Misteri Kepemilikan Senpi untuk Percobaan Pembunuhan Jaksa

0
260
Polisi menunjukkan senpi yang akan digunakan untuk percobaan pembunuhan jaksa. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang masih mendalami siapa pemilikian senjata api (senpi) yang dipakai tersangka Rian Sibarani (25), untuk melakukan percobaan pembunuhan seorang jaksa di Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang. Rian sendiri masih mendekam di sel Polres Tanjungpinang.

”Kita masih proses sidik kasus percobaan pembunuhan. Kita terus mencari informasi senpi darimana yang digunakan Rian,” kata Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali Senin (1/4).

Kasat menyebutkan, untuk hasil dari uji balistik yang ada di dalam mobil digunakan oleh tersangka Rian benar itu senpi. Namun saat ini pihaknya masih mencari siapa pemilik senpi tersebut. Karena, tidak semua warga sipil bisa memiliki senpi. Warga memiliki senpi harus memiliki izin dari pihak kepolisian.

”Tersangka masih satu orang Rian, untuk pemilik senpi masih kita cari,” sebutnya. Sedangkan untuk keterlibatan IB yang berada di dalam Lapas narkotika Tanjungpinang sebagai aktor percobaan pembunuhan jaksa, disebut terlibat dalam kasus ini. Kasat menututurkan, pihaknya masih mendalami pemeriksaan terhadap tersangka yang sudah diamankan.

”Masih kita matangkan dari pemeriksaan tersangka, polisi masih masih mendalami keterlibatan terduga pelaku lainnya,” ujarnya.

Dalam kasus tersebut polisi sudah menetapkan satu tersangka yakni Rian Sibarani (25). Penangkapan terhadap tersangka Rian berawal dari informasi masyarakat ada seorang laki-laki yang memiliki senjata api ilegal.

Kemudian dilakukan penyelidikan dan ditangkap pelaku di seputaran lapangan Pamedan Ahmad Yani tepatnya di Traffic Light simpang Pamedan.

Dari tangan pelaku diamanakan mobil Avanza hitam BP 1359 WY uang tunai Rp800 ribu, ATM mandiri, handphone. Juga mengamankan senjata api dengan empat butir peluru aktif .

Dari hasil intrograsi senjata api tersebut digunakan untuk menghabisi nyawa jaksa fungsional Kejari Bintan Dicky Saputra. Rian diperintahkan oleh napi yang berada di Lapas Narkotika Tanjungpinang berinisial IB dengan diberikan uang sebesar Rp5 juta untuk operasional dengan cara ditransfer.

Kemudian senjata api dan mobil juga disediakan oleh IB dengan menyuruh orang suruhan. Apabila berhasil melakukan penembakan tersangka akan mendapatkan tambahan uang Rp10 juta lagi. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here