Mobil BBG Untuk Mendukung Pariwisata

0
298
SPBG Batamcenter: petugas SPBG PGN Batamcenter saat mengisi bahan bakar taksi beberapa waktu lalu. f-istimewa

BATAM – Kini ada 36 unit mobil dinas (Mobdin) Pemerintah Kota Batam yang Berbahan Bakar Gas (BBG). pda 2018 mendatang jumlahnya akan ditambah lagi. Diharapkan, alokasi anggaran bahan bakar mobdin bisa ditekan. PGN Batam juga diminta membantu gairah sektor parawisata, lewat gas di hotel, restoran hingga usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Menurut Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemko Batam, Yudi, di APBD tahun 2017 dan rancangan APBD 2018 yang menggunakan pola defisit, cukup terbantu lewat pemanfaatan gas untuk mobdin. Hanya saja, untuk mobdin Pemko, pengaruhnya belum besar, karena penggunaan BBG berjalan sudah mendekati akhir tahun.

”Sekarang baru terpasang di 36 unit mobil dinas. Tapi tahun depan, diajukan lagi. Termaksud untuk taksi dari beberapa operator,” kata Yudi, Minggu (19/11).

Menurutnya, dari 250 unit alat konverter gas untuk Batam, hanya 36 untuk mobil dinas. Sisanya digunakan taksi di Batam. Namun, untuk tahun depan, akan diajukan lagi ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Sehingga dampaknya kedepan, lebih besar untuk penghematan di APBD.

”Sedikit banyak, akan mempengaruhi APBD yang lebih hemat. Tahun depan semoga mengurangi defisit,” terang Yudi.

Sebagai perbandingan, supir taksi Port Taxi Batam, Dedi yang pertengahan tahun 2017 mulai menggunakan BBG, mengungkapkan penghematan konsumsi mobilnya. Sejak beralih ke gas bumi, Dedi mengaku bisa lebih hemat hampir setengah dari biaya BBM biasanya, hingga 50 persen.

”Biasanya bensin Rp100 ribu perhari, sekarang Rp100 ribu itu bisa untuk 50 sampai 60 hari. Saya ngisi BBG di SPBG Batam Centre, pagi atau sore,” kata Dedi.

Dorongan pemanfaatan BBG semakin kuat, ditengah APBD Batam tahun 2018 menggunakan pola defisit, sebagai dampak pertumbuhan ekonomi yang melambat. Dimana, APBD ditargetkan sebesar 2,627 triliun, dengan pendapatan Rp 2,541 triliun dan belanja daerah Rp 2,627 triliun. Sehingga terjadi devisit anggaran sebesar Rp 86,131 ditahun 2018.

”Tidak hanya transportasi seperti mobil dinas. Kita harapkan peran PGN membantu UMKM, hotel dan restoran lebih banyak lagi, lewat gas. PGN bisa bantu tekan biaya disektor keparawisataan,” ungkap Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Biaya murah di sektor UMKM, hotel dan restoran akan meningkatkan gairah pariwisata. Sehingga program Wali Kota Batam, HM Rudi, yang mencanangkan pariwisata sebagai unggulan berdampak pada PAD Batam.

”Kalau UMKM, transportasi, hotel dan restoran meningkat, masyarakat semakin sejahtera dan PAD kita naik,” sambung Amsakar.

Dia semakin optimis setelah menyadari penggunaan gas, lebih hemat untuk bahan bakar, termaksud operasional hotel, restoran dan UMKM. ”Gas yang didistribusikan PGN Batam satu tahun belakangan ini, sangat penting. Tidak hanya meringankan biaya, namun jadi elemen penting bagi mendukung parawisata,” ujar Amskar.

Target Pemko Batam dalam pengembangan parawisata sebagai sektor unggulan, mendapat dukungan dari Sales Area Head PGN Batam, Amin Hidayat.

Dukungan diberikan melalui akses bagi pemilik restoran mendapatkan gas yang disalurkan lewat pipa (jargas). Saat ini, PGN Batam telah melayani 3.497 pelanggan rumah tangga, 53 pelanggan komersial, dan 43 pelanggan industri dan pembangkit listrik.

“Kita sudah pasang gas di Nagoya-Jodoh, untuk KFC, Harbourbay restoran, pengusaha roti top bakery. Itu gas murah, karena harga gas lewat pipa 40 sampai 50 persen lebih murah dari tabung gas,” ungkapnya.

‎Dengan dukungan PGN untuk UMKM, perhotelan dan restoran, hasil produksinya lebih murah. Bahkan, dampak untuk hotel, restoran dan rumah makan disebutkan, jauh lebih besar. Jika menggunakan gas tabung, maka sektor itu hanya mengkonsumsi gas tabung non subsidi.

“Kalau menggerakkan ekonomi, lebih baik dengan jaringan gas (jargas),” pesan Amin.

Untuk Batam sendiri, ditargetkan, gas yang tersalurkan tahun ini, sekitar 68 BBTUD. Tahun depan, ditargetkan sudah tersalurkan dua kali lebih besar. Dengan jargas untuk rumah tangga di Batam, konsumsi gas di Batam, naik 30 persen dibanding tahun 2016‎.

“Target kita, suport 100 persen rumah tangga, hotel, restoran dan sebagian besar UMKM. Sehingga terwujud untuk green city,” imbuhnya.

Pemanfaatan energi dengan tenaga gas, juga mendapat dukungan dari Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Gusti Raisal Eka Putra. Harapannya, sektor parawisata terus meningkat‎ dengan peningkatan kunjungan wisman ke Batam. Hanya saja, dampak terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi, belum masuk kajian BI, karena pemanfaataannya yang baru.

“Kita cek dulu konsumsi gas di Batam, berapa banyak. Tapi untuk sektor parawisata, berpengaruh pada sektor konsumsi dan transportasi. Walau masih belum signifikan pertumbuhan parawisata, tapi triwulan ketiga, parawisata mengalami peningkatan,” kata Gusti.

– Bantu Kembangkan Kawasan Ekonomi Baru

Direktur Bisnis Bright PLN Batam, Husnus mengakui efisiensi biaya dengan pemanfaatan gas dari PGN. Mereka memilih mengembangkan pembangkit tenaga gas (PLTG). Terbaru, PLN Batam memiliki tambahan daya 100 MW di Tanjung Uncang dari PLTG Tanjunguncang. Ketersediaan gas ini juga menjaga optimisme PLN Batam, membantu pengembangan kawasan ekonomi baru di Batam dan Kepri.

“Saat ini PLN membantu menyediakan daya listrik untuk Batam, Bintan dan Tanjungpinang. Kalau ada kawasan kawasan ekonomi khusus (KEK) baru seperti Galang Batang, kita siap membantu,” katanya.

Saat ini, diakui konsumsi gas bright PLN Batam yang setiap harinya antara 45 sampai 48 BBTUD. Gas itu dimanfaatkan untuk menghasilkan daya listrik melalui PLTMG Panaran dan PLTGU Tanjunguncang.‎ “Pilihan lebih ke gas, karena lebih hemat dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” katanya. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here