Minuman Kaleng jadi Penyangga Suara

0
613
H Syahrul dan Rahma.f-ANDRI/TANJUNGPINANG POS

Penentu Kemenangan Paslon Lima dan Sabar

Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang akan dilaksanakan 27 Juni 2018 mendatang. Pilwako ini bakal mempertontonkan pertarungan para petahana.

TANJUNGPINANG – Dua pasangan bakal calon yang akan maju adalah H Lis Darmansyah-Maya Suryanti (Lima) dan H Syahrul-Rahma (Sabar). Paslon Lis-Maya diusung oleh partai politik PDIP, PAN, Demokrat, Hanura, PKPI dan PPP. Paslon Syahrul-Rahma diusung Golkar, Gerindra, PKS dan didukung oleh PKB dan PBB.

Pengamat Politik dari Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang, Endri Sanopa menilai, perebutan kursi nomor satu di Pilkada tidaklah mudah. Menurut analisisnya, setidaknya ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyangga bahkan penentu kemenangan dalam Pilkada di suatu daerah.

Baca Juga :  Kumpulkan Relawan, Isdianto Tegaskan Jangan Intervensi Masyarakat Soal Pilihan

Pertama figur tokoh, mesin politik parpol, media dan strategi, tim kreatif, penerimaan pasar, momentum serta takdir. Namun, ada salah satu tradisi unik di Tanjungpinang, yakni air minuman kaleng. Apalagi Pilkada Tanjungpinang akan digelar kurang lebih 11 hari setelah lebaran.

Ia melihat pemberian air kaleng dari paslon juga bisa menambah suara dukungan. ”Saya lihat air kaleng meskipun harganya Rp80 ribu per kis, tapi kalau warga tidak diberi minuman kaleng lebaran, bakal memicu dukungan balik arah,” kata Endi Sanopaka, kemarin.

Ketua Stisipol Raja Haji Tanjungpinang, ia juga melihat uang salah satu faktor penentu pemenangan. Dalam politik, kata dia, uang biasanya disebut sebagai pelumas. Namun dia berpendapat, uang bukan faktor penentu dalam Pilkada satu-satunya.

Baca Juga :  Pemilu Menentukan Indonesia

”Faktor uang memang salah satu yang penting tapi bukanlah paling menentukan. Faktor ketokohan figur tetap paling utama,” ungkapnya.

Faktor lainnya yang bisa penentu kemenangan di Pilwako sangat bergantung kepada pola manajemen kampanye paslon itu sendiri. Kemudian, visi misi yang ditawarkan harus realistis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat kekinian. Selain itu kata dia, Paslon harus menguasai medan tempur, dalam artian wajib mengetahui basis massa dan memanajemennya.

Peran tim kampanye atau yang lazim dikenal di tengah masyarakat dengan sebutan tim sukses atau tim pemenangan, memegang peranan penting sebagai salah satu unsur penentu suksesi paslon meraih kemenangan. ”Kalau kondisi sekarang Pak Lis dan Pak Syahrul sama-sama dikenal di masyarakat. Tinggal bagaimana mesin partai pengusung bergerak,” bebernya.

Baca Juga :  Ingin Perjuangan Daerah Kepulauan di DPD RI

Ia melihat juga melihat di pilwako ini presentase pemilih suara sah meningkat. Masyarakat ingin tahu dari dua paslon tersebut, siapa yang memiliki suara terbanyak. Emosi itu mendorong warga berbondong-bondong ke TPS. (ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here