Minyak Hitam Cemari Laut Tanjungpinang

0
358

TANJUNGPINANG – Minyak hitam mengotori lautan Kepri. Tak hanya di Bintan dan Batam, namun juga ada di laut Tanjungpinang.

Warga Teluk Keriting Tanjungpinang dikejutkan dengan banyaknya minyak hitam yang berada di pinggir pesisir perkampungan itu, Rabu (28/3).

Pantauan Tanjungpinang Pos, sebagian nelayan ada yang mengurungkan niatnya menyodong atau menangkap udang karena kondisi pesisir yang tercemar.

Satu per satu nelayan naik ke darat, sembari memandangi kondisi laut tersebut dengan hati kesal. Namun, ada juga diantara nelayan yang tetap nekat melaut, namun mengaku hasilnya tidak maksimal.

Seperti diutarakan Pemuda Teluk Keriting,
Dicky Novalino, kondisi ini merugikan nelayan dan warga.

“Sebagian nelayan sudah naik ke darat. Ada juga yang menyondong udang, tapi hasilnya pasti tidak seperti biasanya,” ungkapnya.

Terkait kronologi datangnya minyak hitam itu, ia mengaku tak begitu mengetahui secara detail. Namun informasi yang diterima dari Danlantamal IV Tanjungpinang, Ribut Eko Suyatno bahwa minyak itu dari kapal.

Kejadiannya saat hujan diserta angin deras,
Selasa (27/3) kemarin, ada kapal yang disebut bocor, hingga membuang minyak ke laut.

“Informasi yang kami terima demikian, cuman terkait jenis kapalnya saya tak begitu tahu,” ungkapnya.

Selain itu, terkait proses pembersihannya akan dibantu oleh pihak Pertamina Kijang.

Lurah Tanjungpinang Barat Wimmy mengakui sudah menerima informasi terkait limbah minyak hitam yang berada di beberapa kawasan pesisir.

Bukan hanya di Teluk Keriting, namun juga
sampai ke kawasan Tepi Laut, Anjung Cahya bahkan ke pesisir Kampung Bugis.

“Warga Kampung Bugis  terkjuga menginformasikanait hal ini, sudah ada tim dari kelurahan yang turun memantau dan meminta beberapa pihak turun,” ungkapnya.

Terkait hal ini, ia mengaku sudah menyampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjungpinang, KSOP serta Lantamal IV Tanjungpinang.

“Kebetulan ada Ketua RW kami yang berdinas di Lantamal, sudah tahu informasi ini dan sampaikan ke bidangnya, untuk membantu penanganan,” paparnya.

Ia menilai, minyak hitam sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama nelayan. Selain itu, limbah tersebut juga menimbulkan bau tak sedap.

“Warga mengeluh juga terkait baunya, jadi
perlu segera disikapi,” tuturnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here