Minyak Cengkih Dongkrak Ekonomi Desa

0
1083
PRODUKSI MINYAK: Jajaran pemerintah Desa Air Mali saat meninjau masyarakat yang sedang memproduksi pengelolaan minyak cengkih.f-HARDIANSYAH/tanjungpinang pos

NATUNA – DALAM upaya mendongkrak perekonomian desa, masyarakat Desa Air Mali produksi minyak cengkih. Kini, masyarakat telah memulai memproduksi minyak cengkih berskala kecil. Produksi minyak cengkih, mampu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga khususnya bagi ibu rumah tangga.

Sebagai langkah awal, masyarakat melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB) Desa Air Mali memanfaatkan peralatan penyulingan bantuan dari Kementerian Perdagangan tahun 2006. Kepala Desa Air Mali Ali Imran mengatakan, sejak beroperasinya penyulingan minyak cengkih penduduk Air Mali aktif mengumpulkan daun cengkih kering.

Baca Juga :  Mei Ini, Bandara Natuna Beroperasi

Pada umumnya, pekerjaan tersebut dilakukan oleh ibu rumah tangga sebagai pendapatan sampingan. Sebab, yang semula daun cengkih kering tidak laku, kini memiliki nilai ekonomi. ”Pengelola membeli daun cengkih kering Rp 500 per kilogram. Sedangkan, alat penyulingan sekali beroperasi bisa menampung 400 kilo daun cengkih kering,” kata Ali, Kamis (4/7).

Ali menjelaskan, untuk mengolah 400 kilogram daun cengkih kering diperlukan waktu hingga 8 jam. Dari 400 kilogram tersebut, akan menjadi minyak sebanyak 8 liter, dan harga jual minyak cengkih antara Rp 128 ribu sampai Rp 140 ribu per liternya. ”Harga jual minyak cengkih tergantung dengan kadar minyak. Untuk pemasarannya, kita langsung kirim ke Bogor menggunakan kapal tol laut,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jelang Musim Utara, Warga Stok Pangan

Produksi minyak cengkih, diharapkan mampu mendongkrak sektor industri skala kecil di Desa Air Mali. Bahkan, jika alat penyulingan bantuan Kementerian tidak bisa lagi digunakan, tidak menutup kemungkinan pemerintah desa akan membeli sendiri dan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMdes). ”Pohon cengkih di desa kami cukup banyak, begitu juga desa tetangga juga banyak. Untuk kecamatan Bunguran Utara, hanya ada satu alat penyulingan. Sehingga produksi minyak cengkih akan terus berlanjut,” katanya.(HARDIANSYAH)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here