Misteri Si-ikan Dingkis

0
805
Dian Fadillah

Oleh: Dian Fadillah, S.Sos
Ketua Taman Bacaan Difadil Kepri

Tahun baru Imlek 2569 Kongzii merupakan hari besar nasional yang sudah dijadikan libur nasional Indonesia. Konteksual tahun baru ini tidak terlepas dengan yang namanya “Ikan Dingkis” yang konon memiliki nilai positif penting yang tidak dapat dilepaskan dari rangkauan kegiatan imlek. Apabila dilihat secara simple ikan dingkis dalam historical budak melayu dan nelayan tempatan bahwa diperoleh informasi tentang hal ini karena memang ikan yang setiap tahun datang ini sudah menjadi makanan lezat masyarakat keturunan tionghoa setiap tahun.

Pemberlakuannya bukan hanya orang cina saja yang mengkonsumsinya melainkan masyarakat secara luas juga dapat merasakan betapa nikmatnya ikan ini untuk dijadikan exited culinary apabila diperoleh secara segar. Ikan Dingkis merupakan jenis ikan yang unik di Kepulauan Riau tertutama di Tanjungpinang, Batam yang hanya bertelur menjelang perayaan Imlek dilakukan sehingga penafsiran itu menjadikan ikan ini disebut juga Ikan Imlek.

Ikan Dingkis merupakan ikan keluar dari peradabannya (muncul) ke permukaan secara bergerombolan bersamaan dengan angin yang beraksi. Alhasil memang ditunggu kehadirannya sehingga yang laku laris manis dibeli oleh masyarakat Tionghoa saat menjelang perayaan Imlek,” ucap Cik Fendy (nelayan freelancer Tanjungpinang pada diskusi beberapa waktu yang lalu Senin (12/2/2018).

Ikan Dingkis Pulau Kasu salah satu lokasi ikan dingkis yang sangat diminati masyarakat Kepulauan Riau teutama Batam sampai Nona Singapura. Selain bertelur hanya pada saat Imlek, masyarakat Tionghoa juga percaya ikan ini membawa berkah sehingga menjadi khas saat perayaan Imlek teruama bagi pedagang bahwa ikan Dingkis di Pasar tradisional dihargai super dengan harga antara Rp 250.000 sd Rp 300.000 per kilogram (Dengan jaminan ikan itu mempunyai telur).

Berdasarkan Sejarah yang ada di masyarakat bahwa ikan dingkis ini dia berasal dari laut Cina Selatan yang luas, di sana semuanya berkumpul dan bahkan membentuk seperti naga dan setelah sampai di laut 2 kepulauan barulah menyebar masuk ke kelong- kelong di dekat tepian perkampunan masyarakat. Ikan dingkis yang memang sudah terkenal di pasaran ini tentunya diperoleh dengan harga berbeda. Mengapa demikian karena ikan itu lebih mempunyai golongan telur yang berbeda, yang saya ketahui telurnya itu terbagi atas :

1. Telur tua (Jenis isinya merutu dan agak berpasir) harganya lebih mahal bandingkan telur muda yang bentuknya putih.
2. Telur muda (yang lembik putih) dengan harga yang lebih murah
Mengkonsumsi ikan dingkis merupakan cita rasa tersendiri yang kebetulan hanya waktu waktu tertentu dan sepertinya kurang afdhal kalau tidak dapat mencicipinya ditambah dengna sajian nasi panas dan lauk pauk pendukung sehing dapat menghayati makan mak nyoss.

Ikan dingkis ini sendiri pada prinsipnya hampir sama bentuknya dengan ikan dibam, ikan kitang, dibas dan sebagainya apa lagi yang asalnya dari tangkapan nelayan kampung pasti delicious seperti tangkapan dari (Kelong) dalam bahasa melayu dikenal dengan keramba , atau rumah yang ada di laut , dan di pasang jaring/ imba yang panjang Merutu : agak berpasir dan tidak mulus. Bagi Selamat bagi yang merayakan imelek semoga kerukunan kita bersama dapat membuat Indonesia menjadi menjadi lebih maju terkenal dan lebih hebat didunia internasional dengan segala kelebihannya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here