Mobil FTZ Bebas Keluar Batam!

0
11616
Keluar: Kendaraan dan penumpang saat keluar dari Kapal roro di Pelabuhan ASDP Tanjunguban belum lama ini. f-Jendaras/tanjungpinang pos

Cari Peluang Dipungut Pajaknya

Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka Pemprov Kepri berniat untuk memungut pajak kendaraan bermotor Batam dengan status FTZ (Free Trade Zone) jika keluar daerah.

TANJUNGPINANG – Adapun kendaraan FTZ Batam adalah keluaran 1 April 2009 yakni sejak Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas atau FTZ diberlakukan di Pulau Batam. Kendaraan-kendaraan yang masuk ke Batam sejak FTZ diberlakukan biasanya diberi cap ‘FTZ’ di STNK kendaraan tersebut. Ini menandakan kendaraan itu hanya bisa digunakan di Batam.

Plh Kepala Dinas Pendapatan (Kadispenda) Pemprov Kepri, M Hasbi mengatakan, PAD dari sektor pajak kendaraan belum memuaskan.

Karena itu, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun meminta agar dicari aturannya apakah kendaraan FTZ bisa dipungut pajaknya bila keluar dari Batam.

”Mulai tahun 2018 ini, khusus kendaraan dengan fasilitas FTZ agar diberi stiker khusus. Saya minta ke depan, mobil ekspor (FTZ, red) yang keluar dari Batam baik lewat Roro dan kapal lainnya, mohon diberi stiker khusus. Karena selama ini kita lengah. Saya minta koordinasi dengan Polda, Satlantas untuk menertibkan ini,” tegas Nurdin, kemarin.

Selama ini, menurut Nurdin, mobil eskpor tersebut sering keluar dari Kota Batam dengan tujuan ke Bintan bahkan ada yang melenggang ke Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang.

Nurdin melihat, jika kendaraan ekspor ini dipantau dan diberi tanda khusus, serta di tindak tegas masalah tertib adminstrasi pembayaran pajaknya, tentu akan memberikan nilai positif terhadap PAD.

”Saya minta Pak Kadispenda, cari aturannya, koordinasi dengan anggota Polantas,” pinta Nurdin.

Dalam kesempatan itu, Nurdin mendapati laporan PAD Pemprov tahun 2017 di sektor pajak belum memberikan nilai yang positif. Yang mencapai nilai positif masih tetap dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Sedangkan potensi pajak lainnya, seperti Pajak Air Permukaan, balik nama kendaraan cukai tembakau, bahkan lego jangkar masih tidak memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan PAD Kepri saat ini.

”Pajak air permukaan saat ini tunggakannya masih sekitar Rp 23 miliar,” jelas M Hasbi.

Ke depan menurut Hasbi, apa yang menjadi potensi PAD, pihaknya berjanji akan melakukan mapping data dan SDM yang menggali potensi tersebut.

Salah satu cara yang akan dilakukan, yakni dengan jemput bola. Bahkan Hasbi bertekat, jika diizinkan gubernur, pihaknya juga akan memungut pajak kendaraan bermotor bagi masyarakat yang ada di pulau-pulau.

Rendy, salah satu warga Batam yang datang mengunjungi keluarganya, Senin (1/1) lalu mengatakan, dirinya harus menyewa mobil di Tanjungpinang meski punya mobil sendiri.

Ia tidak bisa membawa mobilnya dari Batam ke Tanjungpinang karena di STNK tertera tulisan ‘FTZ’. ”Saya tanya kawan polisi, katanya mobil FTZ tak bisa masuk Tanjungpinang,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, Senin lalu.

Ayah tiga anak ini juga bertanya-tanya kenapa mobil FTZ tak bisa masuk Tanjungpinang. Padahal masih sama-sama Kepri. Harusnya ada kemudahan bagi masyarakat membawa mobil FTZ dari Batam ke Pulau Bintan.

Alasannya, jika mobil Batam bebas masuk Tanjungpinang, maka Pulau Bintan bisa ramai seperti Batam. Warga Batam akan ramai-ramai berkunjung ke Pulau Bintan ini karena bisa bawa mobil sendiri.

”Kalau dipersulit, gini-gini ajalah Bintan (Pulau Bintan) ini. Bagusan pergi Singapura, lebih murah. Kalau di sini, rental mobil aja udah berapa. Tambah sikit, udah bisa ke Singapura,” katanya protes.

Saat ke Tanjungpinang, kata dia, dirinya harus mengeluarkan ongkos sekitar Rp 250 ribu untuk lima orang sudah termasuk pas pelabuhan. Kemudian merental mobil Rp 400 ribu sehari. Belum minyaknya.

Kalau bawa mobil dari Batam, ongkos berlima dan ongkos mobil lewat roro sekitar Rp 400 ribu. Mereka bebas bawa mobil keliling Bintan dan Tanjungpinang tanpa harus menyewa mobil. Lebih hemat.

”Pemerintah tinggal pilih, orang mau datang ke Bintan atau pergi ke Singapura,” katanya.(SUHARDI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here