegang pemerintah. Pendataan sekarang hanya untuk verifikasi ulang. Jadi tidak dimungkinkan ada penambahan jumlah KK penerima sertifikat. Daftar nominatif ini diperlukan agar dipastikan bahwa penerima sertifikat adalah warga yang benar-benar berhak. ”Data sudah ada semua. Tak mungkin bisa tambah lagi,” ujarnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here